Tasikmalaya, MNP – Kasus kemiskinan dan stunting masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemerintahan Kota Tasikmalaya.
Lantaran itu, PJ Wali Kota Cheka Virgowansyah mengeluarkan program orang tua asuh.
Selain itu, akan mendatangkan 1100 mahasiswa IPDN untuk melakukan pendataan terkait persoalan itu, berikut stunting selama 10 bulan di Kota Tasikmalaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Jalaludin mewakili PJ Wali Kota dalam kegiatan pembukaan kegiatan Musrenbang tingkat OPD Dinas Kesehatan, Kamsi (10/02/2023).
Menanggapi itu, dr. Uus Supangat Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menyampaika terimakasih kepada PJ WalinKota yang akan mendatangkan para mahasiswa IPDN untuk mendata kemiskinan dan kasus Stunting.
Menurut Uus, diturunkannya mahasiswa IPDN/STPDN itu dalam rangka untuk penguatan updating data, ini sangat penting karena angka Stunting yang sudah di angka 22,04.
“Tentu harus kita interpensi terus, nah ini adalah untuk mengakselerasi, yang pertama dari aspek data dan pemantauan yang sudah daya guna dan berhasil guna,” ucapnya.
Senada, Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muharam merespon positif dan apresiasi langkah PJ Wali Kota yang akan menurunkan mashasiwa IPDN.
“Kita berterimakasih, karena para mahasiswa IPDN itu merupakan tenaga yang luar biasa, mereka profesional dan tentu kita tidak perlu mengeluarkan biaya dari APBD ketika itu memang tugas dari IPDN itu sendiri,” kata Dede.
“Mudah mudahan mereka bisa mendeteksi masyarakat yang kena stunting itu, sehingga hasilnya bisa lebih obyektif dan akurat,” pungkas politikus PKS ini. (Lex).
![]()









Tinggalkan Balasan