Citra Buruk RSUD Salak, Ketua DPRD Pakpak Bharat Naik Pitam

Sabtu, 9 September 2023 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakpak Bharat, MNP – Apa yang akan terjadi jika Ketua DPRD Kabupaten Pakpak Bharat saja dapat ditelantarkan oleh RSUD Salak Kabupaten Pakpak Bharat. Bagaimana pula jadinya ketika masyarakat kecil datang untuk berobat di RSUD ini?

Sebutan kata dimaksud terjadi saat ketua DPRD Pakpak Bharat Hotma Ramles Tumangger bersama istri diduga ditelantarkan saat membawa buah hatinya untuk mendapatkan pertolongan kepada pihak RSUD Salak kerena mengalami demam tinggi.

Kronologisnya, pada saat Ketua DPRD Pakpak Bharat bersama dengan istrinya hendak membawa buah hatinya (anak kandungnya) inisial ET yang baru berusia 4 bulan lima hari karena menderita demam tinggi.

Tepat pada pukul, 13:30 WIB Ketua DPRD bersama dengan isterinya juga didamping pembantu rumah tangganya dini hari, Jum’at (08/09) tiba di RSUD Salak.

Ketua DPRD dan keluarga langsung bergegas membawa buah hatinya masuk ke ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan tujuan untuk mendapatkan pertolongan pertama pihak Rumah Sakit tersebut, namun apa yang terjadi ?

Beberapa saat setelah tiba Ketua DPRD dan keluarga tersebut di IGD, salah satu perawat menganjurkan agar pihak pasien untuk mendaftarkan indentitas si pasien ke meja pendaftaran.

Namun begitu sesampainya ketua DPRD ke meja pendaftaran, pihak yang bertugas di piket pendaftaran langsung menyarankan Ketua DPRD untuk sabar menunggu dokter spesialis anak, karena sedang istirahat dan kembali masuk kerja pada pukul 14:00 wib,” ujar sang perawat di pos kerja pendaftaran.

Ketua DPRD tersebut pun dengan rendah hati mengikuti anjuran petugas piket pendaftaran untuk sabar menunggu dr spesialis anak tersebut hadir, sambil meminta pendataan kepada petugas piket pendaftaran.

Hal itu agar sebelum dokter, indentitas anaknya atau pasien dicatatkan terlebih dahulu dengan tujuan Ketua DPRD begitu nantinya bila dr nya sudah masuk kerja pada pukul 14:00wib, pasien bisa langsung ditangani oleh dr dimaksud.

Hotma Ramles Tumangger menduga bahwa petugas pendaftaran yang berada di pos kerja sudah melanggar SOP kerja di RSUD Salak. Menurutnya, pada saat petugas menganjurkan pihak keluarga pasien menunggu doker datang seketika petugas pergi begitu saja meninggalkan tempat kerjanya seolah olah tidak menghargai keluarga pasien.

Mendapat perlakuan itu, Hotma Ramles Tumangger dari politikus Partai Demokrat berlambang Mercy tersebut merasa disepelekan atau ditelantarkan oleh pihak RSUD Salak.

Spontan dirinya langsung menendang kursi yang ada di samping kursi tempat duduk ketua tersebut, sambil mengeluarkan suara bernada keras akibat disepelekan RSUD kepadanya selaku orang tua pasien juga Ketua DPRD.

Dengan tindakan Ketua DPRD tersebut marah – marah di ruangan pendaftaran, terlihat para pegawai mulai bermunculan dan berupaya mendekati pasien juga ketua berupaya untuk meminta maaf.

Saat itu juga sang dr spesialis anak Elpina Siska Sitepu yang juga Kepala Bidang Pelayanan dan Keperawatan, langsung bergegas menghampiri Ketua DPRD dan berupaya bertanya mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Dengan kekecewaan Ketua DPRD mengutarakan atas buruknya pelayanan RSUD tersebut dan terus melontarkan kekecewaannya dengan nada keras.

Setelah sang dokter mengetahui titik persoalan tersebut, akhirnya dia memerintahkan para perawat langsung membawa pasien yang merupakan anak Ketua DPRD yang lebih kurang sudah setengah jam terbaring di IGD dan langsung di bawa ke ruangan pemeriksaan spesialis anak untuk dilakukan penanganan.

Mirisnya lagi, ternyata identitas anak tersebut tidak juga di catat di daftar pencatatan pasien, meski pasien sudah dibawa orangtuanya pulang.

Situasi dan amarah Ketua DPRD langsung dingin setelah anaknya ditangani dengan baik di ruangan spesialis anak, meski dengan mimik sedikit risau dengan kesehatan anaknya.

Ketua DPRD duduk di kursi ruang tunggu menanti keluarnya anaknya dari ruangan pemeriksaan sambil menunggu hasil laboratorium si pasien dan akhirnya langsung diperbolehkan pulang oleh dr tersebut.

Diwaktu yang sama media ini langsung mencoba melakukan konfirmasi dengan Ketua DPRD atas kejadian yang baru dialaminya tersebut, dihadapan beberapa pegawai di RSUD tersebut langsung menegur sang dr atas pelayanan RSUD Salak yang terkesan tidak baik dan kurangnya pelayanan pada masyarakat.

“Saya meminta kepada ibu dr atau Direktur Rumah sakit ini, kiranya bekerja harus mengedepankan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP), karena saya saja Ketua DPRD sudah di telantarkan tidak dihargai pihak RSUD ini, bagaimana pula dengan masyarakat,” ucap Hotma kecewa.

“Saya selaku Ketua DPRD disini merupakan wakil rakyat, artinya saya sangat takut warga saya yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat ini mungkin saja banyak yang diperlakukan lebih dari yang saya alami seperti saat ini,” tambahnya lagi.

Hotma menyebut, tentunya dengan kejadian ini, dirinya akan membuat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak RSUD ini diwaktu yang dekat demi terjaganya hak – hak masyarakat khususnya di bidang kesehatan.

“Jangan pula para pegawai di RSUD ini merasa sudah hebat bisa bekerja dengan sesuka hatinya tanpa menghiraukan keselamatan rakyat, khususnya di bidang memberikan pertolongan prima dalam kesehatan,” tegas Ketua DPRD Pakpak Bharat.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD meminta kepada dr. yang piket untuk mempersiapkan data pegawai yang piket saat itu dan mempersiapkan berkas SOP RSUD untuk dibawa pada saat dilaksanakan RDP paling lambat hari Senin tanggal, (11/09) atau Selasa (12/09) yang akan datang.

Ketika dikonfirmasi, dr. Elpina Siska Sitepu atas kejadian tersebut, menjelaskan dengan singkat. “ Maaf ya pak, ini semua terjadi karena mis komunikasi,” singkatnya sambil beranjak menuju ke ruang IGD.

Sayangnya, saat media meminta tanggapan Direktur RSUD Dalam terkait dugaan pelayanan buruk sampai berita ini diterbitkan belum mendapatkan jawaban.

Loading

Penulis : Benny S

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Pj Sekda Jeneponto Dorong Sinergi BKPRMI Perkuat Dakwah dan Pembinaan Generasi Muda
Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 Gelar Seminar Program Kerja di Kelurahan Tanahloe
Perkuat Kelestarian Pesisir, Pegiat Lingkungan Bentuk Forum Mangrove Merbau dan Tanam 200 Bibit
Polisi Gagalkan Penyelundupan Senpi Rakitan dari Lampung ke Jawa, 1 Pelaku Ditangkap
ITF UIN Ar-Raniry Gelar Capacity Building Season 3: Simbolis Serahkan Bantuan Biaya Pendidikan Tahap II
Sanksi Adat Tegas di Jeneponto: Pelaku Asusila Dilarang Masuk Seumur Hidup
Indonesian Legendary Songs: Satu Panggung, Seribu Kenangan Bersama Musisi Tasikmalaya
Pembangunan Sekolah Rakyat akan Segera Terwujud di Kabupaten Pakpak Bharat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:16 WIB

Pj Sekda Jeneponto Dorong Sinergi BKPRMI Perkuat Dakwah dan Pembinaan Generasi Muda

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:23 WIB

Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 Gelar Seminar Program Kerja di Kelurahan Tanahloe

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:36 WIB

Perkuat Kelestarian Pesisir, Pegiat Lingkungan Bentuk Forum Mangrove Merbau dan Tanam 200 Bibit

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:34 WIB

Polisi Gagalkan Penyelundupan Senpi Rakitan dari Lampung ke Jawa, 1 Pelaku Ditangkap

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:32 WIB

ITF UIN Ar-Raniry Gelar Capacity Building Season 3: Simbolis Serahkan Bantuan Biaya Pendidikan Tahap II

Berita Terbaru