Bogor, MNP –
Bismillaahirrohmaanirrohiim, semoga via advertorial/publikasi kinerja 2025, yang dipublish di Media Nasional Potret (MNP) edisi tahun ini dapat membuat kecamatan Dramaga lebih dikenal luas.
Baik oleh masyarakat lokal maupun manca negaranya, yang ada di dalam maupun di Luar Negeri. Untuk itulah, izinkan Kami memulai dari historiografi kecamatan ini dari awal berdirinya hingga saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dramaga diawali dari masa jaya Kerajaan Pajajaran, wilayahnya berfungsi sebagai salah satu pelabuhan sungai yang cukup ramai, itu ditunjukan dengan namanya “Dramaga” itu sendiri, yang berarti dermaga (di dalam bahasa Sunda : red).
Dalam kapasitas dermaganya kala itu, mobilitas pelaku usaha dengan beragam transaksi yang berlaku di masanya, di wilayah tersebut keramaian nyaris tiada matinya, sebab antara wilayah satu dengan wilayah yang lainnya, sama sama saling membutuhkan beragam transaksi dagang, demikian lebih kurangnya.
Lalu dimasa VOC berkuasa, wilayah ini dijadikan daerah perkebunan yang amat luas di bawah kekuasaan sosok Tuan Tanah bernama Gerrit Williem Casimir (yang lebih dikenal sebagai GWC) Vaan Motman saat itu. Kemudian secara administratif, wilayah Dramaga dibentuk menjadi kecamatan pemekaran dari kecamatan Ciomas, itu dari 11 Januari 1992.
Untuk hari jadinya itu, belakangan jadi disesuaikan Hari jadi Bogor, yakni 3 Juni. Sempat alami dampak perluasan wilayah signifikan, dimasuk kan ke wilayah Kota Madya Bogor, di 1995 lalu (sekarang Kota Bogor : red).
Dimulai dengan dilepasnya Lima wilayah desa berikut ini : Desa Margajaya, Balumbangjaya, Setugede, Bubulak dan Sindang Barang. Yang kesemuanya menjadi wilayah Kelurahan di kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor hingga saat ini. Yang mana di era reformasi saat ini, wilayah kecamatan Dramaga, dipimpin seorang Camat bernama Atep Soleh Sumaryo.
Memiliki 10 Desa di dalam wilayahnya, serta segudang aktifitas dinamis dalam menjalankan kinerja pemerintahannya, sebagai Perpanjangan Tangan dari PemKab Bogor. Kecamatan Dramaga belakangan, telah mengalami transformasi di hampir berbagai bidang.
Tranformasi masa lampau ke masa kini, Kec Dramaga tampil menguatkan Literasinya di wilayah Kabupaten Bogor. Literasi sebagai Inisiator, Inovator plus Motivator, Moderator, Koordinator dan Eksekutor beragam realisasi program kebijakan Pemda diatasnya (PemKab Bogor : red).
Dari deskripsi di atas tadi, PERS MNP selaku mitra kerjanya, telah diizinkan untuk dapat menyajikan deretan kinerja, beserta prestasi kinerjanya melalui Publikasi Kinerja ini, dengan merangkum hingga menayangkan beberapa hal yang pernah di dokumentasi juga dipublikasikan di MNP.
Dalam kurun waktu antara minggu ketiga di Desember 2024 lalu, Januari hingga awal September 2025 (dari periode tahun berjalannya), yang kurang lebihnya berikut ini.













![]()
Penulis : Asep Didi/Tim
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan