TASIKMALAYA, MNP – Sebagai langkah nyata dalam menekan angka kasus Penyakit Ginjal Kronis (PGK), Program Studi Pendidikan Profesi Ners Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Kegiatan berupa Pelatihan Kader Peduli Ginjal ini dilaksanakan di UPTD Puskesmas Tamansari, Kota Tasikmalaya, pada Kamis (25/6/2026).
Program ini mengusung tema “Upaya Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan dan Perawatan Mandiri Penyakit Ginjal Kronis melalui Pembentukan Kader Peduli Ginjal dan Edukasi Terstruktur di Wilayah Kerja Puskesmas Tamansari Kota Tasikmalaya”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 30 kader kesehatan dari wilayah kerja Puskesmas Tamansari antusias mengikuti pelatihan ini. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala UPTD Puskesmas Tamansari, Penanggung Jawab Program Penyakit Tidak Menular (PTM), serta tim dosen dan mahasiswa dari Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala UPTD Puskesmas Tamansari. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi apik antara Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dan pihak puskesmas dalam memperkuat program promotif dan preventif, khususnya terkait PGK.
“Meningkatnya kasus Diabetes Melitus dan Hipertensi di masyarakat saat ini menjadi tantangan serius. Oleh karena itu, kita memerlukan keterlibatan aktif kader kesehatan sebagai ujung tombak edukasi di tingkat komunitas,” ujarnya.
Tim PKM ini diketuai oleh Ida Rosdiana, M.Kep., Ns., Sp.Kep.M.B., dengan anggota Yanti Cahyati, Ners., M.Kep., dan Yudi Triguna, Ners., M.Kep., serta dibantu oleh para mahasiswa profesi Ners sebagai fasilitator.
Dalam sesi pelatihan, tim dosen memaparkan materi komprehensif mulai dari konsep dasar PGK, faktor risiko, deteksi dini, hingga perawatan mandiri bagi masyarakat berisiko.
Tidak hanya mendengarkan materi, para kader juga terlibat aktif dalam sesi diskusi interaktif, praktik keterampilan, serta evaluasi peningkatan pengetahuan.
Ketua Tim Pengabdian, Ida Rosdiana, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mendongkrak kapasitas kader dalam mengenali faktor risiko dan melakukan pendampingan dini di masyarakat.
“Kader kesehatan memiliki peran strategis sebagai penggerak massa. Mereka bisa membangun kesadaran warga tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal, terutama melalui pengendalian faktor risiko utama seperti Diabetes Melitus dan Hipertensi,” jelas Ida.
Program ini sendiri dikembangkan berbasis hasil penelitian tim dosen mengenai PGK dan penerapan intervensi keperawatan berbasis bukti (evidence-based nursing). Melalui pendekatan ini, kader diharapkan bisa menjadi agen perubahan yang nyata.
Pelatihan ini bukanlah akhir dari rangkaian program. Tahap selanjutnya, tim akan langsung menyasar kelompok masyarakat berisiko tinggi PGK, khususnya pasien Diabetes Melitus dan Hipertensi yang tergabung dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di UPTD Puskesmas Tamansari.
Pada tahap tersebut, masyarakat akan dibekali edukasi pencegahan serta pelatihan berbagai intervensi keperawatan mandiri hasil riset yang terbukti membantu mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah, seperti Progressive Muscle Relaxation (PMR), Relaksasi Benson, Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dan Terapi aromaterapi.
Melalui sinergi kuat antara perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat, Program Studi Pendidikan Profesi Ners Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya berharap “Kader Peduli Ginjal” ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Target utamanya jelas, menekan angka kejadian Penyakit Ginjal Kronis di Kota Tasikmalaya melalui deteksi dini dan gaya hidup sehat.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan