Kalapas Cipinang: Pelayanan Publik Harus Profesional, Terbuka dan Responsif

Senin, 26 Mei 2025 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, MNP – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan pentingnya sikap terbuka dan profesional bagi seluruh jajaran dalam menghadapi tantangan pelayanan publik di era digital dan meningkatnya ekspektasi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan amanat dalam Apel Pagi di halaman kantor Lapas Cipinang, Senin (26/5/2025).

Dalam arahannya, Wachid menyampaikan bahwa pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan kini tidak lagi bisa dilakukan dengan pendekatan lama.

Menurutnya, keterbukaan informasi, kecepatan respons, serta akuntabilitas setiap tindakan menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik.

“Kita hidup di era keterbukaan dan percepatan teknologi. Masyarakat semakin kritis dan menuntut layanan yang cepat, transparan, dan akuntabel. Karena itu, kita harus membangun budaya kerja yang profesional dan siap dievaluasi kapan saja,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa seluruh tugas harus dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan dilandasi integritas tinggi. Evaluasi dan kritik, menurutnya, adalah bagian dari proses perbaikan yang tidak boleh dihindari.

“Kita tidak perlu takut dikritik. Justru, kritik adalah cermin untuk memperbaiki diri. Mari kita sambut itu dengan pikiran terbuka dan semangat perbaikan,” tegasnya.

Menanggapi arahan tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha, Lis Susanti, menilai bahwa penekanan Kalapas menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk terus berbenah dan menyesuaikan diri dengan dinamika pelayanan publik yang semakin menuntut profesionalisme.

“Kami sadar bahwa reformasi birokrasi bukan sekadar slogan. Ini adalah panggilan untuk berubah, memperbaiki sistem kerja, dan meningkatkan kualitas layanan yang berintegritas,” katanya.

Hal serupa disampaikan oleh pegawai Lapas Cipinang, IGN Sriwati, yang merasa arahan Kalapas menjadi energi positif bagi para pegawai untuk terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik.

“Arahan ini menegaskan bahwa tugas kami bukan hanya administratif, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat. Kami harus bekerja dengan hati dan tanggung jawab,” ungkapnya.

Dengan semangat tersebut, Lapas Kelas I Cipinang terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pelayanan publik yang responsif, adaptif terhadap perubahan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat serta pembinaan yang bermartabat bagi warga binaan.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Berlaku Hingga 17 November, Ini Syarat Manfaatkan Program Keringanan PBB-P2 Kota Tasikmalaya
Kopi Cakbrun, Hadirkan Aroma Khas Lereng Gunung Cakarabuana, Siap Tembus Pasar Internasional
Semarak HUT ke-25 Kota Tasikmalaya: Kecamatan Kawalu Kobarkan Semangat Warga dan Gotong Royong
Kurang dari 24 Jam, Polres Bogor Berhasil Bekuk Pelaku Pembacokan Bobotoh
Tiga Isu Dugaan Korupsi DLH, CSR Bank Sulselbar dan Sumur Bor, MNP Tantang Kejari Enrekang Buka Suara: Ada atau Tidak Ada?
Antisipasi Gangguan Keamanan, Polsek Arungkeke Jaga Wilayah Hukum Tetap Kondusif
Revitalisasi SD Muhammadiyah Bojong Garut Berjalan Sesuai Juknis, Anggaran APBN Capai Rp1,97 Miliar
Bantah Semua Tudingan Warga, Owner Kings Family Karaoke Pertimbangkan Langkah Hukum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Berlaku Hingga 17 November, Ini Syarat Manfaatkan Program Keringanan PBB-P2 Kota Tasikmalaya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Kopi Cakbrun, Hadirkan Aroma Khas Lereng Gunung Cakarabuana, Siap Tembus Pasar Internasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Semarak HUT ke-25 Kota Tasikmalaya: Kecamatan Kawalu Kobarkan Semangat Warga dan Gotong Royong

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Kurang dari 24 Jam, Polres Bogor Berhasil Bekuk Pelaku Pembacokan Bobotoh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Tiga Isu Dugaan Korupsi DLH, CSR Bank Sulselbar dan Sumur Bor, MNP Tantang Kejari Enrekang Buka Suara: Ada atau Tidak Ada?

Berita Terbaru