Proyek Rp5 Miliar Puskesmas Dayu Diduga Dikerjakan Asal-asalan, Fasilitas Banyak Tak Berfungsi

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARITO TIMUR, MNP – Proyek pembangunan UPTD Puskesmas Dayu dengan nilai anggaran lebih dari Rp5 miliar yang dikerjakan oleh CV. Hipka Group Pusat Palangka Raya menuai sorotan tajam.

Sejumlah pegawai internal puskesmas mengungkapkan bahwa hasil pekerjaan diduga jauh dari standar dan terkesan dikerjakan asal-asalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, berbagai kerusakan dan ketidaksesuaian ditemukan di sejumlah bagian bangunan.

Di antaranya, pemasangan keramik yang banyak dalam kondisi kosong dan tidak merekat dengan baik, serta atap bangunan yang sudah mengalami kebocoran di beberapa titik penting seperti selasar depan, loket pelayanan, hingga ruang apoteker.

Tak hanya itu, fasilitas penunjang juga dinilai tidak berfungsi maksimal. Lampu pada papan nama “Puskesmas” dilaporkan tidak menyala, begitu pula dengan tulisan “UGD” yang seharusnya menjadi penanda layanan darurat.

Kondisi pintu juga dikeluhkan karena tidak dapat dikunci secara optimal, sehingga berpotensi mengganggu keamanan.

Permasalahan lain yang tak kalah krusial adalah sumur bor yang tidak berfungsi, padahal menjadi sumber utama kebutuhan air bersih.

Ironisnya, posisi bangunan disebut terlalu dekat dengan septic tank atau toilet, yang dikhawatirkan dapat berdampak pada aspek kesehatan lingkungan.

Selain itu, penataan lingkungan proyek juga dinilai amburadul. Sisa material bangunan tampak dibiarkan begitu saja tanpa penanganan, mencerminkan lemahnya pengawasan dan tanggung jawab pelaksana proyek.

“Banyak yang tidak beres. Dari awal kami sudah lihat kualitasnya meragukan, tapi tetap dilanjutkan,” ujar salah satu pegawai UPTD Puskesmas Dayu yang enggan disebutkan namanya, Selasa (17/3/2026).

Yang menjadi perhatian serius, proyek pembangunan ini diketahui turut didampingi oleh tim dari Kejaksaan Negeri Barito Timur. Namun demikian, fakta di lapangan justru menimbulkan tanda tanya besar terkait efektivitas pengawasan yang dilakukan.

Publik kini mendesak adanya audit menyeluruh serta investigasi mendalam terhadap proyek tersebut.

Pasalnya, anggaran miliaran rupiah yang bersumber dari uang negara seharusnya menghasilkan fasilitas kesehatan yang layak dan berkualitas, bukan justru menyisakan persoalan yang merugikan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV. Hipka Group maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi.

Loading

Penulis : Yulius Yartono

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Menuju Tasik Hejo, Moka Sukapura Tanam Pohon Buah di Objek Wisata Galunggung
Situ Gede Kering Parah, Aktivitas Tambang Galian C Diduga Jadi Pemicu
Dukung Ketahanan Pangan, Kelompok Tani MAKMUR JAYA 02 Rajapolah Resmi Berdiri
Kapolsek Dusun Tengah Pimpin Langsung Ground Check Titik Hotspot di Kecamatan Paku
Ampera AY Mebas: Provinsi Kalteng Alokasikan Rp10 Miliar untuk Pengaspalan Jalan Patung-Hayaping
Petani dan Warga Pakpak Bharat Dukung Kebijakan Pemerintah Terkait X Star Subsidi BBM
Polsek Dusun Tengah Olah TKP Jenazah Diduga Gantung Diri di Komplek Pasar Subuh Ampah
14 Tahun Mengabdi, IWO Berbagi Kebahagiaan di SD Muhammadiyah Bukit Duri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Menuju Tasik Hejo, Moka Sukapura Tanam Pohon Buah di Objek Wisata Galunggung

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Situ Gede Kering Parah, Aktivitas Tambang Galian C Diduga Jadi Pemicu

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kelompok Tani MAKMUR JAYA 02 Rajapolah Resmi Berdiri

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Kapolsek Dusun Tengah Pimpin Langsung Ground Check Titik Hotspot di Kecamatan Paku

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Ampera AY Mebas: Provinsi Kalteng Alokasikan Rp10 Miliar untuk Pengaspalan Jalan Patung-Hayaping

Berita Terbaru

Berita terbaru

Situ Gede Kering Parah, Aktivitas Tambang Galian C Diduga Jadi Pemicu

Minggu, 9 Agu 2026 - 19:24 WIB