TASIKMALAYA, MNP — Sebanyak 14 tim yang mewakili 10 kecamatan di Kota Tasikmalaya kembali turun gelanggang dalam ajang Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya U-40.
Turnamen yang digelar pada Sabtu dan Minggu ini akan berlangsung secara bertahap hingga mencapai partai final yang ditargetkan digelar pada 26 September 2026.
Di balik pertandingan para pemain yang telah memasuki usia 40 tahun, terselip pesan penting tentang bagaimana sepak bola tetap menjadi ruang silaturahmi, menjaga kebugaran, sekaligus mempertahankan semangat kompetitif para pemain senior di Kota Tasikmalaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua PSSI Kota Tasikmalaya, H. Wahid, menegaskan bahwa penyelenggaraan Piala Ketua PSSI U-40 ini merupakan bagian dari upaya menjaga ekosistem sepak bola tetap hidup di berbagai kelompok usia.
Menurutnya, keterlibatan 14 tim dari 10 kecamatan menunjukkan bahwa gairah sepak bola di Kota Tasikmalaya tidak berhenti pada kelompok usia muda. Para pemain senior pun masih memiliki energi dan semangat untuk berkompetisi secara sehat.
“Ini merupakan penyelenggaraan yang kedua. Kami ingin turnamen ini bukan hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi dan menjaga semangat sepak bola di Kota Tasikmalaya,” ujar H. Wahid.
Ia menambahkan, format kompetisi yang berlangsung setiap akhir pekan hingga menuju final pada 26 September diharapkan mampu memberikan ruang pertandingan yang cukup bagi seluruh peserta, sekaligus menciptakan atmosfer kompetisi yang menarik bagi masyarakat.
“Yang paling penting adalah sportivitas. Menang dan kalah itu bagian dari pertandingan, tetapi persaudaraan dan kebersamaan harus tetap dijaga,” tegasnya.
Keikutsertaan tim dari 10 kecamatan juga dinilai menjadi indikator bahwa sepak bola memiliki basis yang cukup kuat di tengah masyarakat.
Karena itu, PSSI Kota Tasikmalaya diharapkan tidak hanya fokus pada kompetisi kelompok usia muda, tetapi juga memberi perhatian terhadap komunitas dan pemain senior yang selama ini turut menjaga denyut sepak bola daerah.
Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya U-40 edisi kedua pun menjadi momentum untuk membuktikan bahwa sepak bola bukan sekadar persoalan mengejar kemenangan.
Kompetisi ini menjadi ruang untuk merawat kebersamaan, menjaga tradisi bermain sepak bola, sekaligus mempertemukan kembali para pemain yang pernah menjadi bagian dari perjalanan sepak bola di Kota Tasikmalaya.
Dengan 14 tim, 10 kecamatan, dan target partai puncak 26 September 2026, persaingan menuju gelar juara dipastikan tidak hanya menyajikan adu kemampuan di lapangan, tetapi juga menjadi pertarungan gengsi antar kawasan.
PSSI Kota Tasikmalaya berharap gelaran kedua ini dapat berlangsung tertib, sportif, dan menjadi agenda yang terus berkembang pada tahun-tahun berikutnya.
“Kami berharap ke depan turnamen ini semakin baik dan semakin banyak masyarakat yang ikut mendukung. Sepak bola harus terus hidup, bukan hanya di lapangan, tetapi juga di tengah masyarakat,” pungkas H. Wahid.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan