Tasikmalaya, MNP – Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) menggelar Sekolah Demokrasi yang berlangsung di Gedung Creative Center (GCC) Komplek Dadaha, Kota Tasikmalaya, Sabtu (11/11/2023).
Kegiatan tersebut dilatarbelakangi peran para pemilih muda yang tidak terlepas dari euforia Pemilu yang akan dilaksanakan tahun 2024 mendatang untuk edukasi memahami makna demokrasi dengan tema “Cerdas, Demokrasi, Pemuda Tasikmalaya untuk Masa Depan Indonesia”.
Wisnu Kurniawan Ketua PD KAMMI Tasikmalaya mengatakan, sebentar lagi rakyat Indonesia memasuki pesta demokrasi yang diketahui bersama pemilih pemula itu lebih besar daripada pemilih yang pernah memilih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari situ KAMMI berharap dengan adanya sekolah demokrasi ini pemilih pemilih pemula itu lebih faham apa itu tujuan dari demokrasi negara ini,” ucap Wisnu.
Menurutnya, dalam pesta demokrasi tidak hanya berbicara memilih dan dipilih saja, tapi bagaimana masa depan Indonesia di tangan pemimpin yang baru, tentunya pemimpin yang baru juga adalah hasil dari pemilihan, pilihan pemuda dan pilihan masyarakat.
Lantaran itu, dalam sekolah demokrasi ini untuk menyiapkan insan insan muda di kota Tasikmalaya khususnya untuk lebih obyektif, lebih faham dengan apa dari demokrasi
“Mudah mudahan (pemilih muda, red) bisa menjadi agen agen ke masyarakat untuk menjelaskan pentingnya demokrasi di negeri ini, untuk mendorong kesejahteraan DNA menyambut Indonesia emas,” harapnya.
Diketahui, untuk peserta sekolah demokrasi sendiri semua dari kaum Milenial, dari jenjang masih sekolah sampai tingkat mahasiswa.
“Sasarannya dari pesantren, forum OSIS Kota Tasikmalaya, Forum OSIS Kab. Tasikmalaya, dan tentunya mahasiswa dan pemuda yang mulai memilih,” lanjut Wisnu.
Dia menyebut, acara yang berlangsung dua hari tanggal 11 sampai 12 November 2023 ini agar para kaum Milenial menjadi duta demokrasi pasca keluar dari sekolah demokrasi, sehingga bisa meminimalisir perpecahan di masyarakat dengan adanya pesta demokrasi.
“Kalau kita tidak bisa mencegah, minimal kita bisa meminimalisir dan salah satu kuncinya pada kaum pemula biar jadi duta duta di masyarakat,” tandas Wisnu.
Nampak hadir dalam sekolah demokrasi tersebut Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Staf Ahli bidang pemerintahan, Kesbangpol, Disporabudpar, pihak Polresta, Kodim, Ketua Umum wilayah KAMMI Jabar dan tamu undangan lainnya.
![]()
Penulis : Suslia









Tinggalkan Balasan