Pakpak Bharat, MNP – Perubahan cuaca anomali yang tidak dapat diprediksi mengakibatkan saluran irigasi persawahan di desa Kuta Jungak kecamatan Si Empat Rube kabupaten Pakpak Bharat mengalami longsor.
Sepanjang lebih kurang 15 m dan tinggi kisaran 4 m yang mengakibatkan saluran irigasi tersebut putus total yang sudah berlangsung selama dua Minggu lebih.
Padang salah satu warga setempat mengatakan, bahwa saluran irigasi persawahan ini sangat dibutuhkan para petani untuk mengairi areal persawahan sekitar 2 hektar lebih di desa Kuta Jungak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jika masalah ini tidak mendapatkan perhatian serius oleh pemerintah setempat dan dinas pertanian kabupaten Pakpak Bharat, kami khawatir akan petani tidak dapat melakukan penanaman padi di sawah mereka,” kata Padang, Senin (10/04).
Apalagi lanjut dia, pada musim tanam padi bulan Mei mendatang dan ini sangat dikhawatirkan karena proses tanam sampai panen dipastikan gagal total.
“Sedangkan saya juga sangatlah berpangku pada hasil pertanian dan hasil dari sawahnya tersebut untuk memenuhi semua kehidupan keluarga dan anak anak sekolah,” ungkapnya.
Padang juga berharap semoga kepala desa Kuta Jungak Rencana Padang dan juga pemerintah kabupaten Pakpak Bharat melalui dinas Pertanian dapat kiranya membuat suatu kebijakan dan jalan keluar.
“Untuk dapat membangun segera kembali saluran irigasi yang longsor tersebut, agar para petani sawah dapat mengolah lahan untuk ditanami kembali nantinya untuk produksi padi,” ujar Padang.
Ketika wartawan MNP mencoba mengkonfirmasi terjadinya longsor saluran irigasi di desa Kuta Jungak terkait solusi yang dapat diambil, Kepala Desa Kuta Jungak Rencana Padang melalui media WhatsApp tidak dapat dihubungi karena nomornya tidak aktif. (Benny S)
![]()









Tinggalkan Balasan