Geger!! Warga Garut Temukan Mortir Aktif Peninggalan Zaman Jepang 

Minggu, 7 September 2025 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Warga Kampung Leuwinanggung, Desa Paas, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, digegerkan dengan penemuan sebuah mortir atau bom peninggalan zaman Jepang, Sabtu (6/9/2025) pagi.

Mortir berukuran sekitar panjang 80 cm dengan diameter 15 cm itu ditemukan dalam kondisi masih aktif ketika seorang warga tengah menggali tanah untuk pembangunan pondasi rumah.

Kapolsek Pameungpeuk Iptu Bangbang mengatakan pemilik lahan, Dedih (52), awalnya melakukan penggalian tanah dengan cangkul.

Saat menggali, dirinya bersama saksi mata Lili (65) dan Aday (60) mendapati benda mencurigakan berbentuk logam besar yang kemudian diketahui sebagai mortir.

Kapolsek Pameungpeuk, Babinsa Desa Paas bersama Kanit Intelkam Polsek Pameungpeuk langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.

“Begitu mendapat laporan, kami segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi dan melakukan langkah pengamanan agar tidak membahayakan warga sekitar,” ujar Kapolsek Pameungpeuk, IPTU Bangbang Sudarsono.

Sebagai langkah awal, mortir tersebut dibungkus dan diamankan dari lokasi temuan dan direndam dengan air di halaman samping Koramil sebelum nantinya diserahkan ke tim penjinak bom (Jibom).

“Alhamdulillah situasi dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan. Warga yang sempat panik kini kembali tenang setelah benda berbahaya tersebut berhasil diamankan,” tambah Kapolsek.

Penemuan mortir ini menambah daftar panjang peninggalan bersejarah dari masa pendudukan Jepang yang masih ditemukan di wilayah Garut hingga saat ini.

Loading

Penulis : Wawan Uje

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kritik HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Ketua MUI Ingatkan Sumpah Jabatan: Rakyat Butuh Bukti, Bukan Seremoni
Publik Bertanya, Kenapa KDM Pilih Absen di Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya?
Hadiah atau Umpan? Tokoh Muda Ansor Pertanyakan Etika Promosi Komersial Menyasar Siswa SD
Kades Pematang Baru Ditahan, Diduga Korupsi APBDes, Rugikan Negara Hingga Rp585 Juta
Warga Pertanyakan Ketidakseragaman Aturan Barcode BBM di SPBU Kota Tasikmalaya
Distribusikan 2,34 Juta Liter Air Bersih, BPBD Kota Tasikmalaya Juga Petakan Risiko Banjir
Madrasah Al Musytari Lengo Resmi Kantongi Izin Operasional Kemenag Kota Tasikmalaya
Kepemimpinan Viman-Diky Stagnan, Ketua Gapura Dukung Aksi Pemakzulan Cipayung Plus dan Poros Pelajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Kritik HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Ketua MUI Ingatkan Sumpah Jabatan: Rakyat Butuh Bukti, Bukan Seremoni

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Publik Bertanya, Kenapa KDM Pilih Absen di Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Hadiah atau Umpan? Tokoh Muda Ansor Pertanyakan Etika Promosi Komersial Menyasar Siswa SD

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Kades Pematang Baru Ditahan, Diduga Korupsi APBDes, Rugikan Negara Hingga Rp585 Juta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Warga Pertanyakan Ketidakseragaman Aturan Barcode BBM di SPBU Kota Tasikmalaya

Berita Terbaru