Aliansi UMKM Bogor Raya Demo BRI KCP Sindang Barang, Desak Bank Jangan Persulit KUR

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, MNP – Aliansi UMKM Bogor menggelar aksi di depan bank BRI KCP Sindang Barang, Jalan Letjen Ibrahim Ajie Kecamatan Bogor Barat. Mereka mendesak penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar tidak dipersulit, pada Jum’at (02/10/2026).

Koordinator Aksi Aliansi UMKM, Soleh Hadi, yang memimpin langsung aksi tersebut, mengatakan ke tim media ini, ada praktik pengalihan kredit, yang merugikan pelaku usaha kecil (UMKM).

“Tuntutan kami sama seperti kemarin. Kami mendesak pihak Bank pemerintah seperti BRI ini, supaya mereka tidak mempersulit penyaluran KUR, sebagai regulator program kebijakan dari pemerintah Kita,” ujar Soleh Hadi.

Soleh mengaku pernah menjadi korban Bank. Dia menyebutkan pengajuan KUR miliknya dipersulit, dan malah dialihkan oleh pihak Bank ke Kupedes.

“Dulu saya pernah mau ambil KUR dipersulit, lalu dialihkan Bank menjadi Kupedes (Kredit Usaha Pedesaan),” ungkapnya.

Menurut Soleh, bunga Kupedes sangat tinggi. Ia menyebut bunganya tadi mencapai 22% per tahun dengan sistem bunganya yang majemuk.

“Dalam Kupedes itu Pak, bunganya sangat tinggi, 22% setahun dan dengan bunga majemuk. Gede banget lah pokoknya!” jelasnya.

Dia memberi simulasi, jika meminjam Rp 65 Juta selama 60 bulan. Cicilan bulan pertamanya Rp 600 ribu cicilan pokok dan Rp 1,1 Juta itu bayar bunganya.

“Artinya kalau kita nutup sebelum jatuh temponya, contoh baru setahun kita tutup, hutang pinjaman pokoknya itu baru kecicil sedikit,” jelasnya.

Soleh mempertanyakan alasan Bank memberikan Kupedes kepada UMKM. Padahal itu, menurutnya lagi, platform KUR UMKM dari pemerintah Kita itu masih banyak saldonya.

“Kenapa Usaha Kecil seperti Kami ini dikasih Kupedes ? Sedangkan di program KUR, Anggaran Pemerintah saja masih silva, masih besar saldo. Karena anggaran untuk KUR masih banyak yang belum tersalurkan,” ujar Soleh.

Ia menyinggung arahan dari Presiden Prabowo. Presiden meminta Bank tidak terus menerus buat – buat peraturan internal, yang dapat mempersulit dinamika program KUR.

“Pak Prabowo pun bilang, jangan bikin aturan lagi, jangan bikin aturan yang bersifat internal terus. Ini malah dipersulit,” ujarnya.

Soleh membandingkan agunan dari kedua jenis kredit tersebut. Kupedes yang bunganya tinggi itu justru meminta jaminan AJB tanah dan bangunan miliknya.

“Saya yang Kupedes saja pakai jaminan AJB. Nah, KUR itu enggak dimintai ajaminan,” ungkapnya.

Dia pun membandingkan besaran bunga. Antara KUR yang hanya 6% per tahun, dengan Kupedes yang 22% per tahunnya.

“Bunganya selangit. KUR cuma 6% setahun, Bang. Artinya kalau Kita pinjam Rp 100 Juta, bunganya cuma Rp 6 Juta setahun. Kalau Kupedes Rp 100 Juta, bunganya itu Rp 22 juta setahun. Kayak Kita kredit motor Bang, kayak leasing gitu,” paparnya.

Dampaknya, papar Soleh, masih banyak kan warga Bogor (yang tidak paham hal tersebut : red), hingga mereka gagal mendapat pinjaman KUR, kemudian pelariannya Bank Keliling, Bank Emok dan lain-lain.

“Banyak masyarakat Kita di Bogor ini, masih belum tahu. Mau pinjam modal dari program KUR, tetapi karena tidak tahu proses dan caranya, mereka jadi pesimis dan meng-klaim, nggak bisa lah, susah lah hingga akhirnya mereka nyerah, lalu pinjam Bank Berjanji alias Bank Emok hingga Bank Keliling alias Rentenir,” ujar Soleh.

Sementara itu Pimpinan Bank BRI-KCP Sindang Barang, saat ditemui dikantornya, belum dapat dimintai keterangannya, malah beralasan sedang sibuk menerima tamu, tapi demi keberimbangan substansi pemberitaan, redaksi Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk memberikan hak jawab dari pihak terkait.

Loading

Penulis : Asep Didi/Tim

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Aliansi Gemarindra Kepung Gedung DPR-RI dan BPK, Desak Audit Tiga Nama Pejabat
Kuasa Hukum Kings Family Karaoke Tegaskan Siap Tempuh Jalur Hukum Jika Terjadi Penutupan
Dualisme Manajemen Plus Kepemimpinan di Terminal Bubulak Diduga Memicu Masalah Kompleks
Klarifikasi Belum Terjawab, PH Yadi-Subarno Soroti Pernyataan Luasan 11 Hektare
Kenaikan Pangkat 63 Prajurit Kodim 0612/Tasikmalaya: Pangkat Bertambah, Tanggung Jawab Ikut Menguat
Soal Isu Beli Kursi Mahasiswa Baru, Dosen UNSIL Beri Klarifikasi dan Beberkan Kronologi
CV Assalam Family Salurkan Santunan untuk Lansia, Guru Madrasah dan Anak Putus Sekolah
Plat Besi Bikin Curiga, Polisi Temukan 27 Kg Sabu di Mobil Innova, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Aliansi UMKM Bogor Raya Demo BRI KCP Sindang Barang, Desak Bank Jangan Persulit KUR

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Aliansi Gemarindra Kepung Gedung DPR-RI dan BPK, Desak Audit Tiga Nama Pejabat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Kuasa Hukum Kings Family Karaoke Tegaskan Siap Tempuh Jalur Hukum Jika Terjadi Penutupan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Dualisme Manajemen Plus Kepemimpinan di Terminal Bubulak Diduga Memicu Masalah Kompleks

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Klarifikasi Belum Terjawab, PH Yadi-Subarno Soroti Pernyataan Luasan 11 Hektare

Berita Terbaru