TASIKMALAYA, MNP — Potensi olahraga dirgantara Tasikmalaya membutuhkan dukungan konkret agar tidak berhenti sebatas potensi.
Di sisi lain, meningkatnya aktivitas penggunaan drone menuntut pemahaman regulasi dan disiplin keselamatan udara yang lebih serius.
Dua hal tersebut menjadi perhatian Cepy Avey Nugraha, pilot paralayang Kabupaten Tasikmalaya sekaligus Ketua Federasi Drone Indonesia (FDI) Chapter Tasikmalaya, saat menghadiri Sosialisasi Olahraga Dirgantara di Base Operasi Lanud Wiriadinata, Rabu (21/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Cepy mendorong venue gantolle dan paralayang Pasirgowong di Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, agar lebih gencar dipromosikan hingga tingkat nasional.
Menurutnya, potensi tersebut perlu diimbangi pembinaan atlet yang berkelanjutan, dukungan lintas pihak, serta fasilitasi kegiatan dan perizinan sesuai ketentuan.
“Kami berharap Pasirgowong semakin dikenal secara nasional. Dukungan Danlanud Wiriadinata, Kolonel Pnb A. Kholiq Yulianto, menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan perkembangan olahraga dirgantara di Tasikmalaya,” ujar Cepy.
Tak hanya menyoroti pengembangan destinasi aerosport, Cepy juga menekankan pentingnya edukasi penerbangan pesawat tanpa awak atau drone.
Menurutnya, penerbangan yang mengabaikan ketentuan ruang udara dan prosedur keselamatan berpotensi membahayakan penerbangan sipil maupun militer.
Sebagai Ketua FDI Chapter Tasikmalaya, ia mendorong kolaborasi dengan Lanud Wiriadinata untuk memperluas sosialisasi regulasi Civil Aviation Safety Regulations (CASR) Part 107, termasuk pemahaman mengenai Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) dan ketentuan yang berlaku bagi pengguna drone.
“Jangan sampai kurangnya pemahaman terhadap aturan berujung pada risiko keselamatan. Setiap pegiat drone harus memahami batasan ruang udara, mematuhi prosedur, dan bertanggung jawab atas aktivitas penerbangannya,” tegasnya.
Cepy berharap, sosialisasi tersebut ditindaklanjuti dengan pembinaan olahraga dirgantara yang lebih terarah serta edukasi drone secara berkelanjutan.
Sinergi antara komunitas, otoritas terkait, dan Lanud Wiriadinata dinilai penting agar pengembangan olahraga udara berjalan seiring dengan perlindungan keselamatan penerbangan.
Bagi Tasikmalaya, tantangannya bukan sekadar mengangkat potensi kedirgantaraan, melainkan memastikan potensi itu berkembang melalui pembinaan yang nyata dan budaya keselamatan yang disiplin.
Pasirgowong perlu mendapat kesempatan untuk dikenal lebih luas, sementara penggunaan drone harus tetap tunduk pada aturan demi menjaga keamanan ruang udara Priangan Timur.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan