PASAR BARAKA DILANDA SAMPAH! Wabup Akui Armada Tua dan BBM Tersendat, Enrekang Darurat Kebersihan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nampak depan gardu Pasar Baraka, lapak penjual tertutup gunungan sampah

Nampak depan gardu Pasar Baraka, lapak penjual tertutup gunungan sampah

ENREKANG, MNP – Kondisi memprihatinkan kembali terjadi di Pasar Baraka, Kabupaten Enrekang. Tumpukan sampah di depan gardu pasar sudah menutupi akses jalan dan membuat para pedagang tidak nyaman berjualan.

Bau menyengat dan lalat beterbangan menjadi pemandangan sehari-hari. Ironisnya, ini bukan kejadian pertama, melainkan sudah berulang kali terjadi tanpa ada solusi permanen.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh H. Banteng.K, Mantan Ketua DPRD Kabupaten Enrekang. Ia menyayangkan pembiaran di pusat ekonomi rakyat itu.

“Depan gardu pasar Baraka kasian penjualnya sudah tertutupi sampah sudah beberapa kali pasar,” ujarnya.

Menurutnya, pasar adalah wajah daerah dan tempat mencari nafkah masyarakat kecil. “Pasar itu urat nadi ekonomi. Kalau pasarnya kotor, bagaimana mau maju,” tegas H. Banteng.

Keluhan serupa juga datang dari warga dan pedagang. Mereka mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan pengelola pasar untuk segera bertindak.

Permintaan mereka sederhana, perketat jadwal pengangkutan, sediakan kontainer yang memadai, dan siagakan petugas kebersihan setiap hari pasar.

Jangan sampai pasar yang seharusnya jadi sumber pendapatan justru berubah menjadi sumber penyakit.

Menjawab keresahan itu, Wakil Bupati Enrekang Andi Tenri Liwang akhirnya buka suara. Ia mengakui persoalan sampah memang menjadi isu paling banyak dikeluhkan masyarakat beberapa waktu terakhir.

“Keluhan mengenai keterlambatan pengangkutan hingga penumpukan sampah di sejumlah titik menjadi tantangan yang kini tengah dihadapi Pemerintah Kabupaten Enrekang,” katanya, Rabu (5/8/2026).

Wabup membeberkan 3 akar masalah utama. Pertama, keterbatasan armada.

“Kondisi armada yang ada saat ini memang menjadi tantangan tersendiri. Karena itu pemerintah daerah merencanakan penambahan armada baru agar pelayanan pengangkutan sampah bisa lebih optimal,” ungkapnya.

Namun pengadaan masih menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Kedua, pasokan BBM. Pemkab berencana berkoordinasi dengan SPBU agar kendaraan pelayanan publik seperti mobil sampah, ambulans, dan pemadam dapat prioritas khusus.

Ketiga, sistem pengolahan. Saat ini Pemkab masih menunggu perizinan TPS3R. Keberadaannya dianggap krusial karena bisa mengurangi volume sampah sebelum diangkut ke TPA Karrang yang jaraknya cukup jauh.

“Ketika TPS3R sudah beroperasi, beban pengangkutan ke TPA akan jauh berkurang karena sebagian sampah dapat dipilah dan dikelola lebih dulu,” jelas Andi Tenri Liwang.

Tak hanya perbaikan teknis, Pemkab juga akan menghidupkan kembali program bank sampah di tingkat kecamatan.

Wabup menekankan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan dengan armada dan fasilitas.

Kesadaran masyarakat untuk memilah dari rumah juga kunci. Di tengah keterbatasan itu, Pemkab juga menyampaikan permohonan maaf.

“Saya turun langsung melakukan pemantauan dan melihat petugas masih bekerja sampai sekitar pukul dua dini hari. Ini menunjukkan bahwa mereka tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya.

Bagi Enrekang, persoalan sampah hari ini adalah ujian. Di satu sisi ada desakan keras dari tokoh dan warga agar pasar bersih. Di sisi lain ada keterbatasan nyata yang diakui pemerintah.

Publik kini menunggu, apakah janji penambahan armada, BBM khusus, dan TPS3R benar-benar jadi solusi, atau Pasar Baraka dan titik lain akan kembali tenggelam dalam timbunan sampah.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Asep Rahmat Soroti Proyek Pokmas: “Kalau Kerjakan Semua, Kelurahan Berfungsi Apa?”
Semarakkan HUT ke-81 TNI, Korem 062/TN dan Kodim 0611/Garut Gelar Bazar Murah Serentak
Sosialisasi Karhutla Lebih Banyak Ancaman Hukum, Edukasi Dampak Kabut Asap Justru Minim
APBD Perubahan 2026 Disahkan, DPRD Pendapatan Capai Rp1,62 Triliun
Rp2,9 Miliar Digelontorkan untuk Percepatan TBC di Tasikmalaya
DPP GAM Adukan Dugaan Tambang Bentonit Ilegal di Bantarkalong ke Polres Tasikmalaya
Masuk 13 Daerah Pilihan se-Indonesia, Pakpak Bharat Siap Kembangkan Potensi Hortikultura Lahan Kering
Ketum TP PKK Posyandu RI Tito Karnavian Buka Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas Posyandu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:36 WIB

Asep Rahmat Soroti Proyek Pokmas: “Kalau Kerjakan Semua, Kelurahan Berfungsi Apa?”

Rabu, 23 September 2026 - 11:23 WIB

Semarakkan HUT ke-81 TNI, Korem 062/TN dan Kodim 0611/Garut Gelar Bazar Murah Serentak

Rabu, 23 September 2026 - 11:13 WIB

Sosialisasi Karhutla Lebih Banyak Ancaman Hukum, Edukasi Dampak Kabut Asap Justru Minim

Rabu, 23 September 2026 - 11:01 WIB

APBD Perubahan 2026 Disahkan, DPRD Pendapatan Capai Rp1,62 Triliun

Rabu, 23 September 2026 - 10:54 WIB

Rp2,9 Miliar Digelontorkan untuk Percepatan TBC di Tasikmalaya

Berita Terbaru

Barito Timur

APBD Perubahan 2026 Disahkan, DPRD Pendapatan Capai Rp1,62 Triliun

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:01 WIB

Berita terbaru

Rp2,9 Miliar Digelontorkan untuk Percepatan TBC di Tasikmalaya

Rabu, 23 Sep 2026 - 10:54 WIB