Tasikmalaya, MNP – Kontruksi Pembangunan TPT (Tembok Penahan Tanah) yang dikerjakan CV. Parigi di wilayah Gunung Mareme RT 03/RW 08 Kelurahan Cibunigeulis Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya dikhawatirkan warga.
Pasalnya, dinding setinggi kurang lebih 5 meter di benteng hanya menggunakan teknik cor, tidak ada tiang penguat. Seperti diungkapkan salah seorang warga dan juga tokoh yang enggan disebut namanya.
Warga ini mengaku telah melihat lokasi pekerjaan. Pada dasarnya, ia bersyukur sekali dengan adanya pembangunan TPT ini, karena setelah sekian lama warga mendambakannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun yang dikhawatirkan warga, kontruksi bangunan hanya menggunakan besi yang ditempel ditebing dengan galian hanya selebar 40 cm, kedalaman kurang lebih 50 cm, tanpa ditopang dengan tiang dan sloff pengunci waremess.
“Hal itu lah yang menjadi kekhawatiran kami selaku penerima manfaat, jangan sampai dikemudian hari malah terjadi longsor akibat konstruksi tidak kuat,” kata warga, Sabtu (27/05/2023).
Warga menyebut, sudah mencoba menyampaikan masukan terkait konstruksi ke pihak konsultan dan pelaksana, namun tidak digubris.
“Kami berharap kepada pelaksana CV Parigi untuk menyikapi hal tersebut. Ini kan uang negara, jadi aplikasikan semaksimal mungkin, jangan hanya mencari keuntungan semata,” cetusnya.
Selain itu, warga meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya untuk lebih selektif dalam memilih kontraktor, jangan pakai lagi kontraktor yang ngakal.
“Jangan sampai terjadi seperti tahun kemarin, Pekerjaan TPT yang dikerjakan oleh CV Parigi di wilayah Gunung Muncang RT 01/RW 05 ambruk karena pondasi tidak kuat,” tandas warga.
Saat dikonfirmasi awak media via pesan telepon WhatsApp, pihak CV Parigi tidak mau mengangkat dan terkesan mengabaikan. (Haris)
![]()









Tinggalkan Balasan