TASIKMALAYA, MNP – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti sebagai agenda seremonial atau rutinitas tahunan.
Momentum tersebut dinilai penting untuk kembali menggali keteladanan Rasulullah SAW, khususnya dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, adil, peduli, dan berlandaskan akhlak.
Hal itu disampaikan Asep Devo, tokoh masyarakat Kp. Citerewes, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, dalam pandangannya terkait makna peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Asep, perubahan sosial yang terus berlangsung membuat nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW semakin relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kejujuran, kasih sayang, toleransi, gotong royong, keadilan, serta kepedulian terhadap sesama, kata dia, harus menjadi nilai yang hidup di tengah masyarakat.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial atau rutinitas tahunan, tetapi menjadi momentum penting bagi kita semua untuk kembali mengingat dan meneladani akhlak, perjuangan, serta nilai-nilai kehidupan yang diajarkan Rasulullah SAW,” ujar Asep.
Ia menilai, semangat Maulid juga tidak hanya relevan bagi masyarakat secara umum, tetapi menjadi bahan refleksi penting bagi para pemimpin, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Asep menegaskan bahwa kepemimpinan Rasulullah SAW memberikan pelajaran bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kewenangan.
Lebih dari itu, pemimpin harus mampu menunjukkan keteladanan, kejujuran, amanah, keberanian memperjuangkan kepentingan masyarakat, serta kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi rakyat.
“Jabatan pada hakikatnya adalah amanah, bukan sekadar kekuasaan,” tegasnya.
Menurutnya, di tengah berbagai persoalan sosial dan tuntutan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah SAW patut menjadi inspirasi dalam menjalankan pemerintahan.
Ia berharap kebijakan pemerintah tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu menghadirkan keadilan, meningkatkan kesejahteraan, memperbaiki pelayanan publik, dan memastikan kepentingan masyarakat menjadi prioritas.
“Pemimpin hendaknya mampu mendengar suara masyarakat, terutama masyarakat kecil yang terkadang paling merasakan dampak dari setiap kebijakan,” katanya.
Asep juga mengingatkan bahwa semakin besar kewenangan yang dimiliki seorang pemimpin, semakin besar pula tanggung jawab moral untuk memberikan manfaat dan keadilan kepada masyarakat.
Karena itu, ia berharap peringatan Maulid Nabi di Kp. Citerewes tidak berhenti pada kegiatan dan tausiyah semata. Menurutnya, nilai yang disampaikan dalam peringatan tersebut harus diterjemahkan menjadi sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
“Bagi masyarakat, mari kita perkuat persaudaraan dan kepedulian. Bagi para pemimpin, mari kita jadikan amanah, keadilan, kejujuran, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat sebagai bagian utama dari pengabdian,” tuturnya.
Asep meyakini, apabila nilai-nilai tersebut dapat diterapkan secara konsisten, kehidupan masyarakat akan semakin harmonis, kepedulian sosial semakin kuat, dan hubungan antara masyarakat dengan pemimpin dapat dibangun di atas kepercayaan serta tanggung jawab.
“Semoga para pemimpin kita senantiasa diberikan kekuatan untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, sebagaimana nilai-nilai kepemimpinan yang telah dicontohkan Rasulullah SAW,” pungkas Asep.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan