Tasikmalaya, MNP – Pembangunan sarana pendidikan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 11 Kota Tasikmalaya di Kecamatan Bungursari mendapat sorotan tajam dari masyarakat.
Meskipun menyambut baik hadirnya sekolah yang telah lama dicita-citakan, Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Bungursari menegaskan akan mengawasi ketat proyek senilai hampir Rp7 miliar dari APBN tersebut.
Koordinator Aliansi Bungursari, Asep Devo, menyatakan dukungan penuh atas pembangunan SMAN 11 yang diyakini membawa manfaat besar bagi masyarakat Kecamatan Bungursari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Namun, saya secara tegas menolak adanya praktik monopoli atau pemanfaatan proyek untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” ujar Asep Devo kepada MNP, Selasa (21/10/2025).
Akan tetapi terlepas dari semua itu, Aliansi LSM/Ormas Bungursari sangat menolak jika dalam proses pembangunan sekolah tersebut ada pihak-pihak tertentu yang memonopoli atau memanfaatkan proyek ini untuk kepentingan pribadi.
Untuk menghindari praktik monopoli dan penyimpangan, Asep Devo menyatakan bahwa Aliansi Bungursari akan terus melakukan pengawasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka. Pengawasan ini dinilai sangat penting mengingat besarnya anggaran yang digunakan.
“Kami dari Aliansi LSM/Ormas Bungursari akan terus mengawal dalam bentuk pengawasan dalam proses agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan, transparan, dan akuntabel, karena pengawasan ini sangat penting,” katanya.
Asep Devo mengingatkan bahwa proyek pembangunan sekolah yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai hampir Rp7 miliar tersebut memiliki risiko tinggi terhadap praktik pemanfaatan untuk kepentingan pribadi atau golongan jika tidak diawasi secara ketat.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan