Nasib Pilu Warga Garut, Tinggal di Rumah Gubuk: Tidak Tersentuh Bantuan Pemerintah

Senin, 12 Mei 2025 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Nasib pilu dialami Dasep Warga Kampung Sinaras RT 02/RW 04, Desa Cintaasih, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.

Diusianya yang sudah tidak muda lagi, Dasep harus banting tulang mencari nafkah dengan mengumpulkan rongsok (barang bekas, – red) untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Ya, karena hanya itu usaha tanpa modal yang hanya mengandalkan niat dan kemampuannya mencari paku atau besi bekas di saluran air.

Meski tidak seberapa dalam menghasilkan uang, namun Dasep tetap bersyukur bisa tanggungjawab memenuhi nafkah keluarga.

Di rumahnya yang sangat sederhana, bahkan dikategorikan tidak layak huni, Dasep tinggal bersama istri dan ketiga anaknya.

Mirisnya lagi, rumah tinggalnya yang kecil tersebut berada di atas saluran air/selokan, bahkan nyaris roboh.

Kondisi atap bocor, dinding lapuk, dan dapur yang hanya menggunakan tungku kayu bakar, semakin menambah kekhawatiran akan risiko kebakaran atau terpaan angin, hujan dan ancaman banjir.

Kepada wartawan, Dasep dan keluarganya hanya dapat pasrah pada keadaan,  di tengah-tengah kesulitan ekonomi yang menderanya.

Anak pertama yakni Opik bekerja sebagai buruh harian, sehingga  penghasilan pun jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Apalagi harus membangun rumah yang layak dan memenuhi kebutuhan dasar seperti sanitasi dan air bersih.

Minimnya fasilitas sanitasi membuat mereka harus bergantung pada tetangga untuk mandi, atau menampung air hujan.

Di tengah kesulitan yang dialami, Dasep dan keluarganya belum pernah menerima bantuan yang signifikan dari pemerintah, baik di tingkat desa maupun kecamatan.

Padahal, Dasep semestinya layak menerima bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH), tapi sering kali bantuan tersebut tidak sampai pada mereka.

Hal ini membuat kondisi mereka semakin sulit. Kendati demikian, ia berharap pemerintah dapat mencium keberadaannya sehingga memberikan bantuan yang berarti buat dia dan keluarganya.

Loading

Penulis : Aep

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Demi Keamanan Warga, Polsek Wanaraja Amankan ODGJ Saat Patroli Malam 
Pemkab Jeneponto Dorong Setwan DPRD Menguatkan JDIH Melalui Aplikasi ILDIS
Resmi Dilantik, Ini Wajah-Wajah Baru Pejabat Utama di Lingkungan Polres Jeneponto
Kunker ke UPT Dishub Wilayah VIII, Bapenda Garut Tinjau Pengelolaan Parkir Pasar Malangbong
Geger! Nelayan Santolo Temukan Mayat Wanita Mengapung di Tengah Laut
Pemkab Garut bersama SID Luncurkan Program Digitally Enabled District Guna
Silaturahmi Hangat Bersama Baur SIM, Media Apresiasi Purnabakti Ipda Tata Setiawan
Wilayah Dusun Timur Gelap Gulita, Warga Pertanyakan Tanggung Jawab Pengelola PJU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 15:14 WIB

Demi Keamanan Warga, Polsek Wanaraja Amankan ODGJ Saat Patroli Malam 

Rabu, 15 April 2026 - 14:48 WIB

Pemkab Jeneponto Dorong Setwan DPRD Menguatkan JDIH Melalui Aplikasi ILDIS

Rabu, 15 April 2026 - 14:33 WIB

Resmi Dilantik, Ini Wajah-Wajah Baru Pejabat Utama di Lingkungan Polres Jeneponto

Rabu, 15 April 2026 - 14:12 WIB

Kunker ke UPT Dishub Wilayah VIII, Bapenda Garut Tinjau Pengelolaan Parkir Pasar Malangbong

Rabu, 15 April 2026 - 13:54 WIB

Geger! Nelayan Santolo Temukan Mayat Wanita Mengapung di Tengah Laut

Berita Terbaru

Berita terbaru

Geger! Nelayan Santolo Temukan Mayat Wanita Mengapung di Tengah Laut

Rabu, 15 Apr 2026 - 13:54 WIB