TASIKMALAYA, MNP – Rasa syukur menyelimuti keluarga besar MI Nurul Falah yang beralamat di Jl. Cipeuteuy, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.
Pada Rabu (7/7/2026), madrasah tersebut menggelar acara tasyakuran atas selesainya proses rehabilitasi gedung sekolah yang telah dinanti sejak lama.
Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Chandra, Kapolres Tasikmalaya Kota, serta unsur Forkopimda lainnya. Kehadiran para petinggi daerah ini menjadi suntikan motivasi bagi pihak sekolah dan masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Chandra, menekankan bahwa peresmian gedung ini sekaligus menjadi pengingat bagi Pemerintah Kota (Pemkot) mengenai kondisi infrastruktur di sekitar sekolah yang memprihatinkan.
“Dengan diresmikannya madrasah ini, sebetulnya menjadi bahan pengingat di internal Pemkot tentang kondisi jalan yang sedang tidak baik-baik saja. Saya sudah berkoordinasi melalui WhatsApp kepada Kepala Dinas, dan Pak Camat pun segera mengusulkan perbaikan,” ujar Dicky.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun MI berada di bawah naungan Kementerian Agama, Pemkot memiliki tanggung jawab moral karena siswa yang dididik adalah warga Tasikmalaya.
Dicky berharap Pemkot dapat melanjutkan dukungan yang sebelumnya telah diinisiasi oleh pihak Polres untuk memastikan kelancaran pembangunan dan lingkungan yang bersih.
Kepala MI Nurul Falah, Solihin, S.Pd.I, mengungkapkan rasa harunya atas kehadiran Wakil Wali Kota dan Kapolres yang di luar ekspektasinya.
Ia menjelaskan bahwa proses rehabilitasi empat ruangan ini merupakan hasil perjuangan panjang sejak tahun 2024 melalui koordinasi dengan Direktur KSKK Kementerian Agama.
“Ini adalah anugerah. Revitalisasi ini menjadi spirit bagi kami untuk menjaga dan merawat madrasah agar proses pendidikan di MI Nurul Falah aman dan nyaman bagi semua siswa,” ungkap Solihin.
Namun, di balik kegembiraan tersebut, Solihin mengonfirmasi bahwa kerusakan jalan di depan sekolah sangat berdampak buruk bagi para siswa.
“Kondisi jalan yang rusak dan berdebu sangat mengganggu. Jujur saja, banyak anak-anak yang terkena ISPA akibat debu tersebut. Kami berharap ada berkah melalui kegiatan ini agar akses jalan segera diperbaiki,” jelasnya.
Selain akses jalan, Solihin juga berharap adanya perhatian Pemkot terkait penambahan Ruang Kelas Baru (RKB).
Saat ini MI Nurul Falah baru memiliki 6 ruangan, sementara kebutuhan idealnya adalah 7 hingga 8 rombel. Pihak sekolah mengaku masih memiliki lahan yang cukup untuk pengembangan ke depan.
Terkait kebijakan sekolah pemerintah di wilayah Bungursari, Solihin menyarankan agar pemerintah mengkaji ulang secara mendalam guna memaksimalkan sekolah-sekolah yang sudah ada agar tidak menimbulkan permasalahan baru di masa depan.
![]()
Penulis : Gobreg
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan