Situ Gede Tasikmalaya Mengering, Pedagang Ikan Menjerit Hasil Tangkapan Anjlok

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP — Musim kemarau panjang yang memicu kekeringan di kawasan Objek Wisata Situ Gede, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, kian memukul perekonomian warga sekitar, Minggu (18/10/2026).

Menyusutnya debit air danau alami tersebut dalam 4 hingga 5 bulan terakhir tidak hanya mengubah lanskap kawasan wisata, melainkan juga melumpuhkan mata pencaharian masyarakat kecil yang bergantung pada ekosistem Situ Gede.

Salah seorang pedagang ikan tangkapan asli Situ Gede, Ratna, mengungkapkan kekecewaannya atas penurunan drastis pendapatan akibat menyusutnya air situ. Pasokan ikan tangkapan merosot tajam, berimbas langsung pada sepinya pembeli dan pelanggan harian.

“Hasil tangkapan ikan sangat berkurang drastis, langganan juga ikut berkurang. Kondisi ekonomi terasa sangat parah bagi kami rakyat kecil. Kekeringan baru terasa 4 sampai 5 bulan ini tapi dampaknya sudah sangat parah. Kami sangat berharap hujan segera turun karena kami bergantung pada air,” tutur Ratna dengan nada prihatin, Minggu (18/10/2026).

Kondisi Situ Gede yang mengering turut mengubah pola aktivitas di kawasan tersebut. Saat ini, area danau yang menyusut tak lagi diramaikan oleh wisatawan, melainkan didatangi warga dari berbagai daerah untuk mengarit rumput.

Para pencari rumput tersebut bahkan datang dari wilayah pelosok Kabupaten Tasikmalaya hingga Kabupaten Pangandaran, seperti dari Cikatomas dan Karangnunggal, demi mendapatkan pakan hijau untuk ternak mereka.

Kondisi ini menjadi cerminan nyata betapa dampak kekeringan di Kota Tasikmalaya telah meluas dan menyentuh sektor-sektor vital perekonomian masyarakat bawah, mulai dari perikanan darat, perdagangan lokal, hingga peternakan.

Warga berharap adanya perhatian dan penanganan dari pemerintah daerah sembari menantikan tibanya musim.

Loading

Penulis : Ist

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Tanam Jagung Pipil di Lahan 1 Hektare
PPK Cetak Sawah Sulsel di Luwi Utara Tetap Bungkam! Ada Apa di Balik Anggaran Rp11 Juta Per Hektare?
Progres Pemulihan Bencana Pakpak Bharat Dinilai Positif, Satgas PRR Siapkan Laporan untuk Presiden
Warga Perumahan Mutiara Citra Gelar Tasyakur Binikmat, Apresiasi Pembangunan Dana Reses
Fraksi PKB Tasikmalaya Ingatkan Viman-Diky: Pemerintah Jangan Kerja Sendiri, Banyak Target RPJMD Tak Relevan
Kritik HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Ketua MUI Ingatkan Sumpah Jabatan: Rakyat Butuh Bukti, Bukan Seremoni
Publik Bertanya, Kenapa KDM Pilih Absen di Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya?
Hadiah atau Umpan? Tokoh Muda Ansor Pertanyakan Etika Promosi Komersial Menyasar Siswa SD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Situ Gede Tasikmalaya Mengering, Pedagang Ikan Menjerit Hasil Tangkapan Anjlok

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Tanam Jagung Pipil di Lahan 1 Hektare

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:58 WIB

PPK Cetak Sawah Sulsel di Luwi Utara Tetap Bungkam! Ada Apa di Balik Anggaran Rp11 Juta Per Hektare?

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Progres Pemulihan Bencana Pakpak Bharat Dinilai Positif, Satgas PRR Siapkan Laporan untuk Presiden

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Warga Perumahan Mutiara Citra Gelar Tasyakur Binikmat, Apresiasi Pembangunan Dana Reses

Berita Terbaru