Tasikmalaya, MNP – Pengukuhan Pengurus Walet Basura Pajajaran Tasik Raya sekaligus kompetisi panahan tradisional berlangsung di lapangan Situ Sari kelurahan Sukalaksana kota Tasikmalaya, Minggu (22/01/2023).
Ketua umum Walet Basura Bunda Uli Arta saat ditemui wartawan mengatakan, acara budaya ini merupakan pengukuhan dan ajang pencarian bakat atlet paguron yang diundang yang ada di Jawa Barat.
“Lomba panahan ini diikuti dari paguron Kasundaan di Jawa Barat dan Banten yang dibagi menjadi 3 kelompok, yakni anak, dewasa dan profesional,” kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bunda Uli menyebut, selain melestarikan kebudayaan Jawa Barat, kita juga mengedukasi untuk jaga kelestarian alam, karena alam bagian dari kehidupan buat manusia.
“Salah satu contoh jamparing, ini terbuat dari bambu dan kayu, seharusnya kita mengganti tanaman yang kita tebang mengganti dengan yang baru,” jelas Bunda Uli.
Walet Basura sendiri terlahir tanggal 5 Oktober 2021 yang konsen mengajak semua lapisan masyarakat dan paguyuban ataupun budayawan Sunda menjaga budaya leluhur bukan hanya Jamparing saja.
“Tak hanya menjaga alam dari kerusakan, melalui acara ini yang dihadiri seluruh elemen budayawan, ayo kita menjaga alam dan budayanya,” pungkasnya.
Terpisah, ketua Jamparing Galunggung Abah Eman menyebut, kehadirannya di acara Walet Basura ini hanya ikut serta membantu dan mensukseskan kegiatan.
“Kami juga berharap, semoga kegiatan ini bisa mengajak masyarakat bahwa olah raga panahan Jamparing ini bisa berkembang dan bisa dibawa ke tingkat Asean Games,” pungkasnya. (Gobreg)
![]()









Tinggalkan Balasan