Gawat! Jalan Poros Kukku-Ranga Hampir Putus, Beton Menggantung & Dekker Runtuh Ancam Nyawa Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan Poros dari kukku Ranga bisa di posting supaya ada perhatian pemda pak. Lokasi tikungan Lanta tiga

Jalan Poros dari kukku Ranga bisa di posting supaya ada perhatian pemda pak. Lokasi tikungan Lanta tiga

ENREKANG, MNP – “Tabe pak bantu lagi posting semoga berkah. Jalan Poros dari Kukku Ranga bisa di posting supaya ada perhatian Pemda pak”.

Pesan WhatsApp dari warga Kaluppini yang masuk ke redaksi Media Nasional Potret menjadi bukti nyata keresahan masyarakat.

Kondisi Jalan Poros Kukku – Ranga saat ini dalam keadaan sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Titik paling kritis berada di Tikungan Lanta III. Pantauan di lapangan menunjukkan hampir setengah badan jalan sudah tergerus longsor. Yang tersisa hanya beton jalan yang menggantung tanpa penyangga.

“Jalan tersebut sangat membutuhkan perhatian pemerintah daerah untuk menangani jalan yang sudah sangat berbahaya bagi pengendara baik roda dua maupun empat roda. Sudah hampir setengah badan jalan dibawa longsor tinggal beton yang menggantung,” ujar WD, salah satu tokoh masyarakat Desa Ranga.

Jembatan Dekker ke dua dari kukku perlu ada bantuan dana pemeliharaan

Bukan hanya di Lanta III, kerusakan parah juga ditemukan di titik lain. Di KM 1 Poros Kukku Ranga terdapat plat Dekker yang kondisinya sudah runtuh.

Aspal di sisi kiri dan kanan jembatan juga sudah terkupas habis. Kondisi ini membuat pengendara harus ekstra hati-hati karena rawan menyebabkan kecelakaan, terutama saat malam hari dan musim hujan.

Kerusakan serupa juga terjadi di wilayah Lanja, Kaluppini. Di lokasi tersebut terjadi penurunan badan jalan. Beton penahan sudah terkupas dan kerikil-kerikil lepas berserakan di permukaan jalan.

“Sama halnya dengan penurunan yang ada di Lanja Kaluppini, beton yang sudah terkupas, kerikil lepas sehingga membahayakan keselamatan pengendara,” lanjut WD.

Warga menilai, Jalan Poros Kukku – Ranga merupakan akses vital penghubung antar desa dan kecamatan.

Arus transportasi hasil pertanian, pendidikan, hingga rujukan kesehatan sangat bergantung pada jalan ini. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin jalan akan putus total dan melumpuhkan aktivitas ekonomi warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan nyata dari Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang.

Warga Kaluppini dan Ranga pun mendesak Bupati Enrekang dan Dinas PUPR segera turun tangan sebelum korban berjatuhan. “Jangan tunggu ada korban dulu baru diperbaiki. Ini sudah darurat,” tegas warga.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kritik HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Ketua MUI Ingatkan Sumpah Jabatan: Rakyat Butuh Bukti, Bukan Seremoni
Publik Bertanya, Kenapa KDM Pilih Absen di Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya?
Hadiah atau Umpan? Tokoh Muda Ansor Pertanyakan Etika Promosi Komersial Menyasar Siswa SD
Kades Pematang Baru Ditahan, Diduga Korupsi APBDes, Rugikan Negara Hingga Rp585 Juta
Warga Pertanyakan Ketidakseragaman Aturan Barcode BBM di SPBU Kota Tasikmalaya
Distribusikan 2,34 Juta Liter Air Bersih, BPBD Kota Tasikmalaya Juga Petakan Risiko Banjir
Madrasah Al Musytari Lengo Resmi Kantongi Izin Operasional Kemenag Kota Tasikmalaya
Kepemimpinan Viman-Diky Stagnan, Ketua Gapura Dukung Aksi Pemakzulan Cipayung Plus dan Poros Pelajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Kritik HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Ketua MUI Ingatkan Sumpah Jabatan: Rakyat Butuh Bukti, Bukan Seremoni

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Publik Bertanya, Kenapa KDM Pilih Absen di Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Hadiah atau Umpan? Tokoh Muda Ansor Pertanyakan Etika Promosi Komersial Menyasar Siswa SD

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Kades Pematang Baru Ditahan, Diduga Korupsi APBDes, Rugikan Negara Hingga Rp585 Juta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Warga Pertanyakan Ketidakseragaman Aturan Barcode BBM di SPBU Kota Tasikmalaya

Berita Terbaru