Selamatkan Petani dari Ancaman El Nino, Pemkab Enrekang Gandeng Jasindo, 1.590 Ha Padi-Jagung Dijamin Anti Gagal

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENREKANG, MNP – Kabar gembira dan penuh harapan akhirnya datang bagi ribuan petani di Kabupaten Enrekang.

Di tengah ancaman perubahan iklim ekstrem dan bayang-bayang fenomena El Nino yang bisa menyapu bersih hasil panen dalam semalam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang di bawah kepemimpinan Bupati Muh. Yusuf Ritangnga dan Wakil Bupati Andi Tenri Liwang mengambil langkah berani dan revolusioner.

Pemkab secara resmi menggandeng PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) untuk memberikan perlindungan total terhadap 1.500 hektare lahan pertanian produktif, sebuah program penyelamat yang selama ini hanya menjadi mimpi bagi petani kecil di pegunungan.

Langkah monumental tersebut dituangkan secara resmi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung khidmat di Ruang Rapat Bupati Enrekang, Rabu (7/10/2026).

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPHP) Enrekang dengan perwakilan PT Asuransi Jasa Indonesia, dan disaksikan langsung oleh Bupati Enrekang Muh. Yusuf Ritangnga, Sekda Enrekang Zulkarnain Kara, serta seluruh jajaran pimpinan OPD.

Momen ini bukan sekadar seremoni tanda tangan, melainkan tonggak sejarah baru perlindungan pertanian di Bumi Massenrempulu.

Sebanyak 1.500 hektare lahan yang akan diasuransikan tersebut dirinci secara jelas, yakni 1.000 hektare untuk lahan padi sawah dan 500 hektare untuk lahan jagung.

Kedua komoditas ini merupakan tulang punggung ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat Enrekang. Dengan adanya asuransi ini, jika petani mengalami gagal panen akibat banjir, kekeringan, serangan hama penyakit, atau dampak El Nino, mereka tidak akan lagi menanggung kerugian sendirian.

Jasindo akan memberikan ganti rugi, sehingga modal petani untuk musim tanam berikutnya tetap aman dan dapur keluarga tetap mengepul.

Program perlindungan ini sejatinya bukanlah program dadakan. Ini merupakan kelanjutan dan penyempurnaan dari komitmen Pemkab Enrekang yang pada tahun 2025 lalu telah berhasil melindungi 1.000 hektare lahan dari ancaman gagal panen. Artinya, Pemkab Enrekang terus meningkatkan skala perlindungan dari tahun ke tahun.

Bupati Enrekang, Muh. Yusuf Ritangnga, dalam sambutannya dengan nada tegas dan penuh empati menegaskan bahwa perlindungan petani dari risiko gagal panen adalah janji politik dan komitmen hati nuraninya bersama Wakil Bupati Andi Tenri Liwang sejak hari pertama dilantik memimpin Enrekang.

“Sejak awal kami dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati, salah satu prioritas kami adalah bagaimana memikirkan persoalan gagal panen. Kita tahu persis petani sangat tergantung pada kondisi alam, sehingga jaminan gagal panen ini sangat penting bagi mereka,” kata Yusuf Ritangnga dengan suara lantang di hadapan para hadirin.

Menurutnya, tidak ada artinya pembangunan infrastruktur megah jika petani yang menjadi penjaga perut daerah justru dibiarkan menangis saat sawahnya mengering atau padinya diserang hama. Program ini adalah wujud kehadiran negara di tengah lumpur sawah petani.

Lebih jauh, Bupati yang dikenal dekat dengan rakyat itu menjelaskan bahwa kondisi pertanian Enrekang yang berada di dataran tinggi sangat dipengaruhi oleh cuaca dan iklim yang tidak menentu.

Oleh karena itu, program asuransi ini sekaligus menjadi langkah mitigasi cerdas Pemkab Enrekang dalam menghadapi dampak El Nino yang diprediksi masih akan mengintai hingga akhir tahun.

“Hari ini ada dua PKS, yakni untuk padi dan jagung. Mudah-mudahan berikutnya bisa ada PKS untuk komoditas hortikultura seperti bawang merah, kentang, dan sayuran yang juga menjadi unggulan Enrekang,” ujarnya, memberi sinyal bahwa perlindungan akan diperluas ke semua komoditas.

Yusuf Ritangnga juga tidak menutup-nutupi tantangan besar di balik program mulia ini. Ia secara jujur mengungkapkan bahwa pembahasan dengan Jasindo telah dilakukan sejak lama dan membutuhkan perjuangan anggaran yang tidak sedikit.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Sohibul Iman Soroti Ancaman Konten Instan di Era Digital: Medsos Harus Mencerdaskan, Bukan Melumpuhkan Daya Kritis
Lumiland Dadaha, Suguhkan 5 Juta Lampu, Potensi Jadi PAD Kota Tasikmalaya
Daya Tarik Festival Lumiland Dadaha Potensi Penyumbang PAD Kota Tasikmalaya
Kepala SMPN 1 Petarukan: Pramuka Bukan Sekadar Ekskul, Tapi Pembentuk Karakter
H. Rana Nur Alamsyah: Fun Bike TOF 2026 Bukan Sekadar Gowes, Momentum Pererat Silaturahmi Warga
Elis Lisnawati: Pelaku Budaya Jangan Hanya Dibutuhkan, Pemerintah Harus Hargai dan Didukung Merata
Di Milangkala ke-9 Sabodo Debus Extreme, Budayawan Minta Pemerintah Serius Lestarikan Seni Sunda
Fun Bike Gowes Bareng Pemuda Tasik dan BSS Meriahkan Milangkala ke-25 Kota Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Selamatkan Petani dari Ancaman El Nino, Pemkab Enrekang Gandeng Jasindo, 1.590 Ha Padi-Jagung Dijamin Anti Gagal

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Sohibul Iman Soroti Ancaman Konten Instan di Era Digital: Medsos Harus Mencerdaskan, Bukan Melumpuhkan Daya Kritis

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Lumiland Dadaha, Suguhkan 5 Juta Lampu, Potensi Jadi PAD Kota Tasikmalaya

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Daya Tarik Festival Lumiland Dadaha Potensi Penyumbang PAD Kota Tasikmalaya

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Kepala SMPN 1 Petarukan: Pramuka Bukan Sekadar Ekskul, Tapi Pembentuk Karakter

Berita Terbaru