Anleg DPRRI Komisi IX Hj Nurhayati Gelar Sosialisasi 1001 Cara Komunikasi Anak dengan Orang Tua

Kamis, 1 Desember 2022 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP.com – Anggota DPRRI Komisi IX Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hj. Nurhayati bersama BKKBN Jawa Barat serta dinas PPPA dan KB Kabupaten Tasikmalaya menggelar sosialisasi 1001 cara berbicara Orang Tua dengan Remaja di GOR desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik.

Nampak hadir, Danramil 1206/Pagerageung, Kapolsek Sukaresik, Amas Kades Tanjungsari, UPT Balai Diklat KKB Garut Mayang Mariana, SP.Si, M.Si, Kabid PPKB Dadan Hamdani, Risi Riska Dewi BKKBN Kab Tasikmalaya, Muspika Kec Sukaresik, Putra Putri Duta Genre Kab Tasikmalaya dan para peserta.

Hj. Nurhayati mengatakan, usia remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Saat ini, banyak penyesuaian telah dilakukan. Salah satunya dalam komunikasi.

Menurut Nurhayati, komunikasi adalah sesuatu yang dikeluhkan orang tua ketika anak-anak mereka remaja. Beberapa anak menjadi pendiam saat remaja dan tidak mau berbicara dengan orang tua mereka.

“Itulah membuat mereka merasa terasing dari keluarga mereka, tentunya tidak mudah bagi orang tua untuk berdiskusi atau membuat remaja lebih terbuka atas apa yang dialaminya, katanya, Kamis (01/12/22).

Nurhayati berharap, para remaja di desa ini bisa lebih produktif dan menjadi generasi emas kedepannya, dikarenakan pola didik sangat penting dirumah terutama peran orang tua.

“Maka kita membawa tema cara berkomunikasi antara orang tua dengan anak, dimna si anak bisa terbuka, bisa berbagi rahasia dan menjadi teman bagi si anak tersebut,” jelasnya.

Lanjut Nurhayati, karena remaja merasa kesepian dan tidak puas dalam hidupnya serta merasa sosialnya tersingkirkan, maka dia akan lari ke hal yang negatif seperti tawuran, narkoba, sek bebas. Sehingga tidak menjadi produktif, karena komunikasi antara orang tua dan remaja tidak baik.

“Jadi peran orang tua terhadap anak harus bisa menjadi teman di kala tersandung permasalahan, dan peran para orang tua harus bisa menjadi teman dekatnya sehingga remaja tersebut merasa aman dan nyaman dirumah,” ungkapnya.

Untuk masalah gadget, Nurhayati menyebut, ini yang menjadi permasalahan, jadi banyak anak yang merasa kesepian dan merasa tidak puas dalam hidupnya serta sosialnya merasa di kucilkan sehingga remaja tersebut larinya ke media sosial.

“Jika anak berlebihan menggunakan gadget 5 sampai 6 jam ataupun seharian menggunakan media sosial atau game, itu sudah dikatakan kecanduan yang harus di terapi, yang salah satunya adalah pendekatan para orang tua itu sendiri,” tandasnya.

Ditempat sama Mayang Mariana, SP.Si.,Msi. perwakilan dari BKKBN Jawa Barat dan Pusat mengatakan, pihaknya telah menyampaikan sosialisasi 1001 cara berkomunikasi.

Dia berharap, kedepannya para orang tua ini bisa menerapkan pola asuh dengan komunikasi kepada generasi remaja dan harus komunikatif, agar terjadi kedekatan antara orang tua dengan anak-anak remaja.

“Karena generasi sekarang ini berbeda tidak bisa mengunakan pola asuh, dan untuk para orang tua bisa menyimak dengan baik, sekarang ini kebanyakan orang tua membiarkan anak-anaknya menggunakan gadget seharian sampai mau makan saja di kasih gadget,” katanya.

Ditempat sama, Amas Kepala Desa Tanjungsari ingin, setelah hadirnya Anggota DPR RI Hj. Nurhayati serta BKKBN bisa membawa dampak bagi pola peran para orang tua untuk bisa berkomunikasi atau diskusi dengan anak-anaknya dengan baik.

“Kalau tidak ada peran orang tua anak remaja cenderung berdiam diri, terutama ketika anak remajanya akan menikah. Perlu ada diskusi dan komunikasi yang baik,” tutup Amas. (Wk).

Loading

Berita Terkait

Rawan Kecelakaan! PJU Jasinga Padam Total Imbas Tunggakan BPTJ Kemenhub
Dewan Pers Apresiasi Dialog Terbuka Bersama SWI, Bahas Penguatan Tata Kelola Organisasi Wartawan
BEM PTNU Se-Nusantara Dorong DPR RI Evaluasi Tata Kelola Kejaksaan
Renovasi Rampung, Ruang Pelayanan Masyarakat Polsek Tawang Kini Lebih Representatif
Oknum Anggota PWI Diduga Kurang Hobi Baca, Ucapannya Sok Tahu: “Tanpa UKW, Wartawan Bisa Dipenjara”
Pj Sekda Jeneponto Dorong Sinergi BKPRMI Perkuat Dakwah dan Pembinaan Generasi Muda
Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 Gelar Seminar Program Kerja di Kelurahan Tanahloe
Perkuat Kelestarian Pesisir, Pegiat Lingkungan Bentuk Forum Mangrove Merbau dan Tanam 200 Bibit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:17 WIB

Rawan Kecelakaan! PJU Jasinga Padam Total Imbas Tunggakan BPTJ Kemenhub

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:54 WIB

Dewan Pers Apresiasi Dialog Terbuka Bersama SWI, Bahas Penguatan Tata Kelola Organisasi Wartawan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 04:32 WIB

BEM PTNU Se-Nusantara Dorong DPR RI Evaluasi Tata Kelola Kejaksaan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 04:23 WIB

Renovasi Rampung, Ruang Pelayanan Masyarakat Polsek Tawang Kini Lebih Representatif

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:52 WIB

Oknum Anggota PWI Diduga Kurang Hobi Baca, Ucapannya Sok Tahu: “Tanpa UKW, Wartawan Bisa Dipenjara”

Berita Terbaru

Berita terbaru

Rawan Kecelakaan! PJU Jasinga Padam Total Imbas Tunggakan BPTJ Kemenhub

Minggu, 12 Jul 2026 - 06:17 WIB

Sampaikan 5 Tuntutan, BEM PTNU Se-Nusantara Minta DPR RI Tak Pasif Awasi Kejaksaan

Berita terbaru

BEM PTNU Se-Nusantara Dorong DPR RI Evaluasi Tata Kelola Kejaksaan

Sabtu, 11 Jul 2026 - 04:32 WIB