Gema Resolusi Jihad di Stadion Dadaha: Titik Tekan Peran Santri Sambut Indonesia Emas 2045

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP — Suasana khidmat menyelimuti Stadion Dadaha Kota Tasikmalaya pada Kamis (22/10/2026) pagi.

Lautan busana muslim dan kain sarung memenuhi tribun dan lapangan utama ketika puluhan ribu santri berkumpul membulatkan tekad pada Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Momen historis ini merefleksikan kembali memori kolektif bangsa atas Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dipekikkan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari—pemicu perlawanan sengit rakyat dalam pertempuran 10 November di Surabaya.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, bertindak menginspeksi jalannya upacara bersama Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Wahid selaku pemimpin upacara.

Hadir di panggung kehormatan para ulama kharismatik, Ketua MUI Kota Tasikmalaya KH Aminudin Bustomi, jajaran pimpinan OPD, perwakilan Kementerian Agama, Kementerian Haji, serta jajaran Forkopimda.

Membacakan amanat Menag RI, Wali Kota menggarisbawahi perubahan medan perjuangan santri dari era pergerakan menuju era akselerasi teknologi global.

“Jika dahulu para santri berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan dilanjutkan melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, serta pengamalan akhlak mulia,” tuturnya.

Di bawah payung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas,” perayaan HSN di Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa santri masa kini memiliki ceruk peran yang semakin luas—mulai dari teknokrat, pengusaha, ilmuwan, hingga pimpinan publik tanpa menanggalkan identitas keislaman dan kemandiriannya.

HSN 2026 menuntut keterbukaan santri terhadap persaingan global. Santri diharapkan tidak sebatas bergerak pada sektor domestik pesantren, namun bertransformasi menjadi elemen profesional yang adaptif terhadap dinamika ekonomi, sains, dan tata kelola sosial.

Peringatan yang diikuti puluhan ribu santri ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan seremonial tahunan, melainkan platform penguat komitmen kolektif antara pemerintah daerah dan entitas pesantren.

Ya, tentunya untuk merawat persatuan, memperkokoh moralitas publik, serta mendorong pembangunan Kota Tasikmalaya yang inklusif dan berdaya saing.

Loading

Penulis : Red

Berita Terkait

Diskominfotik Jeneponto Gelar Sosialisasi SAQ dan Monev Keterbukaan Informasi 2026
Soal Perizinan 123 SPPG, Sajalur Desak DPRD Kota Tasikmalaya Panggil Seluruh Pihak Terkait
Kejari Bartim Tegaskan Batu Bara Lelang Bukan Lagi Sitaan, Hak Penuh di Pemenang Lelang
Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Hilman Wiranata Minta Izin Tambang Diverifikasi Total
Dewan Adat Dayak Barito Timur Segel Stockpile Batu Bara di Km 270 Desa Tampa
Prabowo: Saya Bangga Jadi Presidenmu!
Rutan Jakpus dan LBH Kamselindo Sosialisasi KUHP Baru untuk Warga Binaan
Anggota DPRD Pemalang dr. Irma Suryani Bantu Warga Korban Rumah Ambruk di Pelutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Gema Resolusi Jihad di Stadion Dadaha: Titik Tekan Peran Santri Sambut Indonesia Emas 2045

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Diskominfotik Jeneponto Gelar Sosialisasi SAQ dan Monev Keterbukaan Informasi 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Soal Perizinan 123 SPPG, Sajalur Desak DPRD Kota Tasikmalaya Panggil Seluruh Pihak Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Kejari Bartim Tegaskan Batu Bara Lelang Bukan Lagi Sitaan, Hak Penuh di Pemenang Lelang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Hilman Wiranata Minta Izin Tambang Diverifikasi Total

Berita Terbaru