Tasikmalaya, MNP.com – Anggota DPRRI Komisi IX Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hj. Nurhayati bersama BKKBN Jawa Barat serta dinas PPPA dan KB Kabupaten Tasikmalaya menggelar sosialisasi 1001 cara berbicara Orang Tua dengan Remaja di GOR desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik.
Nampak hadir, Danramil 1206/Pagerageung, Kapolsek Sukaresik, Amas Kades Tanjungsari, UPT Balai Diklat KKB Garut Mayang Mariana, SP.Si, M.Si, Kabid PPKB Dadan Hamdani, Risi Riska Dewi BKKBN Kab Tasikmalaya, Muspika Kec Sukaresik, Putra Putri Duta Genre Kab Tasikmalaya dan para peserta.
Hj. Nurhayati mengatakan, usia remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Saat ini, banyak penyesuaian telah dilakukan. Salah satunya dalam komunikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Nurhayati, komunikasi adalah sesuatu yang dikeluhkan orang tua ketika anak-anak mereka remaja. Beberapa anak menjadi pendiam saat remaja dan tidak mau berbicara dengan orang tua mereka.
“Itulah membuat mereka merasa terasing dari keluarga mereka, tentunya tidak mudah bagi orang tua untuk berdiskusi atau membuat remaja lebih terbuka atas apa yang dialaminya, katanya, Kamis (01/12/22).
Nurhayati berharap, para remaja di desa ini bisa lebih produktif dan menjadi generasi emas kedepannya, dikarenakan pola didik sangat penting dirumah terutama peran orang tua.
“Maka kita membawa tema cara berkomunikasi antara orang tua dengan anak, dimna si anak bisa terbuka, bisa berbagi rahasia dan menjadi teman bagi si anak tersebut,” jelasnya.
Lanjut Nurhayati, karena remaja merasa kesepian dan tidak puas dalam hidupnya serta merasa sosialnya tersingkirkan, maka dia akan lari ke hal yang negatif seperti tawuran, narkoba, sek bebas. Sehingga tidak menjadi produktif, karena komunikasi antara orang tua dan remaja tidak baik.
“Jadi peran orang tua terhadap anak harus bisa menjadi teman di kala tersandung permasalahan, dan peran para orang tua harus bisa menjadi teman dekatnya sehingga remaja tersebut merasa aman dan nyaman dirumah,” ungkapnya.
Untuk masalah gadget, Nurhayati menyebut, ini yang menjadi permasalahan, jadi banyak anak yang merasa kesepian dan merasa tidak puas dalam hidupnya serta sosialnya merasa di kucilkan sehingga remaja tersebut larinya ke media sosial.
“Jika anak berlebihan menggunakan gadget 5 sampai 6 jam ataupun seharian menggunakan media sosial atau game, itu sudah dikatakan kecanduan yang harus di terapi, yang salah satunya adalah pendekatan para orang tua itu sendiri,” tandasnya.
Ditempat sama Mayang Mariana, SP.Si.,Msi. perwakilan dari BKKBN Jawa Barat dan Pusat mengatakan, pihaknya telah menyampaikan sosialisasi 1001 cara berkomunikasi.
Dia berharap, kedepannya para orang tua ini bisa menerapkan pola asuh dengan komunikasi kepada generasi remaja dan harus komunikatif, agar terjadi kedekatan antara orang tua dengan anak-anak remaja.
“Karena generasi sekarang ini berbeda tidak bisa mengunakan pola asuh, dan untuk para orang tua bisa menyimak dengan baik, sekarang ini kebanyakan orang tua membiarkan anak-anaknya menggunakan gadget seharian sampai mau makan saja di kasih gadget,” katanya.
Ditempat sama, Amas Kepala Desa Tanjungsari ingin, setelah hadirnya Anggota DPR RI Hj. Nurhayati serta BKKBN bisa membawa dampak bagi pola peran para orang tua untuk bisa berkomunikasi atau diskusi dengan anak-anaknya dengan baik.
“Kalau tidak ada peran orang tua anak remaja cenderung berdiam diri, terutama ketika anak remajanya akan menikah. Perlu ada diskusi dan komunikasi yang baik,” tutup Amas. (Wk).
![]()









Tinggalkan Balasan