Tasikmalaya, MNP – Pengurus Cabang (Pengcab) Tarung Derajat (TD) Kota Tasikmalaya usai menggelar Coaching Clinic pada Minggu (28/01) di Kawah Narayana, komplek perumahan Bumi Resik Panglayungan.
Dewan Guru Tarung Derajat Ki Guru Noves Narayana, SE,. MSi atau akrab disapa Ki Ghanna menyebut, Coaching Clinic bertujuan untuk membina kualitas para pelatih yang sudah ada.
Selain itu kata Ki Ghanna, untuk memberikan pengetahuan dasar bagi calon pelatih atau yang bertugas asisten pelatih saat ini dan menjaga regenerasi pelatih TD Kota/ Kab. Tasikmalaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Agar tidak kesulitan kedepannya dalam stok pelatih untuk kelangsungan dan pengembangan TD. Kedepannya juga TD akan menjadi ekspan menjadi olahraga ekstrakulikuler disekolah-sekolah,” ucap Ki Ghanna, Senin (29/01/2024).
Sementara itu, Ketua Pelaksana Dudi Rawit mengatakan, Coaching Clinic untuk meningkatkan kualitas keilmuan dan pengembangan tiap satlat lebih luas lagi, menambah para pelatih, kader, karena tenaga pelatih sangat kurang.
“Kedepannya juga akan masuk ke sekolah-sekolah, masyarakat umum, instansi dan untuk mendulang prestasi emas Porprov 2026. Dengan Coaching Clinic ini sebagai modal awal dan perdana kali sekaligus tasikmalaya sebagai pionir,” jelasnya.

Dudi menjelaskan, dengan kegiatan ini akan meningkatkan SDM, keilmuan, hukum, kode etik, kesehatan, filosofi dan bisa mendalami AD/ART yang disampaikan dari pusat.
“Dengan kegiatan ini semua satlat bisa menyerap ilmu yang disampaikan dan mengembangkan lebih luas dari narasumber atau materi yang disampaikan,” pungkas Dudi.
Ditempat sama, menurut perwakilan dari Pengcab Tarung Derajat, Rudi Rusnadi menambahkan, melaksanakan kepelatihan untuk pelatih tingkat satlat Kota/ Kab. Tasikmalaya adalah bagian dari amanat AD/ART Tarung Derajat.
“Kegiatan ini diharapkan mampu memunculkan pelatih-pelatih Tarung Derajat yang handal, sesuai aturan keprestasian olahraga beladiri, sehingga kelak muncul satlat-satlat baru sebagai bagian memasyarakatkan Tarung Derajat,” harap Rudi.
Dia menganalogikan, semakin banyak satlat, maka semakin banyak yang berlatih, dan akan muncul regenerasi dan lebih banyak lagi atlit dan berpotensi lebih banyak raih prestasi baik di multi event Porprov Jabar maupun PON.
“Alhamdulillah kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama dengan Pengprov Kodrat Jabar dan Perguruan Pusat Tarung Derajat, serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari Dinas Olahraga Kota Tasikmalaya, KONI Kota Tasikmalaya, maupun dukungan yang non formil lainnya,” tutup Rudi.
![]()
Penulis : Wen
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan