Pakpak Bharat, MNP – Ibadah umum umat kristiani bagi pemerintah kabupaten Pakpak Bharat hari ini digelar dengan mengambil tema Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidup bersama (Roma 12: 16a).
Nampak hadir ratusan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di pemerintahan kabupaten Pakpak Bharat. Suasana khidmat terasa saat iringan lantunan lagu dan lagu kidung pujian pada pelaksanaan acara ibadah umum pemerintah kabupaten Pakpak Bharat.
Sekretaris Daerah Pakpak Bharat, Jalan Berutu, S.Pd, MM mengajak segenap aparatur pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat agar sehati dan sepikir, antara atasan dan bawahan harus bersinergi bekerja sama dan sama-sama bekerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ajakan ini disampaikan dalam “Ibadah Umum Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat” hari ini di Bale Sada Arih, Kantor Bupati Pakpak Bharat (03/03/2023) Salak
“Mari kita terapkan seperti apa yang tadi disampaikan oleh bapak Pendeta tadi, mari kita sehati sepikir, maka saya percaya mulai hari ini kita akan dapat anugerah yang sangat luar biasa, ucap dia.
Lebih jauh, Jalan Berutu menyinggung maraknya penggunaan media sosial belakangan ini yang menurut dia sudah menyimpang kearah negative dan banyak disalah gunakan.
“Ini terutama sekali bagi kita semua kalangan Aparatur Negara dalam membina hubungan baik antara atasan dengan bawahan dan sebaliknya saya pernah membaca di Media Sosial seseorang yang isinya lebih kurang begini, “orang yang rajin itu identik dengan penjilat” kata Jalan Berutu.
Menurutnya, ini pemahaman yang keliru, yang benar itu adalah harus sehati dan sepikir antara pimpinan dengan bawahan, ada atau tidak ada pimpinan harus bekerja.
“Silahkan saja orang memberi penilaian penjilat atau apa namanya asalkan tugas dan pekerjaan kita tuntaskan itu yang benar, dan acara kebaktian ini rutin kita laksanakan setiap bulannya,” ujar Sekda.
“Percaya saja bahwa kita akan disayangi semua orang karena kita sayang semua orang, saling menghormati, saling menyayangi, dan saling mengasihi, itu saja cukup, tidak perlu mengumbar segala sesuatu di Media Sosial,” tutup Jalan Berutu.
Sementara itu, Pdt. Mangara Sinamo, M.Th yang hadir sebagai pengkotbah hari ini berpesan agar segenap hadirin lebih bijak dalam penggunaan media social dalam kehidupan sehari-hari.
Pdt Mangara menyebut, media sosial itu bisa menjadi penyebab renggangnya hubungan social, bayangkan tiba-tiba media social ditulis ciri-ciri suamimu yang tidak sayang istri.
“Padahal belum tentu juga apa yang tertulis itu benar semua, istri dirumah terlanjur merajuk, ini bahaya,” jelas dia setengah bercanda dalam khotbahnya.
Pdt Mangara menambahkan, menjadi sehati sepikir itu indah dikhayalkan namun sulit dilakukan dalam dunia nyata, persoalan komunikasi kadang kacau karena kita tidak memposisikan diri kita diposisi orang lain.
“Oleh karena itu “Hendaklah Kamu Sehati Sepikir Dalam Hidup Bersama (Roma 12 : 16a),” tandas pendeta. (Benny S)
![]()









Tinggalkan Balasan