Perkuat Kelestarian Pesisir, Pegiat Lingkungan Bentuk Forum Mangrove Merbau dan Tanam 200 Bibit

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERBAU, KEPULAUAN MERANTI, MNP – Semangat pelestarian lingkungan dan kepedulian terhadap kawasan pesisir terus tumbuh di Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Hal tersebut dibuktikan dengan bersatunya seluruh kelompok penggiat mangrove se-Kecamatan Merbau dalam sebuah pertemuan bersejarah yang menghasilkan pembentukan Forum Mangrove Merbau.

Dalam kesempatan itu juga sekaligus melaksanakan aksi nyata berupa penanaman 200 bibit mangrove menggunakan sistem Drum Pot di kawasan pesisir MSJ-17 Desa Bagan Melibur, Rabu siang

Kegiatan yang berlangsung sejak siang hari itu dihadiri oleh perwakilan kelompok-kelompok mangrove dari seluruh desa di Kecamatan Merbau, unsur pemerintah desa, organisasi kepemudaan, perusahaan, kelompok tani hutan, pelaku UMKM, hingga para pegiat lingkungan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban, semangat gotong royong, serta tekad bersama untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Pembentukan Forum Mangrove Merbau menjadi tonggak penting dalam memperkuat koordinasi, komunikasi, serta kolaborasi antar kelompok pengelola mangrove di wilayah Kecamatan Merbau.

Selama ini masing-masing kelompok telah menjalankan kegiatan pelestarian lingkungan di wilayahnya masing-masing.

Dengan terbentuknya forum tersebut, diharapkan seluruh potensi dapat disatukan sehingga mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi keberlangsungan lingkungan hidup maupun kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dalam musyawarah yang berlangsung secara demokratis dan penuh kekeluargaan, Sudirman, S.Pd dipercaya secara aklamasi sebagai Ketua Forum Mangrove Merbau.

Keputusan tersebut disepakati seluruh peserta yang hadir sebagai bentuk kepercayaan terhadap komitmen dan dedikasi beliau dalam kegiatan pelestarian mangrove.

Usai terpilih, Sudirman menyampaikan bahwa Forum Mangrove Merbau merupakan wadah silaturahmi sekaligus sarana memperkuat sinergi seluruh kelompok penggiat mangrove di Kecamatan Merbau.

“Forum ini kami bentuk sebagai wadah silaturahmi seluruh penggiat mangrove se-Kecamatan Merbau. Selain memperkuat kebersamaan, forum ini juga menjadi langkah jemput bola terhadap berbagai program pemerintah mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti maupun perusahaan yang memiliki wilayah operasional di Kecamatan Merbau,” ujarnya, Rabu (08/07).

Ia berharap keberadaan forum ini mampu menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan pesisir.

“Kami membutuhkan dukungan dan doa dari seluruh pihak, baik pengurus forum, pemerintah di semua tingkatan maupun perusahaan yang beroperasi di wilayah kami. Dengan semangat kolaborasi ini kami optimistis mampu menjaga kelestarian mangrove demi lingkungan yang lebih baik untuk generasi mendatang,” tambah Sudirman.

Sebagai bentuk komitmen nyata setelah terbentuknya forum, seluruh peserta kemudian turun langsung ke kawasan pesisir MSJ-17 Desa Bagan Melibur untuk melakukan aksi penanaman 200 bibit mangrove menggunakan metode Drum Pot.

Metode tersebut dipilih sebagai salah satu upaya meningkatkan keberhasilan pertumbuhan bibit di kawasan pesisir yang memiliki karakteristik tertentu.

Penanaman dilakukan secara bergotong royong oleh seluruh peserta. Mereka bahu-membahu membawa bibit, menyiapkan media tanam, hingga menanam mangrove di sepanjang kawasan pantai.

Kegiatan berlangsung penuh semangat, mencerminkan kuatnya kepedulian masyarakat terhadap upaya mitigasi abrasi, menjaga habitat biota pesisir, serta mendukung penyerapan karbon sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim.

Sekretaris Desa Bagan Melibur, Sony Afrizal, S.Pd., M.M., yang hadir mewakili pemerintah desa menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Forum Mangrove Merbau. Menurutnya, forum tersebut akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir.

Dukungan juga datang dari dunia usaha. Perwakilan PT Imbang Tata Alam (ITA), Wan Zulfan, S.E., menyampaikan bahwa perusahaan sangat menyambut baik terbentuknya Forum Mangrove Merbau.

“Kami dari pihak perusahaan sangat mendukung terbentuknya Forum Mangrove Merbau. Semoga forum ini mampu menjadi wadah kolaborasi yang kuat antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama yang baik dapat terus terjalin sehingga berbagai program pelestarian lingkungan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Desa Bagan Melibur Sony Afrizal, S.Pd., M.M., didampingi Kepala Dusun II Bagan Melibur Hamdani, Field CSR Assistant PT ITA Wan Zulfan, Akmalul Hadi, Andi Saputra, Ketua HIPMAM Merbau–Pekanbaru M. Lutfi Hidayatullah, Ketua OPP Kelurahan Teluk Belitung Yoldi Asadi, S.P., Ketua dan pengurus Kelompok Mangrove Khazanah Hijau Pesisir Desa Bagan Melibur, Ismulyadi, S.Pd. dari Kelompok Mangrove Imbang Mandiri Teluk Belitung, M. Ali, Epolizan, perwakilan KTH Rukun Sari Desa Mekar Sari, perwakilan HKM Gaboktan Karya Bersama Desa Sungai Tengah, Ketua Mangrove Formula Desa Lukit, perwakilan Mangrove Sungai Merambai Kelurahan Teluk Belitung, KTH Sungai Haji Desa Mayang Sari, serta perwakilan UMKM SAGU KU.

Melalui pembentukan Forum Mangrove Merbau, diharapkan seluruh kelompok penggiat mangrove di Kecamatan Merbau dapat semakin solid dalam menyusun berbagai program pelestarian lingkungan, rehabilitasi kawasan pesisir, edukasi masyarakat, pemberdayaan ekonomi berbasis mangrove, hingga menjalin kemitraan dengan pemerintah dan dunia usaha.

Aksi penanaman 200 bibit mangrove pada hari itu bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi simbol lahirnya komitmen bersama seluruh elemen masyarakat Merbau untuk menjaga kelestarian alam.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan para peserta menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dipelihara demi masa depan pesisir Kecamatan Merbau yang hijau, lestari, dan berkelanjutan.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Polisi Gagalkan Penyelundupan Senpi Rakitan dari Lampung ke Jawa, 1 Pelaku Ditangkap
ITF UIN Ar-Raniry Gelar Capacity Building Season 3: Simbolis Serahkan Bantuan Biaya Pendidikan Tahap II
Sanksi Adat Tegas di Jeneponto: Pelaku Asusila Dilarang Masuk Seumur Hidup
Indonesian Legendary Songs: Satu Panggung, Seribu Kenangan Bersama Musisi Tasikmalaya
Pembangunan Sekolah Rakyat akan Segera Terwujud di Kabupaten Pakpak Bharat
SSB Galuh Mekanis Asah Mental dan Strategi di Guruminda Cup HUT Kabupaten Ciamis
Mengurai Benang Kusut Proyek Fiktif Badampu–Bantayum: Rp400 Juta Menguap, Siapa Aktor Utamanya?
Bupati Jeneponto Terima Tim SSB Turatea City U-11, Apresiasi Juara Piala Soccer For Equality Sulsel 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:36 WIB

Perkuat Kelestarian Pesisir, Pegiat Lingkungan Bentuk Forum Mangrove Merbau dan Tanam 200 Bibit

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:34 WIB

Polisi Gagalkan Penyelundupan Senpi Rakitan dari Lampung ke Jawa, 1 Pelaku Ditangkap

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:32 WIB

ITF UIN Ar-Raniry Gelar Capacity Building Season 3: Simbolis Serahkan Bantuan Biaya Pendidikan Tahap II

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:33 WIB

Sanksi Adat Tegas di Jeneponto: Pelaku Asusila Dilarang Masuk Seumur Hidup

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:15 WIB

Indonesian Legendary Songs: Satu Panggung, Seribu Kenangan Bersama Musisi Tasikmalaya

Berita Terbaru