Tasikmalaya, MNP – Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) mengeluarkan program Padat karya dalam upaya mengembalikan kebersamaan dalam masyarakat (Gotong Royong).
Gugun yang merupakan salah satu dari Fasilitator Kementrian Tenaga Kerja mengatakan, terkadang masyarakat bingung, leading sektor Kementerian Tenaga Kerja, tapi programnya membangun infrastruktur.
Sebetulnya lanjut Gugun, program ini untuk mengembalikan dan meningkatkan lagi rasa guyub nya masyarakat, karena saat ini budaya tersebut sudah hilang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, juga guna mementaskan pengangguran sesaat melalui pengerjaan program tersebut,” tutur Gugun dalam acara silaturahmi bersama Baramata di Jl. Letkol.Komir Kartaman Lengkong, Kel, Lengkongsari, Kec. Tawang Kota Tasikmalaya, Rabu (17/05).
Ditempat sama, Ani Murni Sekjen Forum Pemberdayaan Masyarakat Indonesia FPMI menambahkan, program Padat Karya ini bisa diusulkan melalui kelompok yang memiliki Surat Keputusan SK Desa/Kelurahan melalui online.
“Adapun jumlah anggota yang akan melakukan pengerjaan sebanyak 40 orang. Tersusun 36 orang siapa saja, 2 orang lagi rukang juga kenek siapa,” jelas Ani.
“Termasuk 2 orang pengawas. Semua harus ber KTP Online, dan Ketua Kelompok harus memiliki alamat Email,” tambahnya.
Adapun lama pengerjaan itu harus selesai dalam kurun waktu 16 hari dan 5 jam kerja,” Satu hal lagi lahan yang akan di laksanakan pengerjaan harus benar benar untuk umum tidak untuk pribadi,” papar Ani.
Sementara itu, Agus Deni Pembina Baramata merasa bersyukur dengan kedatangan Fasilitator Ketanagakerjaan, Forum Penyuluh Narkotika Nasional mitra BNN bersama Forum Pemberdayaan Masyarakat Indonesia.
“Mereka telah jauh jauh untuk bersilaturahmi ke sekretariat Baramata dan saya berharap kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan, bahkan bisa menjadi mitra bagi Baramata,” pungkasnya. (Lex)
![]()









Tinggalkan Balasan