Kontroversi Rotasi-Mutasi ASN Kota Tasikmalaya, Penempatan Kabid PGTK Dipertanyakan 

Senin, 10 November 2025 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – 188 ASN yang terdiri dari eselon 3 dan 4 telah selesai dilantik dan diambil sumpah jabatan guna mengemban amanah, beberapa waktu lalu.

Namun rotasi mutasi yang sebelumnya selalu dipertanyakan kini malah menuai kontroversi, transparansi dalam penempatan jabatan.

Rotasi mutasi seolah olah menjadi orkestra bagi para pemangku kebijakan, rotasi mutasi yang mengedepankan ralenta ataupun merit sistem menjadi sumbang dalam kenyataan.

Salah satu yang kini menjadi sorotan rotasi mutasi adalah penempatan seorang di dunia Dinas pendidikan yaitu Kabid PGTK.

Sosok Kabid baru tersebut berlatar belakang pendidikan S1, berasal dari guru SMP, kemudian diangkat Pengawas pada awal Januari 2025 dan diawal November 2025 diangkat Kepala Bidang Pembinaan GTK.

Irfan Ramdani yang merupakan salah satu tokoh muda sekaligus pemerhati kebijakan pemerintah mengatakan, perlu adanya evaluasi kembali dalam penempatan rotasi mutasi.

Menurut Irfan, jangan sampai hanya karena ada unsur kedekatan ataupun hal yang lainnya yang bisa mencederai dunia birokrasi. Salah satunya penempatan seorang Kabid PGTK Dinas Pendidikan.

Irfan melihat rekam jejak kinerjanya belum cukup bisa untuk menempati posisi tersebut, karena banyak yang lebih mempuni untuk bidang tersebut, ini jelas harus ada evaluasi kembali bagi pemerintah Kota Tasikmalaya.

Dia menegaskan, jangan sampai rotasi mutasi dengan penilaian Talenta atau merit sistem hanya sekedar kiasan saja, yang realitanya tetap unsur kedekatan ataupun lainnya menjadi penilaian lebih.

“Jika itu terjadi jelas bisa mencederai rotasi mutasi di dunia Birokrasi dalam pemerintahan Kota Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Viman Alfarizi,” tuturnya kepada MNP, Senin (10/11/2025).

Irfan pun mengatakan dalam rotasi mutasi peran para pejabat menjadi pertanyaan. Entah wakil rakyat yang dianggap impoten atau petinggi Pemkot yang terlalu jumawa dalam menentukan penjabat.

“Apakah prestasi atau atensi dalam penempatan jabatan..entahlah !!!! ,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Jelang Sidang Kesimpulan: Peta Tumpang Tindih Lahan Mendadak Muncul, Sikap BPN Bartim Disorot
TMMD ke-128 Garut Ditutup, Warga Malangbong Punya Jalan Baru Setelah 40 Tahun
Pantau Percepatan Penuntasan TBC, Bupati Jeneponto Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Layanan
Resmi Ikrar di Tasikmalaya, Yayasan Peduli Kasih Insani Siap Layani Kebutuhan Darah dan Kesehatan
Paturay Tineung SMKS Krija Bhakti Utama, 294 Siswa Kelas XII Resmi Dilepas
Upacara Harkitnas, Kodim 0612/Tasikmalaya Perkuat Nasionalisme dan Solidaritas Kebangsaan
Bupati Pakpak Bharat Kunjungi Warga Terdampak Luapan Sungai Lae Sibintoha Desa Kuta Tinggi
Ketua RW 01 Margaluyu Soroti Lambannya Penanganan Kebocoran Pipa SPAM Cibatu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:46 WIB

Jelang Sidang Kesimpulan: Peta Tumpang Tindih Lahan Mendadak Muncul, Sikap BPN Bartim Disorot

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:24 WIB

TMMD ke-128 Garut Ditutup, Warga Malangbong Punya Jalan Baru Setelah 40 Tahun

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:54 WIB

Pantau Percepatan Penuntasan TBC, Bupati Jeneponto Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Layanan

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:23 WIB

Resmi Ikrar di Tasikmalaya, Yayasan Peduli Kasih Insani Siap Layani Kebutuhan Darah dan Kesehatan

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:14 WIB

Paturay Tineung SMKS Krija Bhakti Utama, 294 Siswa Kelas XII Resmi Dilepas

Berita Terbaru