Tasikmalaya, MNP – Anggota DPRRI Toriq Hidayat serta Pekerja Padat Karya Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) diundang sebagai peserta Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan format yang sedikit berbeda yakni mengangkat kegiatan Jambore.
Diketahui Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dan Jambore Pekerja Padat Karya bersama KH. Toriq Hidayat, LC selaku anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi PKS Dapil Jabar XI bertempat di kawasan wisata Jabal Nur Desa Sukasetia Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (03/06/2023).
Hadir dalam sosialisasi jambore tersebut Ketua DPD PKS Kabupaten Tasikmalaya Ruli Irawan, Sekretaris Umum DPD Kota Tasikmalaya Agus Sugiarto, Para Ketua DPC PKS dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Para Kader PKS, serta Para Pekerja Padat Karya dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, juga dari Kabupaten Garut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keterangannya KH. Toriq mengaku bangga dan sepantasnya memberikan penghargaan kepada pekerja padat karya PUPR atas dedikasi dan kerja kerasnya memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
“Mereka memiliki peran penting dalam membangun dan memperbaiki infrastruktur di desa, khususnya Tasikmalaya dan kabupaten garut katanya,” ucap KH Toriq.
Politisi asal PKS ini juga menyampaikan, bahwa sosialisasi 4 pilar bertujuan untuk mengingatkan peserta agar memahami lebih baik mengenai nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
“Pemerintah telah membuat berbagai kebijakan untuk mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia, salah satunya adalah program Padat Karya yang dicanangkan berdasarkan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke-empat,” jelas KH. Toriq
“Alinea tersebut berarti Pemerintah bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di Indonesia. Utamanya pada aspek kesejahteraan. Dimana masyarakat harus disejahterakan dan dimakmurkan dengan memegang teguh prinsip keadilan,” ungkapnya.
Namun dia juga menyayangkan atas belum optimalnya pemberantasan kemiskinan saat ini. Khususnya pada aspek peningkatan kualitas kecerdasan masyarakat.
“Karena mutu pendidikan yang baik akan memperbaiki kemampuan kognitif dan pemikiran kritis masyarakat dalam memperbaiki Indonesia kedepan,” tandasnya. (SN)
![]()









Tinggalkan Balasan