Papan Nama Dibakar Pendemo, Oknum Anggota DPRD Wajo Ucapkan Kata Kasar

Selasa, 25 Juni 2024 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papan nama anggota DPRD Wajo dibakar peserta aksi demo.

Papan nama anggota DPRD Wajo dibakar peserta aksi demo.

Wajo, MNP – Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMI-WB) bersama puluhan masyarakat desa Lacinde kecamatan Pitumpanua kabupaten Wajo menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Wajo, Senin (24/06/2024.

Dalam tuntutannya, AMI-WB dan masyarakat yang tergabung dalam aksi tersebut mengharapkan salah satu anggota perwakilan rakyat daerah kabupaten Wajo untuk hadir menerima dan mendengarkan Keluh kesahnya.

Namun hingga pukul 15.00 wita, tak satupun dari anggota DPRD yang hadir untuk mendengarkan aspirasinya, sehingga membuat para peserta aksi kecewa dan mengambil sikap membakar semua papan nama anggota DPRD Wajo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi pembakaran papan nama yang dilakukan oleh sejumlah peserta aksi akhirnya sampai ketelinga salah satu anggota DPRD Wajo yang berinisial HA.

Hal itulah yang kemudian diduga memicu amarah dari (HA) melontarkan umpatan kata kasar ke salah satu peserta massa aksi melalui panggilan Whatsapp (WA) setelah mengetahui papan nama anggota dewannya ikut terbakar.

Peserta aksi yang tidak ingin di sebutkan namanya tersebut berkata ke media ini, bahwa oknum anggota dewan tersebut tidak terima papan namanya ikut dibakar, sebab dirinya bukan penerima aspirasi pada hari tersebut.

“Saya tiba-tiba di telepon oleh (HA) dan langsung mengeluarkan kata umpatan `Tailacomu ndi`, Karena beliau tidak terima papan namanya ikut terbakar dari 40 papan nama yang di bakar oleh massa aksi,” ucapnya.

Menurut peserta aksi tersebut, oknum anggota DPRD Wajo itu melanjutkan melalui pesan Wahtsapp dan menyarankan agar yang di bakar cukup penerima aspirasi pada hari itu.

Tak sampai disini, oknum Dewan tersebut juga berjanji akan mencari peserta massa aksi untuk bertemu setelah pulang dari Dinas Luar di Kota Samarinda.

“Saya sangat menyayangkan sikap seorang anggota dewan yang terkesan arogan dan hanya mementingkan perjalanan keluar daerah tanpa memedulikan masalah rakyat di daerahnya sendiri,” tuturnya.

HA yang sempat dikonfirmasi tak menampik adanya hal tersebut, ia menjelaskan bahwa dirinya kecewa lantaran papan namanya ikut di bakar peserta aksi.

“Maaf ndi kami tidak pernah permasalahkan setiap aksi yang datang ke gedung DPRD Wajo. Kami hanya merasa kecewa dan merasa dihina dengan di bakarnya papan nama anggota DPRD, termasuk namaku sendiri,” dalih HA.

Dirinya sangat tidak terima, seandainya bahwa papan nama anggota DPRD yang piket pada saat itu mungkin HA tidak permasalahkan, tapi ini membabi buta.

“Saya sudah 10 tahun di DPRD Wajo barusan ada aksi seperti ini membakar papan nama anggota DPRD, termasuk papan namaku sendiri, kalau material papan nama itu saya kira tidak seberapa, tapi namaku di bakar, itulah mungkin saya langsung protes keras dengan kata kata kasarku itu,” tutupnya.

Loading

Penulis : Andi M Ikbal SE

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

“Domba Adu” : Saat Ulama dan HPDKI Menyatukan Agama, Budaya dan Ekonomi Umat
SMKN 6 Garut Terima Bantuan Revitalisasi Pembangun RPS Teknik Komputer dan Jaringan
Pengacara PT SJP Buka Suara Soal Tambang, Siap Tempuh Jalur Hukum, Legalitas Dokumen Tetap Minta Diuji
Kisah Haru Dede Ari Warga Lumpuh Sejak Kecil, Famili FHF Siap Salurkan Donasi Lewat Live TikTok
Situ Gede Tasikmalaya Mengering, Pedagang Ikan Menjerit Hasil Tangkapan Anjlok
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Tanam Jagung Pipil di Lahan 1 Hektare
PPK Cetak Sawah Sulsel di Luwi Utara Tetap Bungkam! Ada Apa di Balik Anggaran Rp11 Juta Per Hektare?
Progres Pemulihan Bencana Pakpak Bharat Dinilai Positif, Satgas PRR Siapkan Laporan untuk Presiden

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:47 WIB

“Domba Adu” : Saat Ulama dan HPDKI Menyatukan Agama, Budaya dan Ekonomi Umat

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:25 WIB

SMKN 6 Garut Terima Bantuan Revitalisasi Pembangun RPS Teknik Komputer dan Jaringan

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Pengacara PT SJP Buka Suara Soal Tambang, Siap Tempuh Jalur Hukum, Legalitas Dokumen Tetap Minta Diuji

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Kisah Haru Dede Ari Warga Lumpuh Sejak Kecil, Famili FHF Siap Salurkan Donasi Lewat Live TikTok

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Situ Gede Tasikmalaya Mengering, Pedagang Ikan Menjerit Hasil Tangkapan Anjlok

Berita Terbaru