ENREKANG, MNP —– Sebuah langkah strategis dan penuh berkah kembali diambil untuk memperkuat kemaslahatan umat di Kabupaten Enrekang.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang bersama Pemerintah Daerah (Pemkab) Enrekang dan Bank Sulselbar Cabang Enrekang menggelar rapat teknis penguatan strategi, mekanisme, dan sistem pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang.
Rapat penting yang menjadi kunci optimalisasi dana umat ini berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kolaborasi di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Enrekang, pada Rabu, 7 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat teknis ini bukan sekadar pertemuan formalitas biasa, melainkan menjadi momentum krusial untuk membangkitkan kembali dan memperkuat peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang ada di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Enrekang.
Selama ini, potensi zakat profesi dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Enrekang dinilai masih sangat besar dan belum tergarap secara maksimal karena kurangnya pemahaman mekanisme dan sistem yang terintegrasi.
Oleh karena itu, melalui rapat ini, Baznas ingin memastikan bahwa setiap pengurus UPZ OPD benar-benar memahami tugas, fungsi, dan tanggung jawabnya sebagai ujung tombak pengumpul ZIS-DSKL di instansi masing-masing, sehingga tidak ada lagi zakat yang tercecer.
Ketua Baznas Kabupaten Enrekang, Siswandi Mazmur, dalam arahannya menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan yang sangat mulia dan fundamental.
“Melalui kegiatan tersebut, para pengurus UPZ OPD diharapkan semakin memahami tugas dan fungsi dalam proses pengumpulan ZIS-DSKL di lingkungan masing-masing,” kata Siswandi dengan penuh harapan.
Menurutnya, penguatan pemahaman ini adalah kunci utama agar pengelolaan dan pengumpulan ZIS-DSKL di Enrekang bisa berjalan lebih optimal, terarah, transparan, dan sesuai dengan syariat.
Jika pengumpulan dari ASN yang jumlahnya ribuan ini bisa maksimal, maka manfaatnya akan sangat luas dirasakan oleh mustahik, fakir miskin, dan masyarakat yang membutuhkan di seluruh pelosok Bumi Massenrempulu.
Lebih jauh, rapat teknis ini juga menjadi simbol kuatnya sinergi tiga pilar utama dalam ekosistem zakat di daerah, yakni Baznas sebagai pengelola amanah umat, Pemerintah Daerah sebagai regulator dan fasilitator, serta Bank Sulselbar sebagai mitra penyedia sistem keuangan yang memudahkan pemotongan dan penyaluran zakat secara otomatis dan akuntabel.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sebuah sistem pengumpulan ZIS-DSKL yang modern, tidak lagi manual dan merepotkan, melainkan berbasis sistem payroll dan digital banking yang langsung terhubung dengan Bank Sulselbar, sehingga zakat ASN bisa langsung tersalurkan setiap bulan tanpa hambatan.
Kegiatan yang penuh dengan semangat kebersamaan ini turut dihadiri oleh jajaran penting, antara lain Wakil Pimpinan II Baznas Enrekang Arsil Bagenda, Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Enrekang Hasdiana, perwakilan dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Enrekang, serta para Ketua dan pengurus UPZ dari berbagai OPD lingkup Pemkab Enrekang.
Kehadiran lengkap para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama bahwa penguatan ZIS-DSKL bukan hanya tanggung jawab Baznas semata, melainkan tanggung jawab bersama.
Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar besar dan berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem pengumpulan ZIS-DSKL di Kabupaten Enrekang, dengan satu tujuan akhir, agar manfaat zakat semakin luas, semakin tepat sasaran, dan benar-benar mampu mengentaskan kemiskinan serta menyejahterakan masyarakat Enrekang.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan