Enrekang, MNP – Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk Kabupaten Enrekang tahun 2025 yang menyasar sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebesar Rp 500 juta ternyata tidak sepenuhnya terserap.
Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Enrekang, Hasbar, mengungkapkan bahwa dari anggaran tersebut, hanya sekitar Rp 270 juta yang berhasil diserap melalui pelatihan dan promosi UMKM.
Menurut Hasbar, pelatihan ini sangat penting dan banyak peminatnya, tapi keterbatasan waktu membuat pihak dinas hanya bisa mengadakan tiga angkatan dengan total peserta sekitar 240 UMKM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setiap angkatan terdiri dari 80 UMKM dan berlangsung selama 2 hari, dengan total 6 hari pelatihan,” kata Hasbar di ruang kerjanya pada 29 Desember 2025.
Hasbar menjelaskan bahwa pelatihan tersebut diadakan dengan pemateri yang bersertifikasi dari Makassar. Pihaknya ingin memastikan bahwa UMKM di Enrekang mendapatkan pelatihan yang berkualitas dan sesuai dengan standar yang ada.
“Sayangnya, waktu yang sangat mepet membuat kami tidak bisa menghabiskan anggaran yang ada,” jelasnya.
Hasbar juga mengungkapkan bahwa jika waktu yang ada lebih longgar, maka sangat memungkinkan untuk mengadakan pelatihan sebanyak 6 angkatan.
“Dengan anggaran yang ada, kami bisa melakukan lebih banyak pelatihan dan membantu lebih banyak UMKM di Enrekang, tapi kami harus realistis dan mengacu pada juknis sebagai dasar dari pelaksanaan penggunaan bankeu tersebut,” jelasnya.
Meski demikian, Hasbar berharap bahwa pelatihan yang telah diadakan dapat memberikan manfaat bagi UMKM di Enrekang.
“Kami akan terus berupaya untuk membantu UMKM di Enrekang dan meningkatkan kemampuan mereka,” katanya. “Semoga dengan pelatihan ini, UMKM di Enrekang dapat berkembang dan meningkatkan perekonomian daerah,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan