BOGOR, MNP – Ratusan warga beberapa wilayah di Dua kecamatan (Dramaga dan Ciomas : red), kompak bersatu gelar unras damai mereka di sekitar Simpang Ciherang Stanplas, wilayah Desa Ciherang-Dramaga, pada Minggu (24/5/2026).
Aksi mereka tadi menuntut hingga mendesak PemKab Bogor, untuk mempercepat realisasi peningkatan atau merekonstruksi ruas jalan, yaitu jalan kabupaten pada ruas jalan Ciherang-Ciapus sebagai jalan penghubung wilayah Kec. Dramaga dan Ciomas.
Jalan tersebut merupakan akses utama antara warga kedua wilayah berbatasan tadi, mengingat kondisinya yang sudah rusak parah di sepanjang ruasnya selama bertahun-tahun. Aksi unras damai tadi mereka sebut ungkapan keresahan warga pengguna manfaat jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berawal dari keresahan itu, para warga berinisiatif dan bermufakat lakukan unras damai tersebut, mendesak pihak terkaitnya di Pemkab Bogor, untuk mempercepat pemulihan kondisi jalan di daerah mereka, yang telah begitu lama dibiarkan oleh pihak berwenang di Pemda Kabupaten Bogor.
Kondisi ruas jalan nampak sangat memprihatinkan, di banyak titik ruas jalannya nampak sudah berlubang, dengan diameter serta kedalaman lubang bervariasi.

Aksi penyampaian aspirasi masyarakat tersebut tegas serta jelas, yakni menuntut realisasi rekonstruksi jalan dipercepat, atau tidak perlu menunggu jadwalnya yang masih terlalu lama, sekitar bulan September tahun ini.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan Eko Pratama, Koordinator aksi unrasnya. Yang menegaskan bahwa, langkah yang diambil oleh warga bukan demonstrasi, melainkan bentuk aspirasi, menyampaikan keresahan terpendam, yang kini telah mencapai puncaknya.
“Kami ini sebetulnya bukan demo, tetapi penyampaian aspirasi keresahan warga, yang telah lama dipendam dan kini sudah memuncak, terhadap kondisi ruas jalan Kita ini,” kata Eko.
Menurutnya, status jalan ini memang jalan Kabupaten, karenanya aksi mengarahkan target penyampaian unras ke PemKab Bogor.
“Harapan dari Kami semua, mudah-mudahan jalan ini segera diperbaiki. Masalah nya kerusakan jalan ini kan sudah begitu lama dan jika pun ada penanganan pihak terkait (dari UPT wilayah 3 Jalan Jembatan-PUPR Kab Bogor), kan hanya sebatas ditambal sulam saja, Pak,” ungkap Eko.
Keresahan warga tersebut bukan tanpa alasan, tetapi karena kondisi jalan yang berlubang dan rusak berat hampir di sepanjang jalan, itu diklaim telah memakan banyak korban berjatuhan di setiap harinya, di begitu banyak titik kerusakannya. Yang penyebab utamanya diduga (dominan), diakibat kan kerusakan badan jalan yang sudah sangat parah.
“Kami merasa amat resah, karena kerusakan jalannya ini sudah banyak menelan korban. Setiap hari banyak para pemotor yang terjatuh Pak, bahkan pernah itu ada seorang warga Kami, yang alami keguguran, itu akibat kondisi jalanan yang buruk ini,” tegas Eko.
“Harapan kami, semoga Bapak Bupati mendengar, lalu memperhatikan nasib Kami, dan kondisi jalan ini segera diperbaiki lah. Kami mulai hari ini, menunggu realisasi nyata perhatian Beliau, terhadap aspirasi Kami,” imbuhnya dengan ekspresi penuh harap.
Terkait kabar yang beredar bahwa, perbaikannya baru akan dilakukan pada bulan September mendatang itu, warga menyatakan sikap tegas, ketidak setujuannya akan hal tersebut.
Menurut mereka, waktunya tersebut terlalu lama dan itu sangat beresiko, mengingat sudah banyaknya korban diakibatkan kerusakan diruas jalan tersebut karena terjatuh di jalanan, sebab padatnya warga pengguna jalan yang sibuk hilir mudik menjalani ragam aktivitas, melintas di jalan tersebut.
“Mungkin Kami ini dipaksa untuk bersabar karena ada rencana perbaikan di bulan 9 nanti, tapi rasanya terlalu lama bagi Kami, Pak. Kami menginginkan perbaikan itu dilakukan secepatnya, jangan sampai menunggu bulan 9 dan jangan sampai ada tambahan korban lagi. Itulah harapan besar kami,” tandas Eko.
Eko pun menjelaskan lagi bahwa, unras itu mewakili aspirasi warga dari wilyah Ciherang Kaum (di RW 10), Warga Arradea (di RW 12), hingga wilayah Ciherang Cutak dan Ciapus-wilayah Kecamatan Ciomas.
Mayoritas warga tersebut menyoroti bahwa, kondisi jalan di Ciherang Cutak itu justeru jauh lebih parah, dibandingkan dengan yang ada di wilayah lainnya, tapi tetap belum mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait di PemKab Bogor.
Masyarakat tadi berharap, pemerintah daerah segera merespons serta prioritas kan pengalokasian APBD nya, untuk menanganinya segera, demi keselamatan rakyatnya dan kelancaran mobilitas warganya, yang sehari-hari menggantung kan dinamika mobilitasnya pada akses jalan tersebut.
![]()
Penulis : Asep Didi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan