Ketika Doa Menjadi Pondasi: Jembatan Garuda Merah Putih Siap Menyatukan Dua Kampung di Tamansari

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Ada suasana yang berbeda di Kampung Sindanggalih RT 02 RW 02, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jumat (19/6/2026).

Sebelum alat dan material bekerja membangun jembatan, masyarakat terlebih dahulu membangun pondasi yang lebih kuat: doa, kebersamaan, dan harapan.

Melalui kegiatan syukuran dan doa bersama, pembangunan Jembatan Beton Garuda Merah Putih resmi dimulai.

Jembatan tersebut akan menghubungkan Kampung Sindanggalih dengan Kampung Sukawargi yang selama ini menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.

Acara dibuka oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tengah mengabdi di wilayah Tamansari, yakni Seli Rahmawati, Intan Nurbintang H, dan Bayu Hermawan.

Suasana khidmat kemudian terasa saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh Ustadzah Dedeh, dilanjutkan tawasulan dan doa bersama yang dipimpin KH Mumu Abdul Munir.

Bagi warga, pembangunan jembatan ini bukan hanya soal akses jalan. Kehadirannya diyakini akan mempermudah mobilitas masyarakat, mempercepat aktivitas ekonomi, serta mempererat hubungan sosial antarwarga di kedua kampung.

Dalam sambutannya, Pabung Kodim 0612/Tasikmalaya mewakili Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah, TNI, dan rakyat.

Menurutnya, pembangunan akan memberikan manfaat maksimal apabila didukung oleh semangat kebersamaan dan rasa memiliki dari masyarakat setempat.

Hal senada disampaikan Danramil 1209/Cibeureum Kapten Inf Andri Mulyono. Ia mengapresiasi tingginya partisipasi warga yang menunjukkan kesiapan untuk bergotong royong dan membantu proses pembangunan.

Sementara itu, Pemerintah Kecamatan Tamansari yang diwakili Lurah Tamansari Iwan Kurniawan, SH, berharap keberadaan jembatan tersebut mampu meningkatkan konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan aktivitas masyarakat di berbagai sektor.

Dukungan penuh juga datang dari tokoh masyarakat setempat, Mumu, yang menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan yang telah lama menjadi harapan warga.

“Masyarakat sangat antusias. Banyak warga yang siap membantu tenaga dan ikut bergotong royong. Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang telah mendukung pembangunan ini,” ungkapnya.

Menjelang puncak acara, doa dipanjatkan kembali oleh Ajengan Yusuf Tajiri sebagai bentuk ikhtiar spiritual agar pembangunan berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama oleh Pabung Kodim 0612/Tasikmalaya, Danramil 1209/Cibeureum, Lurah Tamansari, tokoh masyarakat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

Tepukan tangan warga yang hadir mengiringi momen tersebut sebagai tanda dimulainya babak baru pembangunan di wilayah mereka.

Jembatan Garuda Merah Putih merupakan salah satu wujud pembangunan yang sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat infrastruktur hingga ke tingkat masyarakat.

Namun lebih dari itu, jembatan ini menjadi bukti bahwa pembangunan akan berjalan lebih kuat ketika didukung oleh semangat gotong royong dan kepedulian bersama.

Di Tamansari, batu pertama yang diletakkan hari ini bukan sekadar awal pembangunan jembatan.

Ia menjadi simbol bahwa ketika pemerintah, TNI, dan masyarakat berjalan beriringan, maka jarak yang memisahkan bukan lagi penghalang, melainkan peluang untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Karena sejatinya, jembatan tidak hanya menghubungkan dua tempat, tetapi juga menyambungkan harapan banyak orang yang melintasinya.

Loading

Penulis : Mon

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Refleksi Pemikiran Bung Karno, PDIP Kota Tasikmalaya Bakal Gandeng Akademisi dan Aktivis Mahasiswa
Warga Geger! Polsek Malangbong Cek Penemuan Mayat Mr. X di Blok Rengrang
Bukti Nyata Wakil Rakyat Hadir, Anggota DPR-RI Rizal Bawazier Desak RUU Perkoperasian
Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa
Bupati Franc Bernhard Tumanggor Dukung Penuh Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Pakpak Bharat
Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H
Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026
PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:55 WIB

Refleksi Pemikiran Bung Karno, PDIP Kota Tasikmalaya Bakal Gandeng Akademisi dan Aktivis Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:52 WIB

Warga Geger! Polsek Malangbong Cek Penemuan Mayat Mr. X di Blok Rengrang

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:38 WIB

Ketika Doa Menjadi Pondasi: Jembatan Garuda Merah Putih Siap Menyatukan Dua Kampung di Tamansari

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:01 WIB

Bukti Nyata Wakil Rakyat Hadir, Anggota DPR-RI Rizal Bawazier Desak RUU Perkoperasian

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:41 WIB

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa

Berita Terbaru

Ket foto : Instalasi Air Minum Milik Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, di Kp Geledug-Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang. (Photo : Jeffry Sukapura/Tim)

Berita terbaru

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa

Sabtu, 20 Jun 2026 - 10:41 WIB