Kajari Bartim Dapatkan Promosi Jabatan Baru Sebagai Asisten Intel Kejati Papua

Sabtu, 12 Juli 2025 - 06:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barito Timur, MNP – Berbagai prestasi diraih Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Barito Timur dimasa kepemimpinan, Yedhivia Rum. SH, MH.

Salah satunya, mendapatkan penghargaan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai Juara I terbaik Kinerja Bidang Pembinaan se-Kalimantan Tengah.

Setelah mengemban tugas selama 11 bulan 21 hari sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Barito Timur, akhirnya Yedhivia Rum. SH, MH mendapatkan promosi dengan jabatan baru sebagai Asisten Intelejen Kejaksaan Tinggi Papua.

Perihal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia No. 353 Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan Negeri Republik Indonesia.

Saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kajari Kabupaten Barito Timur Yedhivia Rum. SH, MH mengungkapkan terima kasihnya kepada rekan-rekan media di Barito Timur, karena melewati pemberitaan masyarakat bisa mengetahui bagaimana kinerjanya disini.

“Oleh sebab itu sebagai Kajari Barito Timur, sebelum saya meninggalkan Barito Timur secara pribadi saya atas nama lembaga mengucapkan terimakasih kepada media yang selama ini hubungannya sudah terjalin dengan baik,” kata Kejari kepada awak diruang kerjanya Jumat (11/07/2025).

Kajari menjelaskan, selama kurun waktu 11 bulan 21 hari, sudah banyak hal yang dikerjakan.

“Secara internal kita sudah memperoleh peringkat 1 Kinerja Bidang Pembinaan se-Kalimantan Tengah, dari 14 Kejari 1 Capjari, itulah mungkin yang mendorong SK saya keluar, karena menurut penilaian pimpinan kita berprestasi,” ujarnya.

Diteruskan, meskipun demikian, Yedhivia Rum. SH, MH memohon maaf kepada masyarakat Barito Timur, karena banyak hal yang belum dikerjakan.

“Karena, ketika saya masuk dan menjabat disini, yang pertama harus saya lakukan yakni menata dalam rumah dulu (Internal -Red) dan ini berbuah prestasi,” ungkapnya.

“Meskipun demikian, kita juga mengalami kendala ketika ingin menata diluar internal, kita kekurangan sumberdaya manusianya,” tambah Kajari.

Menurut Yedhivia Rum. SH, MH, bisa dibayangkan perkara begitu banyak, namun Jaksa hanya ada 6 orang. 3 perempuan dan 3 pria, inilah keterbatasan kita.

“Oleh sebab itu, saya memohon maaf kepada masyarakat Barito Timur, karena keterbatasan tersebut saya belum bisa berbuat maksimal untuk masyarakat Barito Timur,” imbuhnya.

Kajari memaparkan, dari penanganan perkara yang sudah disampaikan. seperti yang tertuang dalam surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yakni sebanyak 97 perkara dan perkara tersebut disidang setiap hari hanya dengan 3 Jaksa.

“Makanya para kasi saya terjunkan untuk ikut sidang selain kasi pidum yang bertanggung jawab dalam penanganan 97 perkara tersebut,” jelasnya.

Meskipun ditengah keterbatasan tersebut, namun Yedhivia Rum. SH, MH mampu mengelola manajemen dengan baik, bahkan dia juga menawarkan diri untuk ikut sidang.

Yedhivia Rum. SH, MH juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Barito Timur yang telah memberikan kepercayaan kepada Kejari Bartim karena selama dalam penanganan perkara, tidak ada masyarakat yang mengintervensi.

Dikesempatan ini dirinya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pimpinan yang sudah mempromosikan dirinya sebagai Asisten Intelejen Kejaksaan Tinggi Papua, ” promosi ini menandakan bahwa pimpinan menilai kinerja kita sudah baik,” katanya.

Diakhir wawancara, Kajari berharap. Penggantinya bisa membangun komunikasi yang baik dengan semua pihak serta memberikan support yang sama.

“Agar predikat terbaik se- Kalteng tetap dijaga dan dipertahankan supaya kedepannya penghargaan atas prestasi dan dedikasinya bisa diraih kembali,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Adi Suseno

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dede S.IP Apresiasi Seminar Merajut Nusantara, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi
Selamatkan Petani dari Ancaman El Nino, Pemkab Enrekang Gandeng Jasindo, 1.590 Ha Padi-Jagung Dijamin Anti Gagal
Sohibul Iman Soroti Ancaman Konten Instan di Era Digital: Medsos Harus Mencerdaskan, Bukan Melumpuhkan Daya Kritis
Lumiland Dadaha, Suguhkan 5 Juta Lampu, Potensi Jadi PAD Kota Tasikmalaya
Daya Tarik Festival Lumiland Dadaha Potensi Penyumbang PAD Kota Tasikmalaya
Kepala SMPN 1 Petarukan: Pramuka Bukan Sekadar Ekskul, Tapi Pembentuk Karakter
H. Rana Nur Alamsyah: Fun Bike TOF 2026 Bukan Sekadar Gowes, Momentum Pererat Silaturahmi Warga
Elis Lisnawati: Pelaku Budaya Jangan Hanya Dibutuhkan, Pemerintah Harus Hargai dan Didukung Merata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Dede S.IP Apresiasi Seminar Merajut Nusantara, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Selamatkan Petani dari Ancaman El Nino, Pemkab Enrekang Gandeng Jasindo, 1.590 Ha Padi-Jagung Dijamin Anti Gagal

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Sohibul Iman Soroti Ancaman Konten Instan di Era Digital: Medsos Harus Mencerdaskan, Bukan Melumpuhkan Daya Kritis

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Lumiland Dadaha, Suguhkan 5 Juta Lampu, Potensi Jadi PAD Kota Tasikmalaya

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Daya Tarik Festival Lumiland Dadaha Potensi Penyumbang PAD Kota Tasikmalaya

Berita Terbaru