Tasikmalaya, MNP – Pelatihan dan penutupan kegiatan Pengelasan SMAW (Las Listrik) yang diselenggarakan oleh LPK Media Karya resmi berakhir di markas LPK Media Karya, Jalan Sukarindik No. 52, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Minggu (16/11/2025).
Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh sesi praktik langsung selama pelatihan berlangsung, yang merupakan program hasil dukungan pokok pikiran (Pokir) Ketua DPRD Kota Tasikmalaya.
Yogi Permana, salah satu peserta dari Perum Mega Mutiara, menyampaikan rasa syukurnya atas ilmu dan relasi yang didapat. Ia mengaku kini memiliki pengetahuan dasar mengenai sistem pengelasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mendapat banyak hal baru dan relasi. Yang tadinya tahu sedikit tentang sistem pengelasan, kini jadi mengetahui. Pembuatan terakhir adalah tempat vas bunga. Harapannya, ilmu ini memudahkan kami mendapat pekerjaan,” ujar Yogi.
Dirinya juga menyoroti bahwa pelatihan ini tidak memiliki persyaratan yang rumit, sehingga bisa diikuti oleh usia tua maupun muda.
“Saya berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya dapat lebih memperluas lapangan pekerjaan,” ungkap Yogi.
Sementara itu, Asep Heri dari Sahabat Aslim Kecamatan Bungursari menilai bahwa program Pokir Ketua DPRD yang diselenggarakan di Kecamatan Bungursari ini sangat positif dan dibutuhkan masyarakat.
“Pelatihan las sangat dibutuhkan karena pembangunan zaman sekarang sangat memerlukan keahlian pengelasan, mulai dari pagar, tralis, dan berbagai kebutuhan rumah tangga,” kata Asep Heri.
Mewakili Sahabat Aslim, ia menyampaikan terima kasih kepada pihak Kecamatan dan Ketua DPRD yang telah menganggarkan kegiatan keterampilan ini.
Asep Heri menambahkan bahwa tantangan ke depan bagi pemerintah adalah tindak lanjut program. Ia berharap pemerintah memfasilitasi modal untuk membuka Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang pengelasan.
“Ini menjadi PR bagi pemerintah karena tindak lanjut sangat dibutuhkan agar menjadi nilai ekonomis bagi peserta. Bidang pengelasan memerlukan modal, seperti alat mesin las SMAW dan tempat. Kemudian, tata cara pelatihan manajemen bisnisnya,” tegasnya.
Meskipun hanya berlangsung tiga hari, Asep Heri menyebut pelatihan ini membawa manfaat jelas, terbukti dengan hasil karya para peserta berupa pot bunga yang bisa dikembangkan menjadi nilai ekonomis, seperti rak sepatu dan cenderamata lainnya melalui home industry tingkat kecil.
“Antusias anak-anak cukup tinggi, dan Insya Allah sudah membawa hasil dari karya sendiri,” tutup Asep Heri.
![]()
Penulis : Gobreg
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan