Pengukuhan Jabatan Guru Besar FPIK UNPAD, Prof Dr Yudi N. Ihsan S.Pi., M.Si Beberkan Orasi Ilmiahnya

Rabu, 29 Mei 2024 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, MNP – Sejumlah Dekan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran (FPIK UNPAD) dikukuhkan di Graha Sanusi Hardjadinata Jl. Dipatiukur Bandung, Jawa Barat, Selasa malam (28/5/2024).

Salah satunya Prof. Dr. sc. agr. Yudi N. Ihsan, S.Pi., M.Si yang merupakan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran (FPIK UNPAD)

Dalam pidato pengukuhan dan orasi ilmiah jabatan guru besar UNPAD dengan judul Inovasi dalam Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan memaparkan, bahwa potensi Indonesia di bidang kelautan dan perikanan sangat besar, disertai permintaan terhadap sumber daya alam dan jasa lingkungan kelautan dan perikanan yang terus meningkat.

“Hal ini dapat menjadi keunggulan kompetitif bangsa menuju masyarakat yang maju, makmur, serta sejahtera lahir dan batin,” kata akademisi muda kelahiran Bandung, 1 Desember 1975 ini.

Namun, untuk mewujudkan hal tersebut dalam waktu tidak terlalu lama, diperlukan adanya perubahan paradigma pembangunan, dari land based socio economy development menjadi ocean based economy development dengan memanfaatkan teknologi revolusi industri 4.0.

“Dalam rangka merealisasikan misi ini maka diperlukan kebijakan terobosan yakni dengan memposisikan inovasi dan kolaborasi dalam pembangunan kelautan dan perikanan sebagai platform pembangunan ekonomi,” terang suami dari Dr.rer.nat. Tri Dewi Kusumaningrum Pribadi, M.Si yang dikaruniai 3 orang putra tersebut.

Lebih lanjut Prof Yudi menjelaskan, bahwa belum hadirnya keselarasan dan keadilan dalam pengelolaan sumber kekayaan alam Indonesia mengakibatkan rendahnya kedaulatan pengelolaan sumber kekayaan alam serta rendahnya daya saing sumber daya manusia.

“Kondisi tersebut menghasilkan sebuah paradoks, di satu sisi sumber kekayaan alam sangat besar, di sisi lain tingkat kesejahteraan masyarakat dan pemerataan hasil pembangunan masih memprihatinkan,” ungkap Prof Yudi.

Menurutnya, upaya terbaik yang harus dilakukan adalah memanfaatkan sumber kekayaan alam tersebut untuk kemakmuran masyarakat dengan meningkatkan inovasi dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.

Prof Yudi menyarankan sejumlah inovasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan potensi laut Indonesia, meliputi inovasi sosial, inovasi teknologi, inovasi bioteknologi, dan inovasi lingkungan.

Pada inovasi sosial, dirinya memaparkan bahwa berdasarkan potensi kekayaan alam dan kondisi eksisting bangsa Indonesia, maka dapat disusun rencana pemecahan masalah secara sosial yang didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila terutama nilai keselarasan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan.

Dalam inovasi teknologi, lanjut Prof Yudi, bahwa era disrupsi harus direspons dalam pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan. Jika lambat merespons, bukan tidak mungkin sumber daya laut dan perikanan yang dimiliki Indonesia tidak akan memberi manfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Hal yang dapat dilakukan adalah penguatan sistem informasi dan big data, vessel multi aid dan satelite, serta KJA ramah lingkungan,” saran dia.

Selain itu, pengembangan inovasi dalam pemanfaatan sumber daya perikanan dan kelautan yang berkelanjutan tidak terlepas dari penerapan prinsip-prinsip bioteknologi. Inovasi yang terus berkembang di antaranya adalah aplikasi pada kosmetikal.

“Salah satu inovasi yang harapannya dapat dikembangkan FPIK Unpad adalah dengan memberikan alternatif produk kosmetikal berbahan dasar sumber daya kelautan dan limbah hasil perikanan,” paparnya.

Pasalnya, alternatif tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam merawat kesehatan kulit dengan bahan dasar alami dan aman serta kaya kandungan bioaktif yang bermanfaat.

“Selain itu, juga mengatasi permasalahan limbah hasil industri perikanan dengan memberikan nilai tambah dan mendukung optimalisasi zero waste,” beber Prof Yudi.

Terkait lingkungan, dirinya menyebut salah satu upaya yang diharapkan dapat mendukung kebersihan pesisir dan laut adalah adanya upaya pro-aktif dari setiap elemen masyarakat.

Tak hanya itu, penerapan circular economy juga dapat dilakukan, yaitu pendekatan yang menyeluruh dalam mengelola siklus hidup produk dari awal hingga akhir, mempertimbangkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan. Berbagai inovasi tersebut difokuskan untuk meningkatkan kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap perekonomian.

“Kontribusi yang diharapkan adalah terjadinya peningkatan pada :produksi perikanan; ekspor komoditi perikanan; produk domestik bruto dari sektor kelautan dan perikanan; pungutan atau pajak dari sektor kelautan dan perikanan; lapangan dan penyerapan tenaga kerja dari sektor kelautan dan perikanan; dan pendapatan masyarakat nelayan, pembudidaya ikan, dan masyarakat pesisir lainnya,” kata dia.

Prof Yudi berharap, stakeholder termasuk pemerintah saat ini bisa mewujudkan sejumlah program yang berhubungan dengan dukungan dan dorongan agar sektor Kelautan dan Perikanan yang betul betul dapat maju dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan negara maritim ini.

“Semoga riset dan inovasi pada sektor kelautan dan perikanan dapat terus lebih maju sejalan dengan perkembangan jaman serta dapat menjadi sumber kemajuan dan penggerak roda perekonomian bangsa,” pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan, Inilah sekilas track record Prof. Dr. sc. agr. Yudi Nurul Ihsan, S.Pi., M.Si. selaku bacalon Rektor Universitas Padjadjaran periode 2024-2029.

– Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran (2018 – Sekarang).

– Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan RI Bidang Lingkungan dan Sumberdaya Hayati (2020-2024).

– Anggota Komisi Nasional Pengkajian Stok Ikan (Komnaskajiskan) (2023-2027).

– Anggota Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Provinsi Jawa Barat (2022-2023).

– Ketua Tim Ahli Jawa Barat Bidang Kelautan dan Perikanan (2019)

– Ketua Tim Optimasi dan Sinkronisasi Jawa Barat Bidang Kelautan dan Perikanan (2018).

– Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran (2016-2018).

Riwayat Pendidikan:
1. Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut (Mts dan MA) ,1994.

2. Institut Pertanian Bogor
Gelar Akademik: S.Pi
Tanggal Ijazah: 1999
Jenjang: S1

3. Institut Pertanian Bogor
Gelar Akademik: M.Si
Tanggal Ijazah: 2002
Jenjang: S2.

4. Christian Albrechts Universitat Zu Kiel
Gelar Akademik: Dr.Sc.Agr.
Tanggal Ijazah: 2012
Jenjang: S3.

Loading

Penulis : Ahmad Sofwan

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bawa Celurit Saat Beraksi, Polsek Candipuro Ringkus Komplotan Curanmor
Wali Kota Tasikmalaya Diminta Turun Tangan, Penanganan Dugaan Raib Mesin Mobil Dinsos Lamban?
SPK Desak Kejagung Periksa Dugaan Penyimpangan Investasi Telkom ke GoTo
Media Gathering di Jeneponto, Insan Pers dan BPJS Kesehatan Kupas Tantangan Pelayanan JKN
Penanganan Dinilai Lambat, PWRI Desak Polres Tasikmalaya Kota Transparan Soal Laporan Nikah Siri ‘DAM’
Berantas Narkoba dan HP Ilegal, Rutan Pemalang Gelar Razia Gabungan Bersama APH
Kepala Sekolah di Pemalang Keluhkan Jarak Penempatan Tugas, BKPSDM: Itu Sudah Final
Tempuh Ratusan Kilometer, Sopir Bus Sinar Jaya Kembalikan Dompet Penumpang asal Pemalang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 19:18 WIB

Bawa Celurit Saat Beraksi, Polsek Candipuro Ringkus Komplotan Curanmor

Senin, 25 Mei 2026 - 18:47 WIB

Wali Kota Tasikmalaya Diminta Turun Tangan, Penanganan Dugaan Raib Mesin Mobil Dinsos Lamban?

Senin, 25 Mei 2026 - 18:08 WIB

SPK Desak Kejagung Periksa Dugaan Penyimpangan Investasi Telkom ke GoTo

Senin, 25 Mei 2026 - 15:35 WIB

Media Gathering di Jeneponto, Insan Pers dan BPJS Kesehatan Kupas Tantangan Pelayanan JKN

Senin, 25 Mei 2026 - 14:36 WIB

Penanganan Dinilai Lambat, PWRI Desak Polres Tasikmalaya Kota Transparan Soal Laporan Nikah Siri ‘DAM’

Berita Terbaru

Berita terbaru

Bawa Celurit Saat Beraksi, Polsek Candipuro Ringkus Komplotan Curanmor

Senin, 25 Mei 2026 - 19:18 WIB