Sinergi Lapas Cipinang dan Akademisi: Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Workshop Kewirausahaan Berkelanjutan

Rabu, 28 Mei 2025 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, MNP – Komitmen pembinaan yang inklusif dan berkelanjutan kembali ditunjukkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang melalui kolaborasi strategis dengan kalangan akademisi.

Bersama Akademisi Universitas Suryadarma dan Universitas Kosgoro 1957, Lapas Cipinang gelar Workshop Kemandirian Warga Binaan bertajuk “Motivasi dalam Membuka Usaha Baru untuk Warga Binaan”, yang berlangsung di Aula Lapas Cipinang.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Ahmad Faisal dari Universitas Suryadarma dan Dr. Noerlina Anggraeni, Direktur Pengembangan Pusat Profesi dan Bahasa Universitas Kosgoro.

Workshop dirancang sebagai media transfer pengetahuan dan motivasi, khususnya dalam membuka peluang usaha berbasis lingkungan yang dapat diterapkan oleh Warga Binaan baik selama maupun setelah masa pembinaan.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menyampaikan apresiasi atas kerja sama ini dan menegaskan bahwa kemitraan dengan dunia akademik menjadi elemen penting dalam penguatan program pembinaan.

“Kami meyakini bahwa keberhasilan pembinaan tidak bisa dilakukan secara parsial. Kolaborasi seperti ini menjembatani teori dan praktik, serta membuka wawasan Warga Binaan terhadap potensi nyata yang bisa mereka kembangkan. Tujuan kami bukan hanya membebaskan secara hukum, tetapi juga memerdekakan secara mental dan ekonomi,” tegasnya, Rabu (28/5/2025).

Dalam sesi pertama, Dr. Ahmad Faisal menyampaikan materi seputar prinsip dasar membangun usaha, strategi mengenali peluang pasar, serta pentingnya keberanian memulai dan konsistensi dalam menghadapi tantangan dunia bisnis pasca-pembebasan.

Sesi berikutnya dipandu oleh Dr. Noerlina Anggraeni, yang memperkenalkan konsep Eco Enzyme—produk berbasis olahan limbah organik yang ramah lingkungan dan memiliki nilai jual tinggi. Ia juga menekankan bahwa bisnis berbasis keberlanjutan bisa menjadi gerakan sosial sekaligus sumber pendapatan jangka panjang.

“Eco Enzyme bukan hanya produk ramah lingkungan, tapi juga peluang usaha dengan dampak sosial. Dengan keterlibatan warga binaan, kita bisa mengubah lapas menjadi pusat pembelajaran dan produksi yang berdaya guna,” jelas Dr. Noerlina.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta. Salah satu Warga Binaan, AR (28 tahun), mengaku terinspirasi dan mulai merancang rencana usaha kecil setelah bebas nanti.

“Saya tidak pernah menyangka bisa belajar tentang bisnis dan lingkungan di dalam lapas. Setelah mendengar langsung dari para dosen, saya percaya diri untuk bangkit. Saya ingin membuktikan bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan,” ungkap AR.

Kegiatan ini menandai sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan institusi pendidikan dalam mendukung visi pembinaan berbasis kemandirian.

Melalui program seperti ini, Lapas Cipinang terus memperluas ruang kolaborasi demi mewujudkan pembinaan yang Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat, serta membekali Warga Binaan dengan keterampilan dan mentalitas produktif untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Berlaku Hingga 17 November, Ini Syarat Manfaatkan Program Keringanan PBB-P2 Kota Tasikmalaya
Kopi Cakbrun, Hadirkan Aroma Khas Lereng Gunung Cakarabuana, Siap Tembus Pasar Internasional
Semarak HUT ke-25 Kota Tasikmalaya: Kecamatan Kawalu Kobarkan Semangat Warga dan Gotong Royong
Kurang dari 24 Jam, Polres Bogor Berhasil Bekuk Pelaku Pembacokan Bobotoh
Tiga Isu Dugaan Korupsi DLH, CSR Bank Sulselbar dan Sumur Bor, MNP Tantang Kejari Enrekang Buka Suara: Ada atau Tidak Ada?
Antisipasi Gangguan Keamanan, Polsek Arungkeke Jaga Wilayah Hukum Tetap Kondusif
Revitalisasi SD Muhammadiyah Bojong Garut Berjalan Sesuai Juknis, Anggaran APBN Capai Rp1,97 Miliar
Bantah Semua Tudingan Warga, Owner Kings Family Karaoke Pertimbangkan Langkah Hukum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Berlaku Hingga 17 November, Ini Syarat Manfaatkan Program Keringanan PBB-P2 Kota Tasikmalaya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Kopi Cakbrun, Hadirkan Aroma Khas Lereng Gunung Cakarabuana, Siap Tembus Pasar Internasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Semarak HUT ke-25 Kota Tasikmalaya: Kecamatan Kawalu Kobarkan Semangat Warga dan Gotong Royong

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Kurang dari 24 Jam, Polres Bogor Berhasil Bekuk Pelaku Pembacokan Bobotoh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Tiga Isu Dugaan Korupsi DLH, CSR Bank Sulselbar dan Sumur Bor, MNP Tantang Kejari Enrekang Buka Suara: Ada atau Tidak Ada?

Berita Terbaru