Isak Tangis Anak Sabarnu di Mapolres Bartim, Memohon Keringanan untuk Sang Ayah

Senin, 28 September 2026 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARITO TIMUR, MNP — Isak tangis pecah di Mapolres Barito Timur. Tema, anak Sabarnu, warga Desa Hayaping, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur, tak kuasa menahan tangis saat mendatangi kepolisian untuk memohon keringanan bagi sang ayah yang tengah menjalani proses hukum setelah ditangkap terkait kasus pembakaran ladang.

Gadis remaja yang diketahui masih menempuh pendidikan di Universitas Palangka Raya (UPR) itu datang membawa harapan agar ayahnya mendapatkan keringanan.

Di hadapan Kapolres Barito Timur, ia bahkan bersujud sembari menyampaikan permohonan agar sang ayah dipertimbangkan kondisinya sebagai tulang punggung keluarga.

Foto Tema anak tersangka Karhutla Sabarnu saat sujud di depan Kapolres Bartim

Tangisnya menggambarkan beratnya kondisi yang dihadapi keluarga setelah Sabarnu harus berhadapan dengan proses hukum.

Bagi keluarga Sabarnu, aktivitas berladang bukan semata-mata pekerjaan, tetapi bagian dari cara masyarakat setempat memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Praktik berladang juga dikenal sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Dayak yang telah dilakukan secara turun-temurun.

Namun, praktik pembukaan lahan dengan cara membakar tetap memiliki konsekuensi hukum apabila dilakukan dengan cara atau dalam kondisi yang melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan.

Keluarga berharap proses hukum terhadap Sabarnu tetap mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi keluarga, termasuk posisinya sebagai tulang punggung keluarga.

Permohonan tersebut kini menjadi perhatian keluarga dan masyarakat yang berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum sekaligus konteks kehidupan masyarakat yang masih menggantungkan penghidupan dari aktivitas berladang.

Hingga berita ini ditulis, proses hukum terhadap Sabarnu masih berjalan.Yulius Yartono.

Loading

Penulis : Yulius Yartono

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Wujudkan Guru Bermutu, PGRI Cabang Tawang Gelar Konkercab dan Tetapkan Program Strategis 2026
Polsek Kuala Cenaku Dorong Warga Manfaatkan Lahan Pekarangan untuk Budidaya Timun
Dugaan Jejaring Tambang Bentonit Bantarkalong, GAM Desak Usut Keterkaitan Oknum Polisi dan Perusahaan Asal Cirebon
Panik Video Viral, Pelaksana Proyek Siluman Malua-Kolai Diam-diam Tambal Beton, Warga: Itu Akal-akalan Hilangkan Barang Bukti!
Pencurian Celengan Rp 5,25 Juta, Polisi Amankan Pemuda di Tanjung Bintang
Ribuan Burung Diangkut Tanpa Dokumen, Terjaring Pemeriksaan di Bakauheni
Bulan Bakti Karang Taruna 2026, Ketua KT Kota Tasikmalaya Soroti Dampak Regulasi Baru
Enrekang Ukir Sejarah, Raih Prestasi Terbaik Ketiga Nasional di Ajang Bergengsi TPID AWARD 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:05 WIB

Wujudkan Guru Bermutu, PGRI Cabang Tawang Gelar Konkercab dan Tetapkan Program Strategis 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:48 WIB

Polsek Kuala Cenaku Dorong Warga Manfaatkan Lahan Pekarangan untuk Budidaya Timun

Senin, 28 September 2026 - 17:27 WIB

Dugaan Jejaring Tambang Bentonit Bantarkalong, GAM Desak Usut Keterkaitan Oknum Polisi dan Perusahaan Asal Cirebon

Senin, 28 September 2026 - 17:06 WIB

Isak Tangis Anak Sabarnu di Mapolres Bartim, Memohon Keringanan untuk Sang Ayah

Senin, 28 September 2026 - 16:59 WIB

Panik Video Viral, Pelaksana Proyek Siluman Malua-Kolai Diam-diam Tambal Beton, Warga: Itu Akal-akalan Hilangkan Barang Bukti!

Berita Terbaru