PEMALANG, MNP – Ambisi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang untuk menyulap wajah kota menjadi seindah dan asri kota-kota besar lewat program penanaman pohon bunga Tabebuya kini terancam layu sebelum berkembang.
Alih-alih memanjakan mata, estetika bunga mirip Sakura tersebut justru terhalang dan terkepung oleh semrawutnya bentangan kabel Wifi ilegal maupun legal yang bergelantungan tak beraturan di sepanjang jalan protokol.
Kondisi terparah bahkan terlihat jelas di area vital pusat pemerintahan, salah satunya di kawasan Gedung DPRD Kabupaten Pemalang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabel-kabel hitam yang menjuntai rendah dan saling melilit tidak hanya merusak pemandangan pohon Tabebuya yang mulai tumbuh, tetapi juga dinilai membahayakan keselamatan warga serta pengguna jalan.
Program keindahan daerah yang menelan anggaran daerah ini pun dituding mubazir akibat buruknya koordinasi antar-instansi.
Menanggapi carut-marutnya integrasi tata kota ini, Asisten 1 Sekda Pemalang Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Tutuko Raharjo, angkat bicara dengan nada tinggi.
Ia menegaskan bahwa pihak pemkab tidak akan tinggal diam melihat program estetika hijau ini dirusak oleh ego sektoral pengusaha provider internet.
Tutuko sangat menyayangkan sikap para penyedia jasa internet yang memasang jaringan secara serampangan tanpa memedulikan estetika tata ruang Pemalang.
Program Tabebuya ini adalah instruksi langsung untuk mempercantik daerah, tapi sekarang malah dikepung kabel setan Mulai minggu depan, Pemkab bersama Satpol PP dan Dinas Perhubungan akan mengambil tindakan tegas.
“Jika provider membandel dan tidak segera merapikan bentangan kabelnya, terutama di jalur hijau seperti depan Gedung DPRD dan RSUD , kami akan langsung melakukan pemotongan massal tanpa toleransi!,” ujar Tutuko Raharjo dengan tegas kepada awak media, pada Kamis (24/9).
Publik kini menunggu pembuktian dari ketegasan Pemkab Pemalang. Apakah kota berslogan Ikhlas ini benar-benar bisa terbebas dari jeratan kabel semrawut demi mekarnya Tabebuya, atau justru keindahan kota harus kalah dan terkubur oleh jaringan kabel yang kian menjamur.
![]()
Penulis : Ragil
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan