PINRANG, MNP — Sorak penonton di Lapangan ARBAT, Batulappa, Kabupaten Pinrang, pecah hingga larut malam, Rabu 1 Juli 2026.
Di bawah lampu sorot, Tim Bola Voli Putra Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) bertarung di partai final Turnamen Silatnas ARBAT Cup I.
Meski pada akhirnya harus mengakui keunggulan tim BKL Kassa dan finis sebagai juara II, penampilan skuad Biru Maroon itu meninggalkan kesan mendalam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Permainan yang disiplin, rally panjang, dan semangat pantang menyerah membuat nama UNIMEN disebut-sebut penonton sebagai “tim paling menghibur” sepanjang turnamen.
Kekalahan di final pukul 21.00 Wita tidak menghapus perjalanan panjang UNIMEN menuju puncak. Sejak babak penyisihan, tim asuhan pelatih Maryam, dosen Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO), tampil konsisten.
Kekuatan tim tidak hanya bertumpu pada satu nama. Kapten tim AM. Fatwa yang juga dosen PKO, bahu-membahu dengan Sukri, Ivan, Arvan, Rijal, Ikhsan, Ridwan, dan Fadel dari PKO.
Lini tengah dan belakang diperkuat Hamdan dan Yusuf dari Bimbingan dan Konseling, Jasmin dari Teknik Sipil, serta Aldi, Marten, dan Sangkala. Kolaborasi lintas prodi ini menjadi bukti bahwa olahraga di UNIMEN adalah rumah bersama.

Di balik layar, manajer tim Uli Nuha menegaskan bahwa tujuan UNIMEN jauh melampaui trofi. Keikutsertaan tim UNIMEN dalam Turnamen Silatnas ARBAT Cup I merupakan salah satu upaya kami untuk memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Enrekang kepada masyarakat melalui olahraga.
“Kami ingin mendekatkan kampus dengan masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa UNIMEN memiliki perhatian besar terhadap pengembangan potensi generasi muda, baik di bidang akademik maupun nonakademik,” ujar Uli.
Baginya, setiap spike dan blok di Batulappa adalah cara paling jujur untuk memperkenalkan UNIMEN tanpa brosur.
Prestasi juara II ini sekaligus menjadi cermin pembinaan kampus. Uli menambahkan, raihan ini adalah bukti komitmen UNIMEN membina minat dan bakat mahasiswa secara serius. Kampus tidak hanya mencetak sarjana, tapi juga atlet yang punya karakter, kedisiplinan, dan sportivitas.
“Kami ingin melahirkan atlet-atlet mahasiswa yang berprestasi sekaligus memiliki karakter dan sportivitas yang baik,” tegasnya. Dengan pembinaan yang terstruktur, UNIMEN pelan-pelan mengubah citra dari kampus akademik menjadi kampus yang berprestasi secara menyeluruh.
Bagi Kapten Tim, AM. Fatwa, hasil di ARBAT Cup I adalah bahan bakar semangat baru.
“Prestasi ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berlatih dan meningkatkan kompetensi atlet-atlet muda UNIMEN, baik dari sisi keterampilan maupun kedisiplinan. Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa UNIMEN mampu bersaing di berbagai ajang olahraga,” katanya.
Fatwa melihat turnamen sebagai laboratorium: tempat menguji mental, taktik, dan kekompakan di luar ruang kelas.
Dengan pulang membawa piala juara II, UNIMEN membawa pulang sesuatu yang lebih besar: nama baik. Di tanah Pinrang, kampus dari Enrekang itu dikenal bukan hanya karena kalah di final, tapi karena cara mereka bertarung. Sportif, kompak, dan memikat penonton.
Raihan ini diharapkan menjadi pemicu bagi seluruh sivitas akademika untuk terus bergerak. Karena di UNIMEN, juara tidak selalu soal angka di papan skor, tapi soal seberapa jauh kampus bisa mengharumkan nama di luar kampus.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan