Waspadai Ribuan Titik Panas, Polisi, TNI, Pemda dan Masyarakat Perkuat Antisipasi Karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN, MNP – Rapat koordinasi lintas sektoral tersebut digelar di Aula Raden Intan Polres Lampung Selatan dan dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan, serta unsur TNI, BPBD, Damkar, Basarnas, BMKG, pemerintah daerah, relawan dan organisasi masyarakat.

Lebih dari 3.000 titik panas (hotspot) dan titik api terindikasi di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral kesiapsiagaan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Aula Raden Intan Polres Lampung Selatan, Jumat (28/8/2026).

Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan mengatakan, ribuan titik panas tersebut perlu segera diverifikasi untuk memastikan kondisi di lapangan.

Pemantauan dilakukan dengan memanfaatkan informasi dari Lancang Kuning, SIMPONI dan BMKG sebagai dasar pengecekan oleh petugas.

“Penanganan karhutla, banjir, tsunami dan bencana lainnya merupakan tanggung jawab bersama,” kata Deddy.

Deddy mengatakan, kondisi geografis Lampung Selatan yang memiliki wilayah pesisir serta status Gunung Anak Krakatau Level III (Siaga) membutuhkan kesiapsiagaan lintas sektor.

Polres juga telah mengerahkan Bhabinkamtibmas untuk melakukan sosialisasi, pemasangan spanduk dan pencegahan kepada masyarakat maupun perusahaan.

Jika masih ditemukan pembakaran yang dilakukan sengaja atau karena kelalaian dan memenuhi unsur pelanggaran, polisi akan melakukan penegakan hukum.

Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar mengatakan, pencegahan kebakaran harus dilakukan secara masif hingga tingkat desa selama musim kemarau.

“Himbauan pencegahan kebakaran harus dilaksanakan secara masif dan rutin, baik secara online maupun offline,” ujar Syaiful.

Pemerintah daerah juga menyiagakan sejumlah armada dan personel Damkar untuk mempercepat penanganan kebakaran.

Berdasarkan data Januari hingga Agustus 2026, tercatat 121 kejadian kebakaran di Lampung Selatan, terdiri dari 49 kebakaran lahan dan 41 kebakaran rumah. Kecamatan Kalianda menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 32 kasus.

Kepala Damkar Lampung Selatan Muhamad Sefri Masdian menyebut mayoritas kebakaran dipicu aktivitas manusia dan kelalaian sehingga edukasi masyarakat menjadi kunci pencegahan.

Kepala BPBD Lampung Selatan H. Maturidi mengatakan, telah terbentuk 39 Desa Tangguh Bencana (Destana) di 13 kecamatan untuk memperkuat deteksi dini dan penanganan awal.

BPBD juga mendorong pembentukan posko gabungan tingkat kabupaten serta penyediaan tandon air di setiap kecamatan.

Rapat menyepakati penguatan sinergi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi terkait, pemerintah desa, relawan, perusahaan, dan masyarakat.

Pencegahan dilakukan melalui edukasi secara masif dan berkelanjutan, pengaktifan unsur kesiapsiagaan hingga tingkat desa, serta percepatan verifikasi setiap informasi hotspot, titik api, dan laporan kebakaran.

Selain itu, peserta rapat mendorong penguatan time response, ketersediaan sumber atau tandon air di wilayah rawan, kesiapan sarana prasarana, serta pembentukan posko gabungan tingkat kabupaten.

Setiap pembakaran yang memenuhi unsur pelanggaran hukum akan ditindak sesuai ketentuan, sementara rambu dan jalur evakuasi, khususnya di wilayah pesisir, harus terus dijaga dan diperbarui.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kritik HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Ketua MUI Ingatkan Sumpah Jabatan: Rakyat Butuh Bukti, Bukan Seremoni
Publik Bertanya, Kenapa KDM Pilih Absen di Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya?
Hadiah atau Umpan? Tokoh Muda Ansor Pertanyakan Etika Promosi Komersial Menyasar Siswa SD
Kades Pematang Baru Ditahan, Diduga Korupsi APBDes, Rugikan Negara Hingga Rp585 Juta
Warga Pertanyakan Ketidakseragaman Aturan Barcode BBM di SPBU Kota Tasikmalaya
Distribusikan 2,34 Juta Liter Air Bersih, BPBD Kota Tasikmalaya Juga Petakan Risiko Banjir
Madrasah Al Musytari Lengo Resmi Kantongi Izin Operasional Kemenag Kota Tasikmalaya
Kepemimpinan Viman-Diky Stagnan, Ketua Gapura Dukung Aksi Pemakzulan Cipayung Plus dan Poros Pelajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Kritik HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Ketua MUI Ingatkan Sumpah Jabatan: Rakyat Butuh Bukti, Bukan Seremoni

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Publik Bertanya, Kenapa KDM Pilih Absen di Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Hadiah atau Umpan? Tokoh Muda Ansor Pertanyakan Etika Promosi Komersial Menyasar Siswa SD

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Kades Pematang Baru Ditahan, Diduga Korupsi APBDes, Rugikan Negara Hingga Rp585 Juta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Warga Pertanyakan Ketidakseragaman Aturan Barcode BBM di SPBU Kota Tasikmalaya

Berita Terbaru