TASIKMALAYA, MNP – Festival Lampu Lumiland yang digelar di kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya, diharapkan tidak sekadar menjadi ajang hiburan musiman.
Kegiatan ini dinilai berpotensi berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi daerah.
Ketua Umum Garuda Pusaka Nusantara (Gapura) Tatang Sutarman, mengingatkan Pemerintah Kota Tasikmalaya agar keberhasilan penyelenggaraan Festival Lumiland tidak berhenti pada pelaksanaan tahun ini saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pemkot perlu melakukan evaluasi menyeluruh agar acara tersebut dapat dijadikan agenda tahunan yang berkesinambungan dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Tatang menilai pertunjukan lampu dan hiburan keluarga di kawasan Dadaha memiliki daya tarik tinggi untuk menggerakkan roda ekonomi lokal. Namun, ia menekankan pentingnya pengelolaan berbasis perencanaan yang matang.
“Jangan sampai Festival Lumiland hanya ramai pada tahun ini saja. Kalau memang terbukti menarik minat masyarakat, harus ada evaluasi dan perencanaan agar kegiatan ini bisa berkelanjutan. Jangan hanya menjadi acara seremonial, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi Kota Tasikmalaya,” tegas Tatang, Senin (12/10).
Selain keberlanjutan acara, Tatang menyoroti pentingnya efisiensi anggaran penyelenggaraan. Setiap pengeluaran, kata dia, harus dihitung secara cermat, transparan, dan sebanding dengan manfaat yang dirasakan masyarakat maupun daerah.
Menurutnya, kawasan Dadaha memiliki prospek cerah untuk dikembangkan sebagai pusat aktivitas wisata dan hiburan masyarakat jika dikelola secara profesional.
Dampak positifnya dapat dirasakan langsung oleh pelaku UMKM, pedagang kuliner, penyedia jasa parkir resmi, sektor transportasi, hingga industri kreatif lokal.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia mendorong Pemkot Tasikmalaya menyusun tata kelola kawasan yang komprehensif, mencakup aspek kebersihan, keamanan, aksesibilitas, promosi digital, serta keterlibatan aktif pelaku usaha lokal.
Tatang juga meminta pemkot menetapkan indikator keberhasilan yang terukur dalam menilai dampak festival.
Evaluasi sebaiknya tidak hanya berpatokan pada keramaian pengunjung dan dokumentasi kegiatan, tetapi juga memperhitungkan perputaran transaksi UMKM, efektivitas biaya, tingkat kepuasan publik, serta kontribusi riil terhadap kas daerah.
“Kalau kegiatan ini bisa menjadi daya tarik wisata, harus dipikirkan bagaimana keberlangsungannya. Anggaran harus efisien, masyarakat harus mendapatkan manfaat, dan pemerintah daerah juga perlu memiliki perhitungan yang jelas terkait kontribusinya terhadap PAD,” tambahnya.
Festival Lumiland Dadaha diharapkan mampu menjadi lebih dari sekadar hiburan sementara.
Dengan evaluasi yang objektif, pengelolaan transparan, dan strategi promosi berkelanjutan, kegiatan ini berpeluang menjadi ikon wisata baru Kota Tasikmalaya yang mampu mengubah antusiasme warga menjadi kekuatan ekonomi nyata.
![]()
Penulis : Soni
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan