Garut, MNP – Pasir Anjing merupakan nama sebuah bukit yang terletak di Desa Pamekarsari kecamatan Banyuresmi Garut. Sebelumnya, tempat ini merupakan bukit hijau dan pohon bambu mendominasi bukit ini.
Namun setelah ada kegiatan penggalian pasir semuanya berubah menjadi sebuah onggokan tanah yang setiap saat bisa terjadi longsoran.
Meskipun sekarang kegiatan penggalian pasir sudah ditutup dan sudah ada larangan truk tidak diperbolehkan mamasuki kawasan tersebut, namun tetap harus hati hati bagi pengguna jalan apabila memasuki kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Apalagi di musim penghujan seperti ini, karena selain jalannya licin, juga bahaya longsor pun bisa terjadi meskipun sudah ada usaha memakai bronjong batu sebagai penahan tanah.
Kondisi seperti ini banyak di keluhkan oleh warga sekitar tempat tersebut. Salah satunya At ( 60) salah seorang pengguna jalan. Ia menyebut, kondisi kawasan ini sangat rentan bahaya, apalagi di malam hari.
“Ini bisa membahayakan bagi pengguna jalan, selain gelap juga licin ditambah jalanan sempit, pokoknya harus extra hati hati,” ujar At.
Tapi, sekarang warga dan pengguna jalan merasa lega, lantaran kegiatan pengalian pasir sudah ditutup, kalau bisa tutup selamanya. Warga menyoroti kalau perusahan tambang memang sudah berijin, mohon dikaji ulang ijinnya.
“Apalagi jalan ini merupakan jalan alternatif menuju wisata situ Bagendit 3, melihat kondisi Pasir Anjing saat ini siapa yang bertanggungjawab?,” pungkasnya sambil bertanya. (Yana)
![]()









Tinggalkan Balasan