PEMALANG, MNP – Harga tiket bus arus balik di terminal bis Pemalang pada H+6 naik hingga tembus dua kali lipat, hal ini dipicu lonjakan jumlah penumpang dan tingginya permintaan perjalanan ke beberapa kota tujuan.
Arus balik Lebaran 2026, kabar tiket bus arus balik tembus dua kali lipat menjadi perhatian masyarakat yang bersiap kembali ke kota perantauan.
Lonjakan harga tiket ini kerap terjadi setiap tahun seiring meningkatnya jumlah penumpang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fenomena kenaikan harga tiket bus saat arus balik juga dipicu oleh tingginya permintaan pada tanggal-tanggal favorit setelah Hari Raya, terutama rute menuju Jakarta dan kota besar lainnya.
Sejumlah laporan menunjukkan bahwa harga tiket bus mengalami kenaikan signifikan saat arus balik.
Untuk beberapa rute, harga tiket bisa mencapai:Rp 250 ribu hingga Rp.300 ribu untuk rute Pemalang–Jakarta dan sekitarnya.
Padahal pada kondisi normal, harga tiket bus biasanya jauh lebih rendah, bahkan mulai dari Rp.120 ribu–Rp.150 ribu tergantung rute dan kelas layanan, kenaikan harga tiket arus balik,tidak sedikit dikeluhkan oleh warga yang akan menggunakan jasa bis tersebut,
“Dengan harga tiket bis yang naik sampai dua kali lipat, tentunya nambah jumlah uang yang harus kami keluarkan, kalau hari biasa saya ber-empat ongkos ke jakarta Rp.520 ribu cukup, sekarang nambah dua kali lipat,” keluh Slamet (45) seorang Penumpang,pada Jum’at (27/3).
Semetara itu Pungky (40) Salah satu pengurus bis AKAP mengakui bahwa untuk tarif bis arus balik mengalami kenaikan cukup tinggi,
“Tarif kita masih lumayan tinggi,tapi bagaimanapun masih tetap terjangkau, untuk animo masyarakat sendiri masih banyak yang menggunakan bis sinar jaya , karena kita sudah lama melayani Masyarakat Pemalang yang mau pulang ke jakarta, apabila penumpang masih meledak ramai untuk harga masih tinggi,” tuturnya.
Berdasarkan pantauan langsung di beberapa agen bis, tiket bus non-ekonomi saat arus balik bisa mengalami kenaikan hingga 100 persen atau dua kali lipat dari harga normal, sementara itu untuk pejabat terkait, belum memberikan statement terkait naiknya tiket bis hingga dua kali lipat di Terminal bus Pemalang.
Terpisah, Kepala Terminal bis Pemalang Sularjo ketika dikonfirmasi di pos pelayanan lebaran mengatakan, jika kenaikan tarif bis, baik kelas ekonomi maupun eksekutif pada lebaran tahun ini di Terminal bis Pemalang, sudah sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
“Untuk kenaikan tarif selanjutnya diserahkan semua ke perusahaan bus, yang penting pelayanannya baik, termasuk tempat duduknya juga nyaman, sekarang ada kelas Big top ada super top ada sliper yang seperti satu kamar, bisa untuk tidur, diutamakan penting pelayanannya, untuk bis kelas ekonomi di atur pada kementerian perhubungan, rata-rata sekarang pelayanan bis sudah baik,” terangnya.
![]()
Penulis : Ragil
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan