Komunikasi Politik Idul Fitri

Selasa, 16 April 2024 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barito Timur, MNP – Hari raya Idul Fitri 1445 H merupakan kepompong metamorfosis manusia terlahir kembali suci.

Pribadi suci itu menjadi modal penting bagi elit politik membingkai semangat kebangsaan menyongsong pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024 yang sudah di depan mata.

Jalan menuju pilkada yang diwarnai dengan dinamika dan intrik kemudian dapat dilewati.

Masyarakat nantinya dapat menggunakan hak kuasanya menyerahkan amanah dengan rela dan senang hati, tanpa noda transaksi dan klientilisme apapun yang membuat demokrasi terkhianati.

Idul Fitri tahun 2024 menyediakan ruang begitu luas agar balutan maaf memaafkan juga bisa disisipi pembicaraan – pembicaraan suci.

Pembicaraan yang mengajak kepada semangat mensinergikan tujuan berpemerintahan guna mewujudkan kehidupan penghuni daerah ini lebih sejahtera dan berkeadilan dalam kehidupan sosialnya.

Komunikasi suci dapat diaktualisasikan dalam praktik penjajakan koalisi. Mempertimbangkan dan saling menimang kebaikan di antara para elit dan actor politik menjadi penting.

Hal itu guna mewujudkan pemerintahan efektif dalam mengawal program-program yang terkalang oleh sumpah dan janji saat kampanye nanti.

Saling sowan dengan membawa semangat Idul Fitri dapat mencegah pembicaraan politik dari niat -niat yang menghalalkan segala cara.

Pada akhirnya momentum syawal dapat menjadi bingkai menciptakan kontestasi pilkada damai, persaudaraan elit untuk sama-sama berhikmat pada rakyat, bukan berkolaborasi menjadi sekawanan gagat dan rayap.

Aktor politik harus menjadi teladan yang mengajak kepada mengaktualisasikan hikmah Ramadhan. Sebulan penempaan dalam “kepompong” seyogyanya mampu menjadikan para elit menjadi kupu-kupu yang memesona.

Mampu tampil dengan akhlaq yang lebih mulia dan mampu membawa semangat itu dalam praktik bernegara yang kemudian rakyat terbawa suasana bahagia.

Masa pendaftara pilkada sudah dekat. Sementara peta kekuasaan di legislative sudah begitu jelas. Kekuatan partai politik sebagai infrastruktur demokrasi sudah tergambarkan, mana yang mampu melaju sendiri dan mana yang mampu berlari dengan menggandeng pihak lainnya.

Terlepas ada partai poltik yang memenuhi syarat melaju sendiri, bukan tidak penting lagi partai partai lainnya. Kehidupan politik tidak bias dijalani secara sendiri.

Koalisi partai tetap dibutuhkan. Keberanian untuk mengetuk pintu “assalamu’alikum” ke partai lain harus dilakukan. Mumpung parsel lebaran belum habis, bisa dinikmati bersama seduhan kopi yang disertai dengan janji jiwa.

Keraguan dan belum bulatnya hati masuk gelanggang kontestasi sebaiknya kembali. Sebab amal tujuan pengabdian yang meragu tidak mendapatkan imbalan yang maksimal.

Maka, mengamankan sejumlah kursi DPRD menjadi penting, jika lengah akan ketinggalan kereta. Jika pun sempat ikut masuk dalam kereta, ada banyak kesempatan penting di dalamnya yang terlewatkan.

Jangan ragu lagi. Politik satu di antara banyak medan pengabdian yang menawarkan pahala – pahala kebaikan. Policy atau kebijakan yang keluar dari actor kekuasaan dapat menjadi manfaat dan amal ibadah yang sangat banyak.

Momentum Idul Fitri adalah kesempatan tepat dimana niat baik harus ditransformasikan ke dalam bahasa komunikasi politik untuk meraih keberlanjutan kemenangan yang suci.

Namun hal harus diingat, bahwa politik juga menyediakan ladang kebinasaan, manakala kekuasaan dijadikan kesempatan untuk menumpuk harta, sementara rakyatnya menjerit sebab harga beras begitu menggila.

Apakah semangat Idul Fitri di Banua kiat mampu dijadikan keberlanjutan kemenangan yang suci untuk membingkai politik menjadi medan pengabdian suci?

Wallau’alam bissawab!

Loading

Penulis : Kadarisman (Presidium Majelis Daerah KAHMI Tabalong)

Berita Terkait

Lewat UPZ dan Sedekah Upah, 4 RW di Sukamaju Kidul Kompak Santuni Yatim dan Jompo
Bupati Tasikmalaya dan Wakilnya Hadiri Opening Ceremony Porprov XV Jabar 2026
ITF Ar-Raniry Berikan Beasiswa kepada Mahasiswa Berprestasi di Momentum Milad ke-63
Respons Aduan Warga, Polsek Dramaga dan Forkopimcam Sita 1.792 Botol Miras di Kedai Jamu
GOR Sukapura Dadaha Jadi Saksi Persaingan 8 Tim Voli Terbaik di Sri Puspa Cup 2
Ribuan Guru PGRI Kota Tasikmalaya Semarakkan Fun Run HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional 2026
ITF Ar-Raniry Resmi Menjadi Lembaga Amil Zakat Tingkat Provinsi
Diduga Selingkuh dan Coba Suap Wartawan, Kepala SPPG Dramaga Babakan Berdalih ‘Friendly’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 15:09 WIB

Lewat UPZ dan Sedekah Upah, 4 RW di Sukamaju Kidul Kompak Santuni Yatim dan Jompo

Minggu, 8 November 2026 - 14:03 WIB

Bupati Tasikmalaya dan Wakilnya Hadiri Opening Ceremony Porprov XV Jabar 2026

Minggu, 8 November 2026 - 07:21 WIB

ITF Ar-Raniry Berikan Beasiswa kepada Mahasiswa Berprestasi di Momentum Milad ke-63

Sabtu, 7 November 2026 - 15:05 WIB

Respons Aduan Warga, Polsek Dramaga dan Forkopimcam Sita 1.792 Botol Miras di Kedai Jamu

Sabtu, 7 November 2026 - 14:53 WIB

GOR Sukapura Dadaha Jadi Saksi Persaingan 8 Tim Voli Terbaik di Sri Puspa Cup 2

Berita Terbaru