TASIKMALAYA, MNP — Pemerintah Kota Tasikmalaya secara resmi menggelar acara Peresmian Hasil-Hasil Pembangunan Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2025, yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-23 Kota Tasikmalaya dengan tema “Tasik Maju”.
Acara ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, S.T., M.B.A, didampingi oleh prokomda Kota Tasikmalaya yang bertempat di aula Bappelitbangda.
Kegiatan ini menandai selesainya berbagai program pembangunan yang telah direncanakan dan dilaksanakan sepanjang tahun anggaran 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembangunan yang telah diresmikan ini mencakup berbagai sektor yang disesuaikan dengan enam pilar utama pembangunan Kota Tasikmalaya.
Pemerintah Kota Tasikmalaya menetapkan arah kebijakan pembangunan untuk tahun 2026 dengan fokus utama pada penata kelolaan pemerintahan dan pengembangan sumber daya manusia, sekaligus memastikan setiap pembangunan yang dilakukan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam keterangannya, Wali Kota Tasikmalaya menyampaikan bahwa hasil perencanaan tahun 2024 telah menghasilkan berbagai pembangunan di tahun 2025.
Tahun 2025–2029 merupakan masa “take off” pembangunan di bawah kepemimpinan saat ini, dan hasil evaluasi pelaksanaan tahun 2025 akan menjadi acuan untuk penyempurnaan perencanaan tahun-tahun berikutnya.
“Perencanaan yang baik itu harus terus terjadi di tahun-tahun setelahnya. Perlu kita syukuri, walaupun dengan kondisi dan tantangan yang luar biasa, Kota Tasikmalaya masih bisa terus membangun,” kata Wali Kota.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang lebih banyak pada pembangunan fisik, tahun 2026 diarahkan pada:
– Penata kelolaan pemerintahan yang lebih baik
– Pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia
– Reprioritasisasi pembangunan infrastruktur — jumlah paket pembangunan fisik diperkirakan tetap setara dengan tahun 2025, namun fokus utamanya bergeser ke kualitas dan dampak
– Keseimbangan anggaran — antara belanja modal, hibah, dan pengeluaran wajib sesuai aturan Kementerian Dalam Negeri dan peraturan perundang-undangan
– Pencapaian indikator makro — pemantauan angka kelahiran, angka kematian, tingkat pengangguran terbuka, dan indikator kesejahteraan lainnya
Wali Kota mengatakan, pembangunan tidak sekadar tentang jumlah fisik yang dibangun, tetapi apakah pembangunan tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Beberapa fokus utama yang ingin dicapai.
– Penanganan masalah banjir — apakah pembangunan yang dilakukan dapat berkontribusi mengurangi risiko banjir di Kota Tasikmalaya?
– Peningkatan akses pendidikan — apakah fasilitas pendidikan yang dibangun dapat semakin memudahkan masyarakat?
– Pelayanan dasar dan penanganan bencana — termasuk di antaranya perbaikan fasilitas dan penanganan masalah lingkungan di wilayah Kecamatan Tamansari dan kawasan lainnya.
“Sembilan ratus tujuh paket pembangunan yang telah dilaksanakan, semuanya harus dapat dirasakan dampaknya. Apakah banjir terselesaikan? Apakah akses pendidikan membaik? Itulah yang menjadi fokus kita di tahun 2026.”
Seluruh perencanaan juga diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026–2029, agar setiap langkah pembangunan terarah dan berdampak luas bagi Kesejahteraan masyarakat Kota Tasikmalaya.
![]()
Penulis : Ist
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan