Pulihkan Psikologis, Polres Garut Luncurkan Tim Trauma Healing Pasca Insiden Disposal Amunisi 

Kamis, 15 Mei 2025 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Polres Garut meluncurkan Tim Trauma Healing yang difokuskan kepada anak-anak di wilayah terdampak. Kamis (15/05/2025).

Hal itu sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi psikologis masyarakat pasca insiden pemusnahan amunisi di Kampung Cimerak, Desa Sagara, Kecamatan Cibalong.

Kegiatan ini turut dihadiri Camat Cibalong, Kapolsek Cibalong, Ketua PKK Kecamatan Cibalong sebagai bentuk sinergi antara aparat keamanan, pemerintah setempat serta elemen masyarakat dalam mendukung pemulihan pasca kejadian.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Garut, AKP Wien Christyaningsih, S.H., tim terdiri dari personel Personil Polres Garut bersama personil Polsek Cibalong.

Tim trauma healing yang telah dibentuk akan bekerja langsung dengan warga, memberikan konseling, serta mendampingi mereka dalam proses pemulihan mental.

Mereka memberikan pendampingan psikologis melalui metode interaktif dan edukatif yang menyenangkan bagi anak-anak.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengikuti berbagai sesi seperti ice breaking, permainan (games), serta pemberian motivasi guna membantu mereka mengatasi trauma.

Selain itu, anak-anak juga diberi bingkisan berupa mainan dengan harapan dapat membangkitkan keceriaan dan rasa bahagia, yang penting untuk memulihkan kondisi emosional anak agar mereka bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kabag SDM AKP Wien Christyaningsih mengatakan tujuan utama kegiatan ini untuk memulihkan semangat anak-anak agar dapat kembali beraktivitas dengan rasa aman dan penuh keceriaan di lingkungan mereka.

Kepolisian menyadari bahwa dampak psikologis dari kejadian ini sangat besar, terutama bagi anak-anak dan keluarga yang tinggal di sekitar lokasi.

“Oleh karena itu, kami membentuk tim trauma healing yang terdiri dari psikolog, tenaga medis, dan petugas kepolisian untuk memberikan dukungan,” ujar AKP Wien.

Polres Garut berkomitmen untuk terus menghadirkan pendekatan humanis dalam menangani dampak insiden yang berpotensi menimbulkan gangguan psikologis, terutama kepada kelompok rentan seperti anak-anak.

Loading

Penulis : M.Karno

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Nestapa Warga Bogor Penggali Kubur: Sering Kelaparan, Hidup Sebatang Kara di Rumah Lapuk
Dengar Aspirasi Langsung di Lapangan, Kapolres Bogor Canda Tawa Ngariung Bareng Ojol
Epi Mulyana Tekankan Deteksi Dini Kekerasan Anak: Keluarga dan Lingkungan Jangan Tutup Mata
Rampung Renovasi Kubah Masjid Miftahul Jannah, Warga RW 11 Cikiara Padukan Edukasi PPA dan Kegiatan Sosial
Polsek Mangkubumi Gelar Doa dan Tahlilan Kenang Pengabdian Almarhum H. Efri Priyanto
Oknum Kades di Kecamatan Rakit kulim Akui Pungutan PETI Rp5 Juta, Pengepul Rp20 Ribu per Gram
Buntut Insiden di Tugu Kujang, Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf ke Insan Pers
Parang Melukai Pria 79 Tahun di Ampah Kota, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Nestapa Warga Bogor Penggali Kubur: Sering Kelaparan, Hidup Sebatang Kara di Rumah Lapuk

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dengar Aspirasi Langsung di Lapangan, Kapolres Bogor Canda Tawa Ngariung Bareng Ojol

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Epi Mulyana Tekankan Deteksi Dini Kekerasan Anak: Keluarga dan Lingkungan Jangan Tutup Mata

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Rampung Renovasi Kubah Masjid Miftahul Jannah, Warga RW 11 Cikiara Padukan Edukasi PPA dan Kegiatan Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Polsek Mangkubumi Gelar Doa dan Tahlilan Kenang Pengabdian Almarhum H. Efri Priyanto

Berita Terbaru