Sanghyang Kenit, Aliran Sungai Citarum Purba yang Eksotis

Sabtu, 7 September 2024 - 06:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab Bandung Barat, MNP – Secara administratif, Sanghyang Kenit berlokasi di Cisameng, Rajamandala Kulon, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, lokasinya dekat dari PLTA Rajamandala.

Memang, jaraknya cukup jauh dari pusat Kota Bandung. Jika dilihat dari Google Maps, wisatawan harus menempuh jarak sekitar 45 kilometer atau 1,5 jam perjalanan dengan berkendara mobil.

Namun jangan khawatir, akses menuju Sanghyang Kenit terbilang cukup mudah. Pengunjung bisa masuk lewat pintu utama yang berada di Gapura Waduk Saguling, Cipatat, Bandung Barat. Dari situ, cukup ikuti arahan sesuai Google Maps dan akhirnya tiba di objek wisata.

Kondisi jalan menuju Sanghyang Kenit juga tidak sulit untuk ditemukan dan aksesnya pun sudah mumpuni, dapat dilalui mobil, elf bahkan bus kecil.

Tak jauh dari parkiran, lokasi yang dituju pun sudah di depan mata. Pengunjung cukup berjalan kaki beberapa menit saja.

Daya tarik utama dari Sanghyang Kenit adalah wisata susur gua. Pengunjung dapat menyusuri gua yang merupakan aliran sungai bawah tanah. Lalu di dalamnya terdapat stalaktit dan stalagmit.

Mengutip laman resmi Provinsi Jawa Barat, Sanghyang Kenit merupakan aliran Sungai Citarum Purba. Untuk aliran sungai tersebut hulunya berada di Cisanti, Kabupaten Bandung, sampai ke Waduk Cirata.

Dibendungnya aliran Sungai Citarum Purba ke PLTA Rajamandala membuat air yang mengalir di Sanghyang Kenit menjadi dangkal. Hal itu membuat arus sungai jadi lebih tenang yang mengalir di antara bebatuan purba.

Dan ketika debit air di bendungan PLTA Rajamandala tinggi, maka pintu airnya akan dibuka sehingga aliran sungai di Sanghyang Kenit menjadi deras, sehingga wisatawan jika beruntung bisa menyaksikan suasana Sanghyang Kenit di saat surut dengan pemandangan bebatuannya yang memukau.

Dan di saat tertentu jika waktunya pas ketika pintu air PLTA dibuka, wisatawan akan menyaksikan derasnya aliran air Sanghyang kenit yang berwarna kebiri biruan. Ketika aliran air deras seperti ini wisatawan bisa memanfaatkannya untuk berwisata arung jeram yang disediakan oleh pengelola.

Sanghyang Kenit sendiri menurut cerita merupakan lokasi peninggalan para dewa, Sanghyang Kenit merupakan tempat sakral yang tak kasat mata.

Sanghyang “Sang” merupakan kata sandang dipergunakan untuk menghargai para leluhur jaman dahulu sedangkan “Hyang” merupakan kata Sunda itu artinya menyepi kalau sekarang itu dikenal dengan semedi.

Kalau Kenit-nya sendiri, masyarakat di sini percaya bahwa itu kambing warna hitam yang mempunyai sabuk warna putih melingkar itu domba kenit katanya begitu, yang dulu di sembelih di lokasi Sanghyang ini. Jadilah Sanghyang Kenit.

Adapun Perbedaan Sanghyang Kenit dengan sanghyang – sanghyang lain yang ada di daerah tersebut yaitu kalau sanghyang yang di atas itu merupakan batu kali yang hitam sedangkan Sanghyang Kenit sendiri ini merupakan batuan gamping batuan putih batu kapur.

Untuk akses ke Sanghyang Kenit paling dekat dari parkiran dibanding dengan Sanghyang Poek, Sanghyang Heuleut itu kita perlu tracking puluhan menit untuk sampai ke lokasinya.

Fungsi Sanghyang Kenit selain sebagai tempat wisata, aliran airnya dimanfaatkan masyarakat untuk pengairan sawah dan sebagian dipakai untuk kehidupan sehari – hari seperti untuk mencuci pakaian.

Sanghyang Kenit sendiri ini dibuka untuk wisata tahun 2019 akhir. Untuk masuk ke Sanghyang Kenit ini berbayar tiket masuknya per orang Rp. 8.000 termasuk asuransi ini juga kerjasama dengan Indonesia Power yang mempunyai lahan parkir atas. Tempat ini dikelola oleh masyarakat sekitar (Karang Taruna).

Sanghyang Kenit jadi tempat wisata merupakan kolaborasi antara Indonesia Power, Satgas Citarum Harum dan Karang Taruna.

Aktifitas yang bisa kita lakukan di Sanghyang Kenit adalah foto-foto di bebatuan purba , main air , berenang (dengan memakai pelampung, susur Gua, Arung Jeram dan bersantai di warung warung yang berada disekitar lokasi wisata sambil menikmati indahnya Sanghyang Kenit.

Bagi wisatawan yang ingin arung jeram, biaya perorangnya dikenakan Rp 150.000/orang sudah termasuk transportasi di lapangan dan biaya makan.

Selain arung jeram, pengunjung dapat menikmati wisata susur goa dengan track bervariasi, untuk jarak pendek sekitar 50 meteran pengunjung dikenakan biaya Rp. 25.000/orang.

Adapun pengunjung yang ingin menikmati Gua sejauh sekitar 600 meter maka akan dikenakan biaya Rp. 150.000/ orang. Biaya Rp. 150.000/orang tersebut untuk guide, biaya keamanan berupa APD, pelampung, helm, dan penerangan serta makan dengan minimal peserta 5 orang

Gua ini tembus ke Sanghyang Tikoro. Jarak dari Sanghyang Kenit sampai Sanghyang Tikoro kurang lebih 600 meter dengan durasi perjalanan sekitar 1 jam tapi kadang yang lama itu saat pengambilan dokumentasi karena batunya itu bagus – bagus seperti kristal yang menyala.

Kenapa keamanannya ada pelampung karena rute dari Sanghyang Kenit – ke Sanghyang Tikoro ini melewati 2 rute, yang pertama rute kering yang hanya melewati bebatuan saja untuk sampai ke Sanghyang Tikoro kemudian dilanjut rute basah yang diwajibkan untuk pelampung karena ketinggian airnya bisa mencapai dada orang dewasa.

Demikian ulasan mengenai Objek Wisata Sanghyang Kenit. Jadi, tertarik untuk menghabiskan waktu libur bersama teman, keluarga, atau sahabat di Sanghyang Kenit?

Loading

Penulis : Ahmad Sofwan

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Evakuasi Beres 30 Menit! Pohon Tumbang Tutup Jalur Nasional Bandung–Garut
Garut Utara Harga Mati! Perjuangan Nyata Kunci Lahirnya Daerah Otonomi Baru
Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Lahan Kering di Pemalang Terbakar
Kanwil Ditjenpas DK Jakarta Perkuat Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi
Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah
Marak Pengamen dan Pengemis, Satpol PP Pemalang Turun Tangan Beri Pengarahan
Tangkap Pembobol Rumah di Kalianda, Polisi Ungkap Dua Kasus Curanmor Sekaligus
Wujud Sedekah Jariyah, Keluarga Almarhum Azis Riyono Wakafkan Al-Qur’an di Tiga Masjid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:02 WIB

Evakuasi Beres 30 Menit! Pohon Tumbang Tutup Jalur Nasional Bandung–Garut

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:10 WIB

Garut Utara Harga Mati! Perjuangan Nyata Kunci Lahirnya Daerah Otonomi Baru

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Lahan Kering di Pemalang Terbakar

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:48 WIB

Kanwil Ditjenpas DK Jakarta Perkuat Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:28 WIB

Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah

Berita Terbaru

Berita terbaru

Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah

Kamis, 16 Jul 2026 - 13:28 WIB