TASIKMALAYA, MNP — Musim kemarau panjang yang memicu kekeringan di kawasan Objek Wisata Situ Gede, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, kian memukul perekonomian warga sekitar, Minggu (18/10/2026).
Menyusutnya debit air danau alami tersebut dalam 4 hingga 5 bulan terakhir tidak hanya mengubah lanskap kawasan wisata, melainkan juga melumpuhkan mata pencaharian masyarakat kecil yang bergantung pada ekosistem Situ Gede.
Salah seorang pedagang ikan tangkapan asli Situ Gede, Ratna, mengungkapkan kekecewaannya atas penurunan drastis pendapatan akibat menyusutnya air situ. Pasokan ikan tangkapan merosot tajam, berimbas langsung pada sepinya pembeli dan pelanggan harian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hasil tangkapan ikan sangat berkurang drastis, langganan juga ikut berkurang. Kondisi ekonomi terasa sangat parah bagi kami rakyat kecil. Kekeringan baru terasa 4 sampai 5 bulan ini tapi dampaknya sudah sangat parah. Kami sangat berharap hujan segera turun karena kami bergantung pada air,” tutur Ratna dengan nada prihatin, Minggu (18/10/2026).
Kondisi Situ Gede yang mengering turut mengubah pola aktivitas di kawasan tersebut. Saat ini, area danau yang menyusut tak lagi diramaikan oleh wisatawan, melainkan didatangi warga dari berbagai daerah untuk mengarit rumput.
Para pencari rumput tersebut bahkan datang dari wilayah pelosok Kabupaten Tasikmalaya hingga Kabupaten Pangandaran, seperti dari Cikatomas dan Karangnunggal, demi mendapatkan pakan hijau untuk ternak mereka.
Kondisi ini menjadi cerminan nyata betapa dampak kekeringan di Kota Tasikmalaya telah meluas dan menyentuh sektor-sektor vital perekonomian masyarakat bawah, mulai dari perikanan darat, perdagangan lokal, hingga peternakan.
Warga berharap adanya perhatian dan penanganan dari pemerintah daerah sembari menantikan tibanya musim.
![]()
Penulis : Ist
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan